Fithor : Generasi Milenial Terancam Jadi Tunawisma

0
51
CEO Harmony Land Group Fithor Muhammad saat menerima cenderamata usai jadi pembicara di Housing Talk Indonesia Property Expo 2018 pada Selasa (25/9)
CEO Harmony Land Group Fithor Muhammad saat menerima cenderamata usai jadi pembicara di Housing Talk Indonesia Property Expo 2018 pada Selasa (25/9)

HAJIUMRAHNEWS–Harus diakui, generasi milenial yang lahir pada tahun 1982 hingga 1997 saat ini mendominasi penduduk dunia, tak terkecuali Indonesia. Generasi yang lekat dengan teknologi ini konon akan sulit memiliki rumah atau bahkan terancam menjadi tunawisma dalam beberapa tahun ke depan.

“Bahkan, mereka ini tak hanya dikenal sebagai generasi yang menyenangi travelling dan shopping, generasi ini juga dikenal sulit sekali berinvestasi dan menabung,” kata CEO PT Harmony Land Group Fithor Muhammad, dalam Housing Talk Indonesia Property Expo 2018 di Hall B Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, pada Selasa, (25/9).

Dalam kesempatan itu, Fithor yang memulai bisnisnya sejak duduk di bangku SMA di Pekalongan ini tak menampik dengan gaya hidup yang cenderung boros, sangat wajar jika milenial akan sulit membeli rumah. “Fakta di lapangan, untuk membayar down payment yang sebesar 10 persen dari harga rumah saja masih terasa sulit. Hanya sedikit dari mereka yang memiliki tabungan di atas 50 juta rupiah,” kata pria kelahiran 1993 ini.

Menurutnya, seperti diketahui, kenaikan gaji yang tidak sebanding dengan kenaikan harga properti, edukasi kepada kaum milenial untuk memiliki aset berupa properti terus menerus digalangkan baik dari pihak pemerintah maupun swasta. Tak hanya berhenti pada edukasi, ide dan inovasi terus menerus dikembangkan agar mampu memenuhi kebutuhan perumahan di masa mendatang.

Lebih lanjut Fithor menjelaskan, Simple Growing House, merupakan sebuah kreativitas di bidang properti yang mampu menjadi solusi dalam menjawab kebutuhan rumah dengan segmen generasi milenial. Rumah yang dipersiapkan tumbuh setiap saat ini memiliki harga yang terjangkau bagi kaum milenial. Tak hanya itu, rumah mini ini menggunggulkan efisiensi dan fungsional ruangan.

“Dalam konsep Simple Growing Housebudget dikelola dengan optimal. Jika budget konsumen terbatas,  maka konsumen akan ditawarkan pilihan, yakni rumah dengan luas tanah besar dan luas bangunan kecil atau luas tanah kecil dan luas bangunan besar. Untuk investasi jangka panjang maka pilihlah rumah dengan luas tanah yang besar, meski bangunan kecil,” imbuhnya.

Fithor menambahkan, rumah dengan luas tanah yang besar mampu “ditumbuhkan” sewaktu-waktu dengan cara horizontal. Sedangkan rumah dengan luas tanah sempit dikembangkan dengan bangunan vertikal.

Kini, Fithor lewat bendera Harmony Land yang dikibarkannya sejak 2015 terus berkarya dan mengajak generasi milenial untuk menamankan jiwa kewirausahaanya sejak bangku perkuliahan. Salah satunya lewat program Simple Growing Group yang dikembangkan oleh Harmony Land.

Dalam mengembangkan karir bisnisnya, Fithor mengaku banyak belajar dari mentor bisnis berkelas. Salah satunya adalah Muhammad Hasan Gaido, owner sekaligus founder dari kelompok usaha Gaido Group yang kini memiliki beberapa unit usaha. Tak terkecuali bidang properti. (hai)

LEAVE A REPLY