Menag Bangga Kenakan Batik dan Kopiah Hitam

0
132
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ditemani Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nizar Ali, dan sejumlah pejabat eselon II Ditjen PHU serta delegasi Amirul Hajj berjalan ke halte bus shalawat nomor 7 jurusan Syisyah-Syib Amir yang berada di depan hotel 113, Selasa (14/8). (foto:mch)
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ditemani Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nizar Ali, dan sejumlah pejabat eselon II Ditjen PHU serta delegasi Amirul Hajj berjalan ke halte bus shalawat nomor 7 jurusan Syisyah-Syib Amir yang berada di depan hotel 113, Selasa (14/8). (foto:mch)

HAJIUMRAHNEWS – Tanpa kesibukan protokoler, Selasa sore (14/8) Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin keluar dari Kantor Daerah Kerja (Daker) Mekkah meluncur ke Masjidil Haram. Ditemani Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nizar Ali, dan sejumlah pejabat eselon II Ditjen PHU serta delegasi Amirul Hajj, Menag berjalan ke halte bus shalawat nomor 7 jurusan Syisyah-Syib Amir yang berada di depan hotel 113, Menag tampak mengenakan kain sarung batik.

Ketika ditanya mengapa bersarung batik, Menag menjawab batik merupakan sebuah warisan yang harus dilestarikan, maka dari itu dia bangga mengenakannnya bahkan mengoleksinya.

“Ya sarung batik ini karya anak bangsa yang harus dihargai. Saya sengaja mengenakannya untuk shalat di Masjidil Haram sore ini,” kata Menag yang ditemui usai shalat Maghrib di Masjidil Haram, seperti dikutip hajiumrah dari laman resmi Kemenag, Rabu (15/8).

Menag mengakui, dirinya mengoleksi sarung batik. Adapun sarung yang dikenakan kali ini adalah kain jarik. Karena sulit ditemukan, ia pun jahit sendiri kain jariknya

“Kalau harga tergantung. Saya mengoleksi sarung batik. Ada puluhan. Saya suka batik. Ini bukan sarung batik. Ini jarik. Kain batik. Kalau tulis sulit menemukan dalam bentuk sarung. Jadi jarik saya jahit menjadi sarung,” tutur Menag.

Selain mengenakan sarung batik, Menag juga mengenakan kopiah hitam, menurutnya kopiah hitam juga menunjukkan identitas muslim dan juga identitas bagi bangsa Indonesia.

“Kopiah ini biasa saja. Bangsa indonesia biasa memakai kopiah karena ini tidak hanya identitas Muslim tapi juga bangsa. Bung Karno mengatakan ini ciri nasionalisme kita,” ujarnya. (hai/mch)

LEAVE A REPLY