Kisah Menarik Petugas Haji Dirikan Halte Bus Sholawat

0
22
Bus Salawat salah satu layanan transportasi jamaah haji di Arab Saudi (Foto; Ist)
Bus Salawat salah satu layanan transportasi jamaah haji di Arab Saudi (Foto; Ist)

HAJIUMRHANEWS – Dalam penyelenggaraan ibadah haji, saban tahunnya, pemerintah Arab Saudi menerjunkan bus sholawat untuk mengantar jamaah dari hotel menuju Masjidil Haram dan sebaliknya. Namun, sayangnya keberadaan bus sholawat itu tidak dukung dengan adanya halte bus yang memadai untuk para jamaah haji. Kondisi ini, membuat petugas haji yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi berinisitif mendirikan halte bus.

Boleh jadi, bagi sebagian orang membayangkan halte bus itu sebuah tempat yang dilengkapi atap sebagai pelindung dari hujan dan teriknya matahari yang lengkap dengan bangku panjang atau sejenisnya. Tapi, halte khusus bus sholawat ini berbeda jauh, sama sekali tidak ada kursi sebagai tempat duduk panjang apalagi atap.

Halte yang didirikan para petuga PPIH Arab Saudi itu hanya terdiri dari dua bendera Indonesia dan Arab Saudi ditambah satu kursi plastik sebagai tempat duduk sang petugas bidang transportasi. Setidaknya itulah yang dituturkan Kepala Bidang Transporatsi PPIH Arab Saudi, Subhan Cholid kepada Media Center Haji, seperti dikutip dari laman resmi Kemenag, pada Jumat (14/9).

Subhan mengisahkan waktu itu, pada musim haji 2013, pihaknya untuk pertama kalinya berinisiatif mendirikan halte bus shalawat. Kala itu, petugas haji yang ditempatkan pada setiap halte bus shalawat hanya menggunakan payung kanopi serta bendera merah putih sebagai penanada halte tersebut.

“Untuk menjadi penanda halte itu kita pasang payung kayak coca-cola sama bendera merah putih,” kata Subhan mengawali ceritanya kepada tim MCH beberapa waktu lalu.

Namun, kata Subhan, tidak sampai hitungan jam, payung kanopi beserta bendera merah putih langsung diangkut Baladiah (Satpol PP Arab Saudi). Sebab, mereka beranggapan tidak ada izinnya mendirikan sesuatu di area publik. Tidak lama kemudian petugas memasang lagi payung serta bendera tersebut, tapi tidak begitu lama diambil Baladiyah lagi.

“Semuanya diangkut karena menurut mereka tidak ada izin, ceritanya nggak boleh, kemudian kita pasang lagi karena dia udah pergi nggak lama diambil lagi,” ujar Subhan.

Akhirnya, tercetus ide untuk membeli bendera Arab Saudi yang kemudian dikibarkan berjejer dengan bendera merah putih. Waktu itu, kata Subhan, pihaknya berpikiran dengan mengibarkan bendera Arab Saudi akan sedikit membantu terhindar dari razia Baladiyah.

Rupanya, benar saja, dengan membeli lalu mengibarkan bendera kedua negara cukup ampuh, hingga sampai sekarang hal itu dilakukan tim PPIH bagian transportasi. Kedua bendera tersebut menjadi penanada sekaligus halte bus shalawat dan jamaah haji Indonesia. (hai/mch)

LEAVE A REPLY