Visa Umrah Berlaku di Semua Kota Arab Saudi

0
237
Konjen RI di Jeddah Hery Saripudin saat memberikan keterangan terkait visa umrah. (ist)
Konjen RI di Jeddah Hery Saripudin saat memberikan keterangan terkait visa umrah. (ist)

HAJIUMRAHNEWS–Jika sebelumnya, visa umrah hanya berlaku di dua kota suci Mekkah dan Madinah, maka mulai tahun ini visa itu berlaku di semua kota di Arab Saudi. Pasalnya, belum lama ini, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memberlakukan aturan baru untuk pemegang visa umrah diizinkan berkunjung ke semua kota di Saudi.

Hal ini disampaikan Konsul Jenderal (Konjen) RI di Jeddah Mohamad Hery Saripudin di Jeddah, pada Rabu, (19/9) lalu. Pihaknya sudah menerima notifikasi soal kebijakan tersebut.

Menurutnya, aturan baru itu merupakan implementasi dari program Saudi Vision 2030. “Saudi Vision 2030 itu seperti GBHN kalau di Indonesia,” kata Hery dalam keterangan resmi yang  diterima hajiumrahnews.com pada Jumat, (21/9).

Hery menjelaskan, sesuai program itu, Saudi memiliki target kunjungan jamaah haji dan umrah mencapai 30 juta orang pada tahun 2030. Saat ini jumlah jamaah haji masih mencapai 2,3 juta orang dan jamaah umrah 7 juta. Dengan demikian, dalam setahun baru ada 9,3 juta orang.

Tahun ini, lanjutnya, Saudi memiliki target kedatangan jamaah umrah sebanyak 10 juta orang. Untuk mencapai target itu, bukan hanya aturan visa yang diubah. Saudi juga memulai jadwal umrah lebih awal. Biasanya, musim umrah dimulai pada 1 Safar. Mulai tahun ini, umrah bisa dilaksanakan pada 1 Muharram.

“Jadi, saat jamaah haji Indonesia belum seluruhnya pulang, sudah ada jemaah umrah yang datang ke Arab Saudi,” ujarnya.

Hery menambahkan, kebijakan baru itu harus disambut biro travel umrah dengan menyosialisakan kepada jamaahnya. Sosialisasi itu terutama terkait dengan aturan-aturan yang berlaku di Saudi. Misalnya soal larangan memotret kantor-kantor pemerintahan maupun militer. Imbauan itu perlu disampaikan karena Konjen sering menerima laporan mengenai jemaah umrah dan haji yang ditahan polisi Saudi gara-gara berfoto selfie di tempat terlarang.

“Aturan di sini berbeda dengan di Indonesia. Itu perlu disampaikan kepada jamaah haji dan umrah,” ujarnya.

Kebijakan baru tentang visa umrah juga diberitakan banyak media Saudi. Deputy Haj and Umrah Minister Abdul Fattah Mashat mengatakan, mulai tahun ini biro-biro perjalanan umrah bisa mengatur jadwal tur ke semua kota di Saudi. “Jika butuh waktu tambahan, operator umrah bisa mengajukannya kepada kami,” jelasnya seperti dilansir Gulfnews dan koran harian Al Yaum beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, visa umrah berlaku selama 30 hari. Namun, selama ini perjalanan umrah rata-rata hanya 15 hari. Sisa waktu tersebut kini bisa dimanfaatkan untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata selain di Makkah dan Madinah. Misalnya berkunjung ke Kota Thaif, Al-Ula, Jeddah, Riyadh, dan beberapa daerah lain. Hingga kini, sudah lebih dari 25 ribu visa umrah yang diterbitkan pemerintah Arab Saudi.

Sementara itu, General Manager Saudi Arabia and Middle East Garuda Indonesia Deni Karnabi Ibrahim mengatakan, kebijakan tersebut akan menambah angka jamaah umrah dari Indonesia. Garuda siap mengakomodasi peningkatan jumlah jamaah umrah.

Deni menambahkan, sejak lima tahun belakangan memang terjadi peningkatan drastis jamaah umrah dari Indonesia. “Bahkan sekarang penerbangan ke Saudi dan Timur Tengah jadi tulang punggung penerbangan internasional Garuda,” kata Deni di Jeddah.

Garuda, kata Deni, tahun ini juga menambah penerbangan langsung dari sejumlah daerah di Indonesia menuju Arab Saudi. Garuda juga telah menampilkan profil-profil daerah wisata selain Mekkah dan Madinah di Timur Tengah melalui inflight magazine. Bulan ini, mereka menampilkan profil soal Thaif, sebuah kota di dataran tinggi Saudi yang memilki banyak atraksi wisata dan sejarah.

Saat ini, lanjut Deni, Garuda melayani 34 penerbangan dari sejumlah bandara di Tanah Air ke Saudi. “Dengan penambahan destinasi baru, pasti ada peningkatan wisatawan dan bisnis di Indonesia,” ungkapnya. (hai)

LEAVE A REPLY