Bus Tak Dilengkapi Toilet, Jamaah Haji Buang Kotoran Sembarangan

0
43
Bus jamaah haji Aceh tahun 2018 rute Asrama Haji-Bandara SIM Blangbintang tidak tersedia toilet, sehingga menyulitkan jamaah haji yang harus menunggu lama di dalam bus sebelum naik pesawat. Foto: Tribunews.
Bus jamaah haji Aceh tahun 2018 rute Asrama Haji-Bandara SIM Blangbintang tidak tersedia toilet, sehingga menyulitkan jamaah haji yang harus menunggu lama di dalam bus sebelum naik pesawat. Foto: Tribunews.

Hajiumrahnews – Selama dua hari (7-8 Agustus) Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr H Taqwaddin Husin SH SE MS memantau penyelenggaraan ibadah haji tahun 2018 di Aceh. Dalam pantauannya itu, ia menemukan 10 bus Damri yang mengangkut jamaah haji dari Asrama Haji Lampineung ke Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, tak memiliki toilet.

Kondisi itu dinilai sangat menyulitkan jamaah calon haji (JCH) yang lanjut usia (lansia), karena harus menunggu di dalam bus hingga tiga jam saat proses keberangkatan melalui Bandara SIM.

Taqwaddin menyayangkan bus khusus jamaah Aceh yang didatangkan Garuda Indonesia dari Medan, selaku penanggungjawab transportasi haji tidak ramah lansia.

“Hal ini sangat menyulitkan jamaah haji Aceh, terutama para lansia yang harus menunggu lebih dari 3 jam sebelum naik ke pesawat,” ujarnya.

Dia mengaku heran mengapa pusat memilih bus dari Medan, padahal Aceh memiliki banyak bus yang lebih representatif yang dilengkapi toilet.

“Meskipun jarak antara Asrama Haji dengan Bandara SIM tidak begitu jauh, namun proses keberangkatan jamaah termasuk pemeriksaan x-ray di bandara, butuh waktu tak kurang dari tiga jam,” ujarnya lebih lanjut.

Selama itu pula, katanya, jamaah harus menunggu di dalam bus yang dingin, sebab angkutan tersebut disegel oleh pihak Imigrasi pertanda JCH siap berangkat.

Menurut Taqwaddin, di satu sisi, keterlibatan pihak Imigrasi sangat positif untuk mempermudah proses pemeriksaan jamaah. Tetapi di sisi lain, tidak adanya toilet dalam bus sangat menyusahkan calon jamaah lansia.

Bahkan Ombudsman mendapat informasi bahwa ada calon jamaah yang terpaksa buang air di dalam Damri tersebut.

“Informasi itu disampaikan langsung Kepala Kanwil Kemenag Aceh dan Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Aceh saat pemantauan oleh Ombudsman, 7-8 Agustus lalu,” ujarnya.

Menurut Taqwaddin, ada yang harus menggunakan botol air mineral kosong untuk menampung urinenya. Bahkan ada yang maaf, buang air besar di dalam bus.

“Hal ini sangat kita sayangkan,” pungkasnya.

Sementara itu, GM Garuda Indonesia Banda Aceh, Endy Latief, mengatakan, akan menjadikan saran Ombudsman tersebut sebagai bahan evaluasi untuk penyelenggaraan ibadah haji ke depan.

“Namun, penentuan moda transportasi jamaah haji Aceh menjadi kewenangan pusat,” ujar Endy.

Menurut Endy, kontrak kerjanya dilakukan di pusat antara Kementerian Agama RI dengan PT Garuda Indonesia, atas persetujuan DPR RI. Jadi alangkah lebih baik kalau pihak pusat yang dikonfirmasi.

“Pihak daerah hanya bisa menjalankan apa yang sudah ditetapkan pusat terkait penyelenggaraan ibadah haji,” pungkas Endy. (*)

 

 

LEAVE A REPLY