Terungkap, Jamaah Haji 1986 Hampir Dibom oleh Tokoh Radikal Iran

0
28

Foto-Jamaah-Haji-Tahun-1953-Kabah-Lebih-Dekat

HAJIUMRAHNEWS – Sebuah bukti baru terungkap bahwa tahun 1986 tokoh radikal Iran pernah berniat menghancurkan jamaah haji dengan sebuah bom yang ditaruh di ransel. Dilansir dari Arab News pada Senin (1/10), calon jamaah haji dari Iran yang terdiri dari sekitar 100 pria dan perempuan lansia tidak menyadari bahwa tas mereka berisi bom.

Misi mereka digagalkan oleh otoritas Saudi saat terjadi proses penyaringan. Bukti baru tersebut telah terungkap dalam sebuah wawancara di TV Iran dengan Mullah Ahmed Montazeri, seorang ulama terkemuka.

Menurutnya, bahan peledak itu ditanam oleh Mehdi Hashemi, seorang radikal Iran dan seorang tokoh senior di Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), atas instruksi Ayatollah Ali Khamenei yang ketika itu menjabat sebagai ketua Dewan Tinggi The High Council of Revolution Culture Affairs dari IRGC dan menjadi Pemimpin Tertinggi negara itu pada tahun 1989.

Hashemi telah menjadi kepala unit gerakan pembebasan dari IRGC pada tahun 1983, dan atas perintah Ali Khamenei, pengiriman bahan peledak itu dikemas ke dalam tas para jamaah pada 1986.

Dia mengatakan, almarhum Ayatollah Hussein Ali Montazeri, teolog Iran dan salah satu pemimpin revolusi 1979, telah mengungkapkan rencana itu dalam sebuah surat kepada pemimpin tertinggi pertama, Ayatollah Ruhollah Khomeini. Dia menulis, ‘Pengawal Revolusioner membuat kesalahan yang tidak dapat diterima selama haji dan menggunakan tas 100 calon jamaah haji Iran, termasuk pria dan perempuan tua, tanpa sepengetahuan mereka. Mereka kehilangan martabat Iran dan revolusi Iran di mata Arab Saudi dan selama musim Haji.’

Kepala Institut Internasional untuk Studi Iran Mohammed Al Sulami mengatakan, bukti-bukti baru menunjukkan bahwa campur tangan regional Iran yang jahat kembali lebih dari 30 tahun.

“Penyelidikan Saudi pada waktu itu tidak diragukan lagi menunjukkan bahwa pemilik tas tua itu tidak tahu tentang tuduhan ledakan, jadi mereka diizinkan untuk melakukan haji tanpa pemeriksaan,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY