Asita Jakarta Travel Mart Kembali Hadir

0
57

ajtm dki 2018

HAJIUMRAHNEWS–Dalam lima tahun terakhir ini pamor Indonesia sebagai destinasi wisata kian dikenal dunia. Bahkan di tengah persaingan global, industri pariwisata Indonesia terus menggeliat, pun dengan bisnis penunjangnya. Tak heran bila para pelaku bisnis pariwisata asal Indonesia di pentas dunia makin diperhitungkan.

Karenanya, Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) DKI Jakarta, Hasiyanna S. Ashadi menilai kondisi ini akan mendorong terus meningkatnya pertumbuhan industri pariwisata Indonesia dan mensejajarkan diri dengan negara-negara lain yang lebih dulu maju pariwisatanya.

“Inilah saatnya kita untuk terus berupaya mendapatkan pasar, jangan sampai kita hanya jadi penonton,” kata Hasiyanna yang ditemui di sebuah hotel di bilangan Tebet Jakarta beberapa waktu lalu.

Untuk memperkuat sekaligus mempromosikan pasar pariwisata, ASITA DKI Jakarta, kembali menggelar Asita Jakarta Travel Mart (AJTM) 2018. Gelaran kali ketiga ini bakal dihelat pada 18-20 September di Hotel Holiday Inn Kemayoran, Jakarta. Ajang AJTM 2018 yang mengusung tema Bigger, Better, Bolder ini telah di launching secara digital di sekretariat Asita DKI Jakarta pada 23 Juli 2018 lalu.

Menurutnya, saat ini banyak bisnis penunjang pariwisata menjamur dan terus berkembang. Karena itu, pihaknya kembali menggelar AJTM. Kegiatan ini merupakan ajang terciptanya pasar jual‐beli di Ibukota negara bagi para pelaku industri pariwisata, khususnya pasar domestik yang dikemas secara Business to Business (B2B).

AJTM 2018 merupakan penyelenggaraan kali ke tiga sejak pertama kali digelar pada tahun 2016 lalu. Bahkan, event ini pun telah disahkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayan Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Ketua AJTM 2018, Jongki Adiyasa mengatakan gelaran AJTM yang hadir kembali pada tahun ini bertujuan untuk lebih menegaskan eksistensi AJTM sebagai event tahunan di Jakarta. “Setelah sukses dilaksanakan selama dua tahun berturut–turut, acara ini sangat dinantikan oleh para pelaku industri Pariwisata, khususnya di Jakarta,” kata Jongki.

Jongki menambahkan, AJTM tidak hanya memfasilitasi terjadinya transaksi jual‐beli paket destinasi wisata antara buyer dan seller, tetapi sekaligus mengenalkan dan mensosialisaikan ikon‐ikon kebudayaan Betawi kepada para seller yang berpartisipasi baik dari dalam maupun luar negeri.

“Tentunya, acara ini sangat membantu sosialisasi ikon‐ikon kebudayaan Betawi secara merata yang diprakarsai oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta,” ujarnya.

Sejak awal diselenggarakan, kata Jongki, AJTM selalu mempertemukan seller dan buyer yaitu pelaku pariwisata dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia seperti Biro Perjalanan Wisata (BPW), destinasi wisata, Dinas Pariwisata juga industri pendukung lainnya seperti asuransi perjalanan, perbankan, transportasi.

“Dengan kuota meja lebih banyak, untuk tahun 2018 ini dialokasikan juga seller untuk Biro Perjalanan Wisata dan juga Tourism Board atau National Tourism Office dari negara lain,” katanya.

Sedangkan buyer, kata Jongki, merupakan para pemilik atau pimpinan perusahaan BPW dan Agen Perjalanan Wisata yang bernaung dalam wadah Asita Jakarta. “Lebih dari 300 buyer potensial akan hadir membawa peluang bisnis,” ungkap Jongki.

Lebih lanjut, Jongki mengatakan, pada AJTM 2017 dari 60 meja yang dialokasikan untuk seller, terisi 65 meja yang diikuti oleh 23 BPW se-Indonesia, 22 usaha perhotelan, 11 instansi pendukung Pariwisata, dua perusahaan penerbangan, dua usaha kuliner dan pusat oleh-oleh, tiga destinasi wisata, satu industri pariwisata dari luar negeri.

Dari 100 meja yang disediakan, lanjut Jongki, panitia mengalokasikan 50 persen untuk BPW se-Indonesia, 20 persen untuk fasilitas dan akomodasi, 10 persen diperuntukan instansi pendukung, 15 persen untuk BPW dan Tourism Board atau NTO dari luar negeri, dan sisanya 5 persen untuk perusahaan penerbangan.

“Kami akan mendatangkan 200 BPW dan agen perjalan wisata anggota Asita DKI Jakarta, 50 BPW dan agen perjalanan wisata anggota Asita DPD lainnya, serta 50 pelaku industri pariwisata potensial dari seluruh Indonesia,” jelas Jongki.

ajtm2018

Jongki menggarisbawahi bahwa seluruh rangkaian kegiatan AJTM ini dilakukan swadaya serta didukung beberapa sponsor. Dengan kegiatan yang setiap tahun bertambah besar ini Asita DKI Jakarta berharap dua  tahun mendatang AJTM akan menjadi satu ajang kegiatan pameran pariwisata yang merupakan salah satu event bertaraf internasional di Ibukota.

“Tentunya peran serta pemerintah akan dapat mewujudkan harapan ini menjadi kenyataan,” tandasnya.

“Kami berharap kegiatan AJTM 2018 dapat berjalan lancar dan sesuai target pencapaian serta membantu program pemerintah dalam pemeretan kunjungan wisatawan lokal ke penjuru nusantara,” pungkas Jongki.

Penasaran? Informasi lebih lanjut bisa hubungi sekretariat Asita DKI Jakarta atau kunjungi laman resminya di www.ajtm.asitajakarta.org (hai/adv.)

LEAVE A REPLY