PBB Apresiasi Inovasi Baznas Entaskan Kemiskinan

0
15

PLTHM JambiHAJIUMRAHNEWS – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mendapat apresiasi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui UNDP atas inovasinya menggagas model pembiayaan akses listrik untuk pengentasan kemiskinan. Dalam hal ini, dana zakat yang dikelola Baznas untuk membangun dan merevitalisasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Jambi.

“Inisiatif PLTMH Jambi berbasis dana zakat yang digagas Baznas ini, adalah salah satu wujud aplikasi nyata dari Sustainable Development Goals (SDGs),” ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Bambang Brojonegoro dalam sambutannya di peresmian PLTMH di Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Jambi, Rabu (5/9).

Menurutnya, program ini turut serta meningkatkan akses energi bersih dan terjangkau (SDGs nomor 7), untuk mendukung pemberantasan kemiskinan (SDGs nomor 1) dan peningkatan kemakmuran masyarakat (SDGs nomor 1).

“Tidak hanya memberikan akses listrik ke masyarakat, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap pengembangan daerah untuk mengurangi kesenjangan pembangunan nasional,” ucap Menteri PPN.

Dalam sambutannya, Ketua Baznas, Bambang Sudibyo, menyebutkan, kerja sama UNDP, EBTKE-ESDM dengan dukungan Baznas melalui dana zakat dan Bank Jambi dengan dana CSR untuk pemenuhan akses listrik adalah untuk mengentaskan asnaf fakir dan miskin dari kemiskinan, khususnya di Provinsi Jambi.

“Setelah 73 tahun merdeka, Baznas turut berperan memerdekakan rakyat dari kegelapan,” katanya.

Karena itu, imbuh dia, untuk membangun dan merevitalisasi PLTMH, Baznas mengalokasikan US$350.000 atau setara dengan Rp 4,8 miliar dan ditambah dana CSR dari Bank Jambi sebesar US$281.357 setara Rp 3,76 miliar. “Dana ini dimanfaatkan untuk membangun satu PLTMH baru dan merevitaslisasi tiga unit pembangkit listrik untuk empat desa di Provinsi Jambi,” ujarnya.

Program ini, lanjutnya, memberikan akses listrik pada 4.448 orang dari 803 rumah tangga. Data dari Kementerian ESDM mengungkapkan bahwa rasio elektrifikasi di Jambi hingga Desember 2017 adalah 91,40 % masih berada di bawah rasio nasional 95,35 %. Tanpa akses listrik yang menunjang ekonomi, pendidikan dan kesehatan, masyarakat menjadi semakin rentan terhadap kemiskinan.

“Ini adalah dukungan pertama oleh Baznas dalam penggunaan dana zakat untuk SDGs di Indonesia dan di dunia,” ucapnya.

Bambang menjelaskan, sebelum pembangunan dilaksanakan selama 6 bulan, telah dilakukan persiapan intensif selama 7 bulan.  “Ini termasuk pemilihan lokasi dan pelibatan semua pemangku kepentingan untuk memastikan penerima manfaat adalah fakir miskin dan yang paling membutuhkan (mustahik),” kata mantan Menteri Keuangan ini.

Sementara Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, Noor Arifin Muhammad menuturkan, pembangunan ini merupakan inisiatif bersama dari masyarakat yang diimplementasikan melalui kerja sama pendanaan dari beberapa pihak.

“Pemerintah mengapresiasi dan sangat mendukung program ini sebagai bagian dari upaya penyediaan tenaga listrik berbasis Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBT).  Pembangunan baru dan revitalisasi PLTMH Jambi ini juga sejalan dengan cita-cita EBTKE-ESDM untuk mewujudkan ‘Energi Berkeadilan’ di Indonesia,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Deputy Country Director UNDP Indonesia, Sophie Kemkazhe, menegaskan, pembangunan PLTMH sangat penting karena listrik yang masuk ke desa memberikan harapan dan kesempatan bagi warga untuk memperbaiki taraf kehidupannya.

“Sebelumnya, proses persalinan terpaksa dilakukan dalam gelap gulita, anak-anak belajar dan beribadah dengan cahaya lilin dan tanpa listrik, kesempatan untuk berwirausaha sangat kecil. Ini adalah contoh pertama bagaimana kemitraan inklusif antara UNDP, EBTKE-ESDM, Baznas, sektor swasta dalam hal ini Bank Jambi dan pemerintah, dapat memberdayakan masyarakat lokal dan berkontribusi pada pencapaian SDGs,” katanya.

Media Visit dan Pemberdayaan

Sementara itu, Wakil Ketua Baznas, Zainulbahar Noor menjelaskan, Baznas sudah dua kali diundang menjadi narasumber di salah satu forum PBB yang dimediasi UNDP, terkait potensi dana zakat untuk SDGs.

Menurutnya, pada tahun 2017 dan 2018, gagasan Baznas diakomodasi dan dirumuskan sebagai bagian dari innovative financing dengan zakat inklusi sebagai ‘ujung tombak’.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, Mohd. Nasir Tajang, menambahkan, bersamaan dengan peresmian PLTMH oleh Menteri PPN, Baznas menunjukkan dampak-dampak positif kehadiran PLTMH terhadap pemberdayaan masyarakat melalui stan-stan pameran.

“Ada banyak program yang dikembangkan Baznas dipresentasikan dalam tenda-tenda pameran pada acara peresmian,” kata Nasir.

Nasir mencontohkan, industri rumah tangga penggilingan kopi, pencacah sampah untuk pupuk, penetas telur,  menjahit, produk kuliner tradisional, industri rumahan pengolah karet, dan sejenisnya.  “Program ini merupakan bagian dari Zakat Community Development (ZCD) yang dikembangkan sebagai dampak dari pembangunan PLTMH,” ujar dia.

Sebelumnya, Baznas dan UNDP mengundang sekitar 20 media cetak dan elektronik untuk meliput PLTMH berbasis zakat di Kabupaten Merangin, yakni di Desa Ngaol, Air Liki dan Air Liki Baru, Kecamatan Batang Tabir Barat. Kawasan ini hanya bisa dicapai dengan mengendarai mobil bergardan ganda (4 WD) selama lima jam setelah mendarat di Bandara Bungo. Kemudian naik perahu dua jam dan diteruskan dengan ojek melewati tebing dan jurang yang dalam sekitar satu jam.

Media visit berlangsung dua hari, Senin-Selasa (3-4/9), dan dilanjutkan meliput puncak acara peresmian PLTMH oleh Menteri PPN pada Rabu (5/9) di Desa Lubuk Bangkar, Kabupaten Sarolangun.

Selain Ketua Baznas, Wakil Ketua Baznas, turut hadir pula Plt Gubernur Jambi, Fachrori Umar; Bupati Sarolangun, Cek Endra; Deputy Country Director UNDP Indonesia, Sophie Kemkhaze; Technical Advisor UNDP, Ikhsan Modjo; dan Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, Noor Arifin Muhammad.

Turut hadir pula anggota Baznas, Emmy Hamidiyah dan Nana Mintarti; Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, Mohd. Nasir Tajang; Ketua Baznas Provinsi Jambi, Aminullah Amit, Ketua Baznas Kabupaten Sarolangun serta pimpinan Baznas kabupaten/kota se-Jambi. (hai)

LEAVE A REPLY