Bantu Korban Gempa, Baznas Bangun Rumah Sakit Lapangan di Lombok Utara

0
149
Wakil Ketua Baznas Zainulbahar Noor saat meninjau Rumah Sakit Lapangan yang dibangun Baznas di Kabupaten Lombok Utara, NTB pada Minggu (26/8)
Wakil Ketua Baznas Zainulbahar Noor saat meninjau Rumah Sakit Lapangan yang dibangun Baznas di Kabupaten Lombok Utara, NTB pada Minggu (26/8)
Wakil Ketua Baznas Zainulbahar Noor saat meninjau Rumah Sakit Lapangan yang dibangun Baznas di Kabupaten Lombok Utara, NTB pada Minggu (26/8)nas

HAJIUMRAHNEWS – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membangun Rumah Sakit Lapangan di Dusun Orong Kopang, Desa Medane, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Rumah Sakit Lapangan ini melayani kebutuhan medis dan psikologi para pengungsi gempa bumi yang belum dapat kembali hidup normal.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Baznas, Zainulbahar Noor mengingat dampak bencana gempa Lombok yang kian meluas, sementara kebutuhan medis dan fasilitas kesehatan yang belum berfungsi optimal, sebagaimana keterangan resmi yang diterima hajiumrahnews.com pada Minggu (26/8).

Menurutnya, RSL memiliki beragam fasilitas medis antara lain Unit Gawat Darurat (UGD), poli konsultasi medis dan psikologi, kontrol kehamilan dan melahirkan, kontrol tumbuh kembang, menyusui, sunat, operasi minor, program lansia hingga rawat inap.

Selain itu, dokter dan tim medis lainnya RSL juga akan berkeliling menjemput bola mendatangi titik-titik pengungsian yang masih membutuhkan layanan kesehatan.

“Ratusan ribu pengungsi saat ini rentan terjangkit penyakit karena kondisi yang masih darurat, sehingga Baznas hadir untuk membantu pemerintah memberikan layanan kesehatan terbaik bagi korban gempa,” katanya.

Ia mengatakan, amanah masyarakat terhadap dana zakat, infak dan sedekah yang ditunaikan kepada Baznas dapat bermanfaat sebesar-besarnya bagi para pengungsi, yang karena kondisinya kini masuk dalam kategori mustahik (golongan yang berhak menerima zakat).

Sementara Bupati Lombok Utara, Najmul Ahyar menyampaikan pentingnya pendirian Rumah Sakit Lapangan Baznas karena saat ini masyarakat masih memerlukan pertolongan medis.

“Rumah Sakit Lapangan Baznas ini ada ruang perawatan, ruang rekam medis dan itu luar biasa. Bantuan ini sangat berarti untuk masyarakat Lombok Utara,” katanya usai mengunjungi Rumah Sakit Lapangan Baznas dan hunian sementara bagi para pengungsi.

Baznas dalam hal ini, kata Bupati, merespon cepat gempa bumi di Lombok dengan menerjunkan lebih dari 50 personil organik dan relawan untuk membantu korban melalui berbagai program. Hingga saat ini, berbagai program Baznas telah diterima manfaatnya oleh lebih dari 7 ribu jiwa.

Dalam kesempatan itu, Koordinator Layanan Medis Baznas untuk Gempa Lombok, dr Putro Muhammad mengatakan, RSL sangat dibutuhkan oleh para pengungsi, terlebih bagi kaum rentan yang memiliki resiko terjangkit penyakit, seperti bayi dan balita, ibu hamil dan menyusui serta lansia.

“Para pengungsi yang memiliki resiko tinggi ini memerlukan tempat perawatan yang memadai dalam kondisi darurat ini, karena itu kami menyiapkan ruang rawat inap agar dapat mengurangi resiko mereka tertular penyakit,” katanya.

Dalam mendirikan layanan kesehatan bagi para pengungsi ini, Baznas berkoordinasi dengan Puskesmas setempat agar penanganan pengungsi dapat tertangani secara efektif dan efisien.

“Operasional Rumah Sakit Lapangan Baznas terkoordinasi dengan puskesmas setempat, layanan yang kami sediakan bertujuan untuk menunjang revitalisasi puskesmas yang belum berfungsi seperti sedia kala,” katanya.

Menurutnya, Baznas telah membantu para korban gempa bumi di NTB sejak 29 Juli 2018 setelah pulau seribu masjid ini diguncang gempa bumi 6,4 SR. Bantuan berupa karitas dan pemberdayaan, mulai dari evakuasi dan penyelamatan, dapur umum, toilet umum,  hunian sementara bagi para pengungsi, layanan kesehatan, layanan pendidikan berupa pendirian 3 unit sekolah darurat, pembangunan masjid darurat dan program ekonomi berupa pendirian 2 unit pasar darurat.

Selain itu, Baznas juga menggelar penyembelihan hewan kurban di berbagai lokasi pengungsian, salah satunya di Desa Orongkopang karena para pengungsi ini membutuhkan asupan gizi agar tak mudah tertular penyakit di tengah keterbatasan kondisi pengungsian. (hai)

LEAVE A REPLY