Generasi Milenial Harapan Baru Ekonomi Syariah Indonesia

0
25
Foto: Mindra Purnomo
Foto: Mindra Purnomo

HAJIUMRAHNEWS – Saat ini pemerintah terus mendorong tumbuhnya industri halal yang dinilai mampu berkontribusi terhadap perekonomian khususnya ekonomi syariah. Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, menjelaskan bahwa saat ini potensi pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia masih sangat besar.

“Karena itu pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi terutama ke generasi milenial yang terus berkembang,” ujar Bambang dalam acara International Indonesia Halal Lifestyle Conference di Jakarta Convention Center, Rabu (3/10/2018).

Menurut Bambang, generasi milenial di negara muslim akan tumbuh sebanyak 4,7 miliar orang pada tahun 2030. Karena itu, mereka harus diinisiasi.

Bambang juga mengatakan bahwa platform industri ritel bisnis pun akan geser ke arah online.

“Maka semua layanan ini akan menjadikan model bisnis berubah dari offline ke online. Milenial akan dominasi peran ekonomi itu,” ujarnya.

Karena itu, kata Bambang, penting untuk mengoptimalkan gaya hidup yang halal demi mendorong perekonomian syariah.

“Mengingat, jumlah penduduk Indonesia yang mayoritas muslim, tentu menjadi peluang yang sangat besar untuk mengembangkan industri halal,” ujarnya.

Di sisi lain, kata Bambang, negara-negara lain juga sudah melihat betapa besarnya potensi dari industri halal ini.

Selain itu, kata Bambang, teknologi juga harus diterapkan untuk mempercepat pengoperasian proses industri ini jadi lebih efisien.

Dalam kesempatan yang sama Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, populasi Indonesia yang mayoritas beragama Islam menjadi salah satu kekuatan untuk mendorong industri halal ke kancah global. Di samping itu, permintaan untuk industri halal tidak hanya datang dari negara dengan penduduk muslim tetapi juga bisa dari negara-negara lainnya.

“Ini tren bagaimana bisa membentuk model bisnis secara ekonomi dan keuangan. Ini sudah menjadi alternatif dari sistem atau sumber modal bisnis ekonomi dan keuangan lainnya. Banyak manfaat, tidak hanya umat muslim saja tapi umat lain dan semua manusia di bumi,” jelas dia.

Di Indonesia, fenomena untuk menggunakan produk halal terjadi di berbagai segmen mulai dari makanan minuman, fesyen, hingga produk kecantikan.

“Kesempatan ini harus bisa dimanfaatkan demi menggaungkan ekonomi dan keuangan syariah,” ujarnya.

Menurut Perry, halal ekonomi tidak hanya di Islam saja. Ini fenomena yang terjadi di manapun di Timur Tengah, Indonesia, Eropa.

“Hijaber di Indonesia dari segmen milenial berkembang pesat, mereka banyak sekali. Enggak hanya dari busana, fashion, restoran, hotel, akomodasi dan segmen lainnya,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY