DPR Pertanyakan Kembali Keberadaan Haji Furoda

0
113
Wakil Ketua Komisi VIII, Marwan Dasopang saat berkunjung ke Kantor Urusan Haji (KUH) Indonesia di Madinah, Jumat (10/8). (foto:mch)
Wakil Ketua Komisi VIII, Marwan Dasopang saat berkunjung ke Kantor Urusan Haji (KUH) Indonesia di Madinah, Jumat (10/8). (foto:mch)

HAJIUMRAHNEWS  – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali mempertanyakan keberadaan jamaah haji Furoda, termasuk soal biayanya. Sebab, selama ini jamaah dan biaya haji Furoda tidak terdata di Kementerian Agama (Kemenag). Karena itu, DPR meminta pemerintah terus berkoordinasi dengan Arab Saudi untuk mendapat informasi yang jelas tentang biaya tersebut.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII, Marwan Dasopang saat berkunjung ke Kantor Urusan Haji (KUH) Indonesia di Madinah, Jumat (10/8), seperti dikutip laman resmi Kemenag, Sabtu (11/8).

Menurutnya, Komisi VIII telah mendengar kabar bahwa jamaah haji furoda dikutip biaya untuk akomodasi di Arofah, Muzdalifah, dan Mina. Padahal, hingga kini kondisi di Mina masih begitu-begitu saja. “Jika kabar tersebut benar, Pemerintah Indonesia harus meminta Arab Saudi menyediakan fasilitas khusus untuk jamaah haji furoda,” tegasnya.

Artinya, kata Marwan, supaya keberadaan jamaah haji furoda ini tidak menganggu fasilitas untuk jamaah haji regular.

Marwan menjelaskan, masalah haji furoda sempat menjadi pembahasan di Komisi VIII, terutama terkait dengan biaya. Dia mengatakan, kuota haji furoda bisa mempengaruhi biaya untuk haji regular. Semakin banyak yang mendaftar haji furoda, dikhawatirkan antrean haji regular akan berkurang.

’’Kalau antrean berkurang, biaya haji regular bisa membengkak karena nilai manfaatnya semakin kecil,’’ katanya.

Nilai manfaat yang dimaksud Marwan adalah akumulasi dana haji yang belum terpakai dan dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). ’’Karena itu, penting bagi pemerintah untuk membicarakan masalah ini dengan Arab Saudi,’’ katanya.

Lebih lanjut Marwan menyampaikan, selama ini selain kuota regular (haji regular dan khusus), Pemerintah Arab Saudi juga menerbitkan visa khusus haji furoda. Jamaah haji furoda bisa langsung berangkat tanpa perlu menunggu bertahun-tahun layaknya haji regular. “Hanya saja, haji furoda tidak dikoordinir Kemenag,” katanya.

Memang, kuota haji ini diberikan langsung oleh Arab Saudi kepada biro-biro travel khusus melalui kedutaan besar mereka di Indonesia. Akan tetapi, saat di Mina, jamaah haji furoda tinggal di tenda-tenda yang disediakan untuk jamaah haji regular. Akibatnya, kondisi tenda menjadi sesak dan tidak nyaman. (hai/mch)

LEAVE A REPLY