Kepada Pangeran Faisal, Dubes RI Upayakan Penambahan Kuota Haji

0
103
Forum Jurnalis “SIHAFIYYUN” Arab Saudi. (Foto: KBRI Riyadh)
Forum Jurnalis “SIHAFIYYUN” Arab Saudi. (Foto: KBRI Riyadh)

Hajiumrahnews – Antrian haji Indonesia memang amat panjang hingga 20 tahun lebih. Kondisi inilah yang membuat kita kadang turut prihatin. Jika daftarnya di usia 40 tahun, maka pada usia 60 tahun-an ia baru berangkat. Saat mendaftar dalam kondisi badan prima, ketika berangkat sudah lemah.

Kondisi inilah yang dicoba dimanfatkan oleh Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, ketika tampil sebagai narasumber dalam sebuah forum akademik bergengsi yang diadakan Forum Jurnalis “SIHAFIYYUN” Arab Saudi di Gedung Riyadh Chamber Of Commerce, Riyadh (30/7).

Dalam forum itu dia menyampaikan perihal perlunya pemerintah Arab Saudi untuk menambah kuota haji Indonesia dari 221 ribu orang menjadi 250 ribu orang, dengan desain pengaturan kapasitas Mina yang lebih baik lagi.

“Dengan tambahan ini, saya berharap tahun depan jumlah kuota Indonesia bisa mencapai 250 ribu jamaah untuk mempercepat dan memperpendek antrean,” ujar Agus Maftuh kepada peserta seminar bertemakan “al Mamlakah, Masirah Tarikh fi Khidmah dhutuf ar-Rahman” (Kerajaan Arab Saudi, Perjalanan dan Sejarah dalam melayani Para Tamu Allah) ini.

Menurut Agus Maftuh, penambahan kuota selama ini tidak dibarengi kapasitas di Mina yang memang sudah overload.

“Ada beberapa desain untuk solusi kepadatan Mina yang saat ini hanya rasio 0,9 meter persegi per jamaah,” ujar Agus Maftuh lebih lanjut.

Di antaranya, menurut Agus Maftuh, adalah pembangunan kemah bertingkat di Mina; pemanfaatan hotel-hotel yang berdekatan dengan Mina; dan penyediaan perkemahan di luar Mina dengan akses jalan yang bisa keluar masuk Mina secara lancar.

Terlepas dari semuanya itu, Agus Maftuh memberikan apresiasi kepada Kerajaan Arab Saudi atas pemberian sejumlah kemudahan kepada jamaah haji Indonesia dan juga fasilitas serta sambutan luar biasa yang sebelumnya tidak pernah ada.

Sementara itu, High Royal Highness Pangeran Faisal bin Sultan Al Saud yang berbicara dalam forum tersebut juga mengapresiasi Indonesia yang sangat intensif melakukan koordinasi dengan pihak kerajaan Arab Saudi.

“Lewat koordinasi yang baik, jamaah haji Indonesia dikenal sebagi kelompok paling disiplin dan patuh terhadap aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh Kerajaan Arab Saudi,” ujar Pangeran Faisal.

Pangeran Faisal juga menegaskan bahwa Kerajaan Arab Saudi sangat serius dalam memberikan pelayanan kepada seluruh jamaah haji dan menyiapkan berbagai infrastruktur untuk kenyamanan para tamu-tamu Allah, yang dalam hal ini yang terbesar adalah dari Indonesia.

“Saya berharap Indonesia bisa berbagi pengalaman dalam manajerial dan tata kelola haji kepada negara-negara lain,” pungkas Pangeran Faisal.

Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, bersama Dr. Nabil Haidar dari Inggris dan Peneliti Haji Dr. Aiman Bana dalam acara seminar internasional di Riyadh Chamber. (Foto-foto: KBRI Riyadh)
Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, bersama Dr. Nabil Haidar dari Inggris dan Peneliti Haji Dr. Aiman Bana dalam acara seminar internasional di Riyadh Chamber. (Foto-foto: KBRI Riyadh)

Peserta lain yang memberikan apresiasi terhadap Indonesia adalah Aktifis Perempuan yang juga Project Manager Kementerian Kesehatan Saudi, Nuwayer Al-Shalawiy. Ia memberikan testimoni bahwa jamaah haji Indonesia sangat dikenal dalam aspek kebersihan dan menjaga kesehatan ketika berada di Masyair Muqaddasah (Mekkah, Madinah, Arafah dan Mina). MOU kesehatan yang ditandatangani ketika kunjungan Raja sangat menginspirasi dan perlu penguatan lebih lanjut.

Dalam forum tersebut Dubes Maftuh Abegebriel juga membagikan lencana SAUNESIA (Saudi-Indonesia) kepada para peserta dan memasangkan di jubah Pangeran Faisal bin Sultan Al Saud sebagai bentuk apresiasi Indonesia terhadap hubungan bilateral yang sedang berada dalam masa keemasan ini.

Banyak aktivis perempuan Arab Saudi yaang hadir dalam acara. Ini merupakan sesuatu yang baru, di mana ada laki-laki dan perempuan berada dalam satu forum.

Selain Pangeran Faisal, acara ini juga dihadiri Para Dubes, akademisi, peneliti haji dan awak media.

Tampil sebagai narasumber lain dalam forum tahunan ini adalah Dr. Nabil Haidar dari Inggris dan Peneliti Haji Dr. Aiman Bana asal Arab Saudi. (*)

LEAVE A REPLY