Amir bin Fuhayra, Penghapus Jejak Kaki Rasulullah saat Hijrah ke Madinah

0
120

15366469155b975f039ccf6

Hajiumrahnews – Salah satu alasan Nabi hijrah dari Mekah ke Madinah adalah adanya tekanan yang sangat hebat dari kelompok kafir Quraish. Bahkan, nyawa Nabi dan para sahabatnya amat terancam. Selain itu, alasan untuk mengembangkan dan menyebarkan Islam di wilayah yang baru, Madinah. Di sinilah, Nabi akhirnya amat sukses membangun peradaban Islam. Dari sini pulalah Islam kemudian menyebar ke seluruh dunia.

Namun, tulisan ini tentu saja sedang tidak membicarakan perkembangan Islamnya, namun lebih menyoroti pada proses hijrahnya Nabi. Di mana salah satu cara untuk menghilangkan jejak hijrah Nabi dan sahabatnya itu adalah menghapus jejak-jejak kaki mereka.

Lalu, siapakah sosok yang menghapus jejak-jejak kaki mereka tersebut?

Adalah Amir bin Fuhayra yang ditugaskan untuk menghapus jejak kaki Rasulullah dan Abu Bakar as-Siddiq. Dulunya dia adalah seorang penggembala. Lalu dibeli Abu Bakar sebagai budak dan disuruh menggembala domba-dombanya. Nantinya, Abu Bakar memerdekakannya dari statusnya sebagai budak. Hingga akhirnya ia menjadi salah satu sahabat Rasulullah.

Seperti dikutip buku Muhammad: Kisah Nabi Berdasarkan Sumber Klasik, Amir bin Fuhayra diperintahkan Abu Bakar untuk mengikuti perjalanan mereka. Sambil menggembala kambing, Amir bin Fuhayra menghapus jejak kaki Rasulullah, Abu Bakar, serta Abdullah bin Abu Bakar dan hewan tunggangannya dari mulai rumah Abu Bakar hingga Gua Tsur.

Sesampainya di Gua Tsur, Abu Bakar menyuruh anaknya, Abdullah, untuk kembali ke Makkah, bersama dengan Amir bin Fuhayra. Ia ditugaskan untuk menghimpun informasi tentang apa rencana dan strategi kafir Quraish setelah mengetahui bahwa Rasulullah telah meninggalkan Makkah.

Selama Abdullah mencari informasi terkait pihak musuh, Amir bin Fuhayra kembali bertugas menggembala domba-domba Abu Bakar bersama teman-temannya yang lain. Keesokan harinya, setelah mendapatkan informasi yang valid Abdullah bersama Amir bin Fuhayra berangkat ke Gua Tsur, tempat di mana Rasulullah dan ayahnya tinggal sementara. Lagi-lagi, Amir bin Fuhayra ditugaskan untuk menutupi jejak Abdullah.

Kepada Rasulullah dan ayahnya, Abdullah melaporkan bahwa kafir Quraish membuat sayembara. Siapapun yang berhasil menemukan dan membawa Rasulullah kembali ke Makkah, maka ia akan mendapatkan hadiah 100 ekor unta. Berkat Allah, Rasulullah dan Abu Bakar selamat dari kejaran pihak musuh. (*)

LEAVE A REPLY