Safari Wukuf, Sebuah Catatan Kecil

0
83
Direktur Pengelolaan Dana Haji Ramadhan Harisman dan Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr Eka jusuf Singka bersama para jamaah haji yang di safariwukufkan. (foto:Ramadhan)
Direktur Pengelolaan Dana Haji Ramadhan Harisman dan Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr Eka jusuf Singka bersama para jamaah haji yang di safariwukufkan. (foto:Ramadhan)

Safari Wukuf, Sebuah Catatan Kecil

Oleh Ramadhan Harisman*

“al-Hajju Arafah.” Dalam pelaksanaan rangkaian ibadah haji, wukuf di padang Arafah merupakan merupakan salah satu dari rukun haji yang wajib dilakukan oleh setiap jamaah haji. Tidak sah ibadah hajinya apabila rukun haji ini tidak ditunaikan. Dalam kondisi apapun, wukuf mesti dilakukan.

Secara harfiah wukuf berarti: berdiam diri atau berhenti. Wukuf di padang Arafah adalah ritual haji yang dilakukan dengan cara berdiam diri di padang Arafah dimulai ba’da zawal (saat tergelincirnya matahari yang menandakan masuknya waktu dhuhur) tanggal 9 Dzulhijjah hingga terbit fajar tanggal 10 Dzulhijjah.

Tahun ini, pemberangkatan jamaah haji reguler Indonesia ke Arafah dilaksanakan secara berangsur-angsur sejak pagi hari hingga malam hari pada tanggal 8 Dzulhijjah 1439H bertepatan dengan tanggal 19 Agustus 2018. Namun demikian, ada sebagian saudara kita yang berhaji tahun ini, karena kondisi kesehatannya, tidak bisa diberangkatkan bersama dengan saudara-saudara kita lainnya pada tanggal 8 Dzulhijjah tersebut.

Karena kehadiran di Arafah, walaupun hanya beberapa saat, merupakan rukun haji yang tidak boleh ditinggalkan, Pemerintah bertanggung jawab atas kesempurnaan ibadah Jamaah haji. Meskipun sakit tetap harus melaksanakan rukun haji (wukuf di Arafah).

Hari ini 9 Dzulhijjah 1439H (20 Agustus 2018), 71 jamaah haji Indonesia diberangkatkan ke Arafah dengan 10 bus, baik dalam posisi berbaring atau duduk. Kegiatan ini dikenal dengan ‘Safari Wukuf’.

Jamaah safari wukuf, didampingi petugas kesehatan yang terdriri dari dokter dan paramedis serta pembimbing Ibadah. Petugas kesehatan melakukan pemantauan dan pendampingan selama dalam bus, dan pembimbing ibadah menuntun jamaah membaca talbiyah, berzikir, dan melakukan khutbah wukuf. Selain itu, pembimbing ibadah juga menuntun setiap jamaah untuk tayamum dan melaksanakan sholat jamak taqdim Dzuhur dan Ashar di bus.

Setelah pelaksanaan safari wukuf, kepada para jamaah tersebut akan ‘diwakilkan’ untuk pelaksanaan melontar jumrah dan Tawaf Ifadah oleh para petugas yang sudah ditunjuk. Sehingga seluruh jamaah haji dapat melaksanakan keseluruhan rukun haji dan hajinya menjadi sah.

Semoga semua jamaah yang melaksanakan ibadah haji tahun ini mendapatkan pahala haji mabrur. “Al hajjul mabruru laisa lahuu jazaa’un illal jannah.” bahwa haji yang mabrur itu tidak ada balasannya kecuali surga. Semoga. (*)

Berikut beberapa foto aktifitas petugas safari wukuf dan jamaah haji 2018.

Petugas haji tengah melayani jamaah haji yang sakit dan di safari wukuf-kan
Petugas haji tengah melayani jamaah haji yang sakit dan di safari wukuf-kan
foto dokumentasi Ramadhan Harisman
foto dokumentasi Ramadhan Harisman
Foto dokumentasi Ramadhan Harisman
Foto dokumentasi Ramadhan Harisman
Foto dokumentasi Ramadhan Harisman
Foto dokumentasi Ramadhan Harisman

*Penulis adalah Direktur Pengelolaan Dana Haji Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama.

LEAVE A REPLY