Kazan, Kota Ramah Muslim di Rusia

0
87
Kazan Rusia. (foto:google)
Kazan Rusia. (foto:google)

HAJIUMRAHNEWS – Tidak pernah terbayang sebelumnya bisa menginjakkan kaki di kota ini. Karena jaraknya yang jauh dari kota Moskow, Rusia. Kazan ditempuh selama 12-13 jam jalan darat dari ibukota.

“Tapi karena rasa penasaran terhadap kota ini, akhirnya saya pun berangkat sendirian, tanpa guide. Walaupun minimnya orang Rusia yang bisa berbahasa Inggris,” kata Abdul Fathir Kautsar, kontributor hajiumrahnews.com melaporkan pada Minggu, (2/9) terkait perjalanannya ke Kazan pada 18-21 Juli lalu.

Fathir mengatakan, setelah sampai di Kazan, alhamdulillah ternyata sudah ada yang menjemput Syeikh Ibrahim Sabirov yang merupakan Ketua Dewan Tahfizh Federasi Rusia. “Dengan keramahan dan ketawadu’annya, beliau rela menjemput saya,” ujar Fathir yang tercatat sebagai Koordinator Pengembangan Sumber Daya Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Lebanon.

Padahal, kata Fathir, Syeikh Ibrahim baru saja pulang dari setelah berkeliling dua pekan lamanya untuk berdakwah dan mengunjungi markas-markas tahfiz di Rusia.

“Alhamdulillah dengan izin Allah, saya dipertemukan dengan para ulama, para tokoh serta orang-orang shaleh. Saya diajak untuk mengunjungi beberpa masjid, markaz tahfizh serta perguruan tinggi. Bahkan beberapa kali saya disuruh ceramah memberikan motivasi kepada anak-anak yang sedang menghafal Al-Qur’an,” kata Fathir yang mengakui dirinya sadar bahwa ia sendiri masih harus belajar.

WhatsApp Image 2018-08-28 at 11.07.48 AMDalam laporannya, Fathir mengakui ia menjadi tahu dan belajar bagaimana cara menghormati tamu. Tanpa melihat siapa tamunya, figur ataupun bukan. “Mereka menghormati karena dasar ukhuwah. Ya, ukhuwah Islamiyyah, saudara sesama muslim,” katanya.

“Saya rasakan dan lihat dari sikap serta raut wajah mereka yang sangat ikhlas dan senang ketika menerima tamu. Karena mereka sejatinya mengamalkan apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam,” imbuhnya.

Menurut Fathir, Kazan membuatnya terenyuh, pasalnya masih ada kota di ujung belahan dunia sana yang memperhatikan dan mendalami Islam secara kafah. Terbukti, lanjut Fathir, dari ratusan masjid yang ada, serta ribuan para penghafal Al-Qur’an yang sedang belajar di markas-markas tahfizh.

“Banyak cerita serta pelajaran yang saya dapat. Nuansa Islami serta keramahan penduduk Kazan membuat saya jatuh hati. Ingin rasanya mengunjungi kembali kota ramah tersebut di lain waktu,” ujarnya.

Baginya, Kazan mengajarkan, bahwa untuk memperbanyak saudara tidak membutuhkan uang, akan tetapi Islam adalah jawabannya. “Semoga Allah senantiasa mengizinkan kita semua untuk mengunjungi kota Kazan nantinya,” harapnya.

Penulis bersama Syeikh Ibrahim  Sabirov dan rekan-rekannya
Penulis bersama Syeikh Ibrahim Sabirov dan rekan-rekannya

Seperti diketahui, Kazan merupakan ibukota Tatarstan dan salah satu kota terbesar Rusia. Kota ini juga dikenal sebagai pusat industri, perdagangan, dan budaya, dan pusat budaya Tatar yang dihuni mayoritas muslim.

Di kota ini banyak ditemui beberapa monumen besar, seperti Masjid Agung Kul Syarif, sebuah gereja kuno, kremlin (benteng kota), dan makam para syuhada. Boleh jadi, Masjid Kul Syarif termasuk yang terbesar di Eropa dengan arsitektur khas dengan menara tingginya. Dan bisa dikatakan ini karena pengaruh Masjid Biru di Istanbul Turki.

Lantaran mayoritas muslim, di kota ini, para turis tidak akan kesulitan untuk mendapatkan kuliner halal. Biasanya, di rumah makan yang banyak buka di pinggir jalanan ditempeli dengan logo halal. Di antaranya di kawasan Staro-Tatarskaya Slobboda, Tatar Village dan Bauman banyak ditemui tempat makan halal yang bisa dikunjungi. (hir/hai)

LEAVE A REPLY