Sedikitnya Ada 103 Jamaah yang Tanazul

0
37
Perawat di KKHI Madinah sedang melayani jamaah yang sakit.
Perawat di KKHI Madinah sedang melayani jamaah yang sakit.

HAJIUMRAHNEWS – Pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, ada lebih dari seratus jamaah gelombang pertama mengajukan tanazul. Dimana jamaah ini mengajukan untuk diproses lebih cepat atau lebih lambat kepulangannya. Biasanya, para jamaah yang ditanazulkan tersebut menderita berbagai penyakit.

Menurut Kordinator Tim Mobile Kesehatan Daker Airport, Rachmawanti Agustina, total ada 103 jamaah ditanazulkan melalui Bandara Kibg Abdul Aziz (KAA), Jeddah. Mereka diberangkatkan sepanjang masa pemulangan gelombang satu sejak 27 Agustus hingga 9 September ini.

Demikian seperti dikutip hajiumrahnews.com dari laman resmi Kemenag, pada Senin (10/9).

Rachmawanti menambahkan, tiga jamaah sempat ditunda pemulangan lebih cepatnya. Kendati demikian, masuk lagi tiga permohonan tanazul baru yang akan berangkat sebelum pemulangan kloter terakhir pada Minggu (9/9) dini hari waktu Arab Saudi.

Tanazul adalah proses percepatan atau penundaan pemulangan jamaah individual. Alasan utamanya biasanya karena jamaah masih dalam perawatan medis. Para jamaah dipulangkan dengan kloter berbeda pada debarkasi yang sama tempat di mana mereka berangkat. Jamaah yang ditanazulkan ada yang mengidap demensia, menderita penyakit paru kronis hingga stroke.

“Kebanyakan yang ditanazulkan memang sudah berisiko tinggi dari Tanah Air dan berusia tua,” kata Rachmawanti di Madinah, Sabtu (8/9) malam.

Jamaah yang ditanazulkan biasanya mengambil kursi kosong dari kloter tertentu akibat anggota kelompok tersebut ada yang wafat atau masih dirawat di Saudi. Sepanjang pemulangan gelombang satu, kebanyakan jamaah tanazul bisa duduk dan hanya mengambil masing-masing kursi kosong kloter pemulangan.

“Hanya dua jamaah yang harus dibaringkan,” kata Rachmawanti.

Sebelum pemulangan, lanjutnya, jamaah yang ditanazulkan diserahkan ke Tenaga Kesehatan Haji Daerah yang mendampingi masing-masiing kloter. Jamaah tersebut kemudian dijemput keluarga di debarkasi untuk menjalani perawatan kesehatan lanjutan di Tanah Air.

Sejauh ini, ada dua jamaah masih dirawat di RS King Abdullah, Jeddah. Mereka akan terus diawasi perawatannya oleh petugas PPIH Arab Saudi untuk nantinya diputuskan penanganan selanjutnya. Ratusan jamaah lain masih dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah maupun RS Arab Saudi. Jika memungkinkan, mereka akan dievakuasi ke Madinah seiring dengan pemulangan jamaah berikutnya. (hai/mch).

LEAVE A REPLY