PPIH Kembali Ingatkan Jamaah Haji untuk Patuhi Taklimatul Hajj

0
32
jamaah haji Indonesia
jamaah haji Indonesia

HAJIUMRAHNEWS – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi kembali mengingatkan pasangan suami istri (pasutri) jamaah haji untuk tidak bergabung satu kamar hotel. Pasutri harus menempati kamar-kamar yang sudah ditentukan PPIH Arab Saudi.

“Jamaah haji dilarang bercampur dengan lain jenis di kamar pemondokan. Mereka harus menempati kamar-kamar yang sudah ditentukan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi,” tegas Kepala Seksi Akomodasi PPIH Daerah Kerja (Daker) Mekkah Ihsan Faisal di Mekkah, Kamis (9/8) lalu seperti dilansir laman resmi kemenag.go.id, pada Jumat, (10/8).

Menurutnya, kebijakan ini, bukan dibuat oleh pemerintah Indonesia saja, tapi sudah termaktub dalam Ta’limatul Hajj (peraturan) dari Pemerintah Arab Saudi. Karena itu, Ihsan meminta kepada seluruh jamaah haji mengindahkan peraturan tersebut.

“Kebijakan itu bukan hanya dari pemerintah Indonesia, tapi juga Pemerintah Saudi. Ta’limatul Hajj mengatakan demikian,” katanya.

Memang, diakuinya, petugas sampai saat ini belum mendapatkan laporan jamaah lelaki dan perempuan yang bercampur dalam satu kamar. Jika jamaah melanggarnya, maka petugas haji akan memberikan teguran dan mengarahkan mereka ke kamar masing-masing. Hal sama juga dilakukan pengawas haji dari Pemerintah Arab Saudi dan Muassasah ketika meninjau hotel jemaah.

Larangan bercampur ini dimaksudkan untuk menjaga muruah (harga diri) jamaah haji selama berada di Tanah Suci. Lagi pula, kata Ihsan, satu kamar terdiri dari empat sampai enam orang. PPIH tidak mungkin menempatkan enam orang berbeda jenis kelamin dalam satu kamar.

Selain itu, keterbatasan tempat juga menjadi alasan lainnya. Banyak jamaah haji dari berbagai negara berdatangan ke Tanah Suci. Mereka tinggal di berbagai hotel dengan menaati taklimatul hajj yang dikeluarkan Pemerintah Saudi.

Taklimatul hajj menjadi rujukan penyelenggara haji dari berbagai negara. Pemerintah Saudi membuatnya untuk kemaslahatan dan kelancaran pelaksanaan haji di Tanah Suci,” imbuhnya.

Meski dilarang bercampur, jamaah tak kehilangan akal. Ada sepasang jamaah haji yang izin kepada petugas sektor untuk menginap di sejumlah hotel mewah dekat Masjid al-Haram. Di sana mereka beristirahat beberapa malam. Setelah itu kembali ke hotel yang sudah ditentukan PPIH untuk bersiap menghadapi puncak haji.

Dalam penyelenggaraan haji 2018 ini, Kementerian Agama (Kemenag) telah menyiapkan 165 hotel dengan 54 ribu kamar bagi jamaah Indonesia. Semuanya tersebar di tujuh wilayah: Jarwal, Misfalah, Raudhah, Mahbas Jin, Syisyah, Aziziah, Rei Bakhsy. Jarak terjauh mencapai 4.390 meter dan yang terdekat 900 meter.

Sebanyak 16 hotel di antaranya disewa secara tahun jamak (multiyears) selama tiga tahun. Tidak banyak pemilik yang menawarkan hotel untuk disewa multi years. Sebab, mereka ingin mendapat keuntungan lebih. (hai/mch)

LEAVE A REPLY