Puluhan Jamaah Umrah di Jawa Tengah Menolak VFS TasHeel

0
27
Afief (kacamata) dan Abdul sebelahnya, menerima perwakilan jamaah umroh Jawa Tengah di kantor wilayah Kementerian Agama provinsi Jawa Tengah. Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Sejumlah Perwakilan Jamaah Umrah di Jawa Tengah Menolak Penerapan Rekam Data Biometrik, http://jateng.tribunnews.com/2018/10/03/sejumlah-perwakilan-jamaah-umrah-di-jawa-tengah-menolak-penerapan-rekam-data-biometrik?page=2. Penulis: faisal affan Editor: suharno
Afief (kacamata) dan Abdul sebelahnya, menerima perwakilan jamaah umroh Jawa Tengah di kantor wilayah Kementerian Agama provinsi Jawa Tengah.

HAJIUMRAHNEWS – Penolakan terhadap rekam biometrik sebagai syarat pengajuan visa umrah terus bergulir. Kali ini datang dari Jawa Tengah. Sembari mengenakan pakaian serba putih, Dwi Widyananto (Koordinator Aksi) bersama kelompoknya menyuarakan aksi damai guna menolak penerapan rekam data biometrik untuk jamaah umrah.

Menurut Dewi, dirinya menilai bahwa penerapan sistem itu bisa membuat pembengkakan biaya umrah.

“Semula hanya sekian, bisa naik berkali-kali lipat. Maka dari itu, hari ini kami datang ke sini untuk menyuarakan penolakan penerapan sistem tersebut,” beber Dwi.

Dalam aksi damainya ini, Dwi bersama kelompoknya diterima Kasubag Informasi dan Humas Afief Mundzir, dan Kasi Si Haji Abdul Jalil di ruangannya. Selama satu jam, kedua belah pihak berdiskusi tentang penerapan sistem biometrik untuk jamaah umrah yang pernah diterapkan untuk jamaah haji.

“Untuk sementara belum ada regulasi yang mengatur pemberlakuan sistem data biometrik untuk jamaah umrah,” ujar Afief.

Namun, diakui Afief bahwa pemerintah menilai pemberlakuan rekam data biometrik di Indonesia pada jamaah haji tahun ini berhasil. Melihat sudah tidak adanya lagi antrian panjang di beberapa bandara di Arab Saudi.

Soal rekam biometrik untuk pengajuan visa umrah, Afief sendiri akan merekomendasikan agar penggunaan alat biometik bisa disebar di seluruh kantor imigrasi di setiap Kota/Kabupaten.

“Jadi bagi jamaah umrah yang tinggal di Pati, Cilacap, atau daerah lain bisa lebih mudah melakukan rekam data biometrik di setiap kantor imigrasi,” ujarnya.

Sehingga, kata Afief, mereka tidak harus jauh-jauh datang ke Kota Semarang.

“Tapi kembali lagi saya ingatkan, sampai saat ini belum ada informasi dari pusat akan melakukan rekam data biometrik untuk jamaah umrah,” pungkasnya. (*)

 

LEAVE A REPLY