Menyambangi Masjid Jami Tokyo yang Bergaya Ottoman

0
47
Masjid Jami Tokyo, Jepang. (foto:iitcf)
Masjid Jami Tokyo, Jepang. (foto:iitcf)

HAJIUMRAHNEWS–Di pusat kota Shinjuku dan Harajuku terdapat sebuah bangunan dengan kubah dan menara yang megah. Bangunan ini menjadi sangat berbeda dengan bangunan yang ada di sekitarnya yang memiliki ciri khas Jepang.

Hal ini disampaikan Chairman Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) Priyadi Abadi yang melaporkannya untuk hajiumrahnews.com melalui WhatsApp langsung dari Tokyo, Jepang, Jumat, (24/8)

Menurut Priyadi, bangunan berkubah itu dinamai Tokyo Camii, sebuah masjid terbesar di Jepang yang dibangun bergaya Ottoman. Masjid Tokyo ini dibangun oleh migran muslim Tatar yang melarikan diri saat terjadi revolusi komunis di Rusia pada 1930an.

“Mereka adalah kelompok migran muslim terbesar di Jepang dan membangun Masjid Tokyo pada 1938,” kata Priyadi yang tengah mendampingi wisatawan Indonesia yang tengah berlibur ke Jepang ini.

Sekilas, kata Coach PA, begitu sapaan akrabnya, Tokyo Camii di Jepang ini memiliki arsitektur yang mirip dengan Masjid Biru di Istanbul. Ternyata Camii adalah bahasa Turki yang berasal dari bahasa Arab ‘jamii’, yang artinya ”jamaah” atau sebuah masjid besar yang memang digunakan untuk keperluan sholat Jumat dan sholat lima waktu setiap harinya.

Dalam tour kali ini, Priyadi menjelaskan masjid jami’ Tokyo ini memiliki arsitektur yang mirip gaya Turki. Konon, lanjutnya, dulu para arsitektur masjid ini sengaja diboyong dari Turki.

Lebih lanjut, owner Adinda Azzahra Tour & Travel ini mengatakan, ternyata Islam tumbuh subur di Negeri Sakura hingga hari ini. “Bahkan kini, banyak masjid berdiri di kota-kota besar di Jepang. Begitu juga wisata halal semakin berkembang pesat,” ujarnya.

Selain Masjid Jami Tokyo, menurut catatan sejarah, Jepang juga memiliki dua masjid tua lainnya, yakni Masjid Nagoya dan Masjid Kobe. Masjid Nagoya adalah masjid pertama yang dibangun oleh komunitas muslim di Jepang pada 1931. Sementara Masjid Kobe didirikan pada 1935 oleh migran muslim asal India.

masjid jepang

Priyadi menambahkan, saat renovasi pada tahun 2000 lalu, semua dana ditanggung pemerintah Turki. Tidak hanya sebagai pusat keagamaan, Masjid Tokyo juga difungsikan sebagai tempat menyelenggarakan pernikahan, peragaan busana, pertunjukkan, pameran dan konferensi. Remaja masjid juga aktif di dalam Masjid Tokyo.

Adalah Yuai International School komunitas yang kerap menyelenggarakan kelas-kelas seperti membaca Alquran, mengenal Islam, karate dan kaligrafi. Sekolah tersebut dikelola oleh Islamic Center of Japan (IJC), sebuah lembaga muslim yang berdiri pada 1966.

Selama ini, kata Priyadi, masjid tersebut tidak hanya untuk sholat, tapi dijadikan pusat budaya dan perpustakaan Islam, makan-makanan Turki dan bahkan membeli souvenir Turki di masjid ini. “Mereka juga mengadakan program dakwah untuk memperkenalkan Islam kepada Non Muslim setiap minggunya,” katanya. (hai)

LEAVE A REPLY