Pondok Modern Tazakka Jalin Kerjasama dengan UGM Yogyakarta

0
78
Pimpinan Pondok Modern Tazakka Kyai Anang Rikza Masyhadi, MA dan Dekan FIB UGM, Dr. Wening Udasmoro, M.Hum, DEA, usai penandatanganan MoU di Yogyakarta pada Senin, (13/8).
Pimpinan Pondok Modern Tazakka Kyai Anang Rikza Masyhadi, MA dan Dekan FIB UGM, Dr. Wening Udasmoro, M.Hum, DEA, usai penandatanganan MoU di Yogyakarta pada Senin, (13/8).

HAJIUMRAHNEWS – Pondok Modern Tazakka Batang dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta sepakat bekerjasama dalam hal pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kesepakatan keduanya tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Pimpinan Pondok Modern Tazakka Kyai Anang Rikza Masyhadi, MA dan Dekan FIB UGM, Dr. Wening Udasmoro, M.Hum, DEA, di Yogyakarta pada Senin, (13/8).

Turut hadir menyaksikan penandatangan itu Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Kerjasama dan Alumni, Dr. Agus Suwignyo; Ketua Departemen Antar Budaya FIB, Prof. Dr. Sangidu, M. Hum; Ketua Program Studi Sastra Arab Dr. Amir Ma’ruf, M. Hum, Sekretaris Program Studi Sastra Arab Abdul Jawat, S.S., M. Hum dan dosen Sastra Arab FIB Imam Wicaksono, Lc., MA. Turut mendampingi Kyai Anang, hadir Sekretaris Pimpinan Affandi, S.Pd.I, Hilmi Ghifaria dan Sulthoni, Lc., MSI.

Menurut Kyai Anang, kerjasama antara Tazakka – FIB sebagai bukti semakin mengukuhkan hubungan baik keduanya yang telah terbina sejak 2005. Kala itu, dirinya menjadi Liassion Officer kerjasama FIB dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi di Mesir dan Timur Tengah. “Bersama Dekan FIB saat itu Prof. Dr. Syamsul Hadi, S.U., MA dan Wakil Dekan Kerjasama Profesor Sangidu melakukan terobosan kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di Mesir,” kata Kyai Anang dalam keterangan resmi yang diterima hajiumrahnews.com pada, Senin (13/8).

Kyai Anang menambahkan, saat Profesor Sangidu menjabat sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo hubungan kerjasama pendidikan dan penelitian Indonesia – Mesir semakin meningkat dan meluas. “Bahkan tidak saja dengan UGM tetapi juga dengan PTN dan PTS lain di Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut Kyai Anang menuturkan, saat Sekolah Pascasarjana UGM mendirikan Program Studi Kajian Timur Tengah (KTT) pun, unsur Pimpinan Tazakka Kyai Anizar Masyhadi dan Kyai Oyong Sufyan juga terlibat aktif dalam kerjasama-kerjasama dengan perguruan tinggi di Mesir.

“Semoga dengan perjanjian kerjasama ini kedua pihak dapat saling memanfaatkan untuk pengembangan mutu pembelajaran dan meningkatkan kualitas sumber daya santri di masa depan,” ujarnya berharap. (hai)

LEAVE A REPLY