Ini Dia Sosok Petugas P3JH yang Gendong Jamaah Sakit

0
139

ppihHAJIUMRAHNEWS – Bagi Agus Pribowo, menjadi petugas haji yang ditempatkan sebagai tim Pertolongan Pertama Pada Jamaah Haji (P3JH) memang harus siap dengan keadaan dan serba bisa. Selain menolong, melayani, mengantar jamaah yang tersesat di seputaran Masjidil Haram, bahkan termasuk menggendong jika diperlukan.

Seperti yang dialaminya saat berpatroli di Masjidil Haram belum lama ini. Ia menemukan seorang jamaah kloter 17 asal Jayapura Papua (UPG-17) bernama Syamsiah (76) tengah kelelahan usai melaksanakan tawaf.

Selidik punya selidik, pemilik Paspor B8512560 itu rupanya terpisah dari rombongannya. Tidak hanya itu, usai diperiksa tim medis, ternyata Syamsiyah mengalami Osteoatritis (suatu kondisi yang menyebabkan sendi-sendi terasa sakit, kaku, dan bengkak), sehingga merasa nyeri saat jalan.

“Saya berikan obat penghilang rasa sakit, kemudian mengontak pos kontainer Syeb Amir untuk antar kursi roda,” kata Agus melalui pesan singkatnya. Rabu (8/8) di Makkah kepada Media Center Haji, seperti dikutip hajiumrahnews.com, Kamis (9/9).

Setelah menunnggu lama, ternyata, kursi roda yang ia harapkan tidak kunjung datang. Khawatir dengan kondisi jamaah, Agus pun berinisiatif menggendong jamaah itu untuk diantar ke hotelnya melalui terminal Syeb Amir.

“Khawatir jamaah makin kesakitan meskipun sudah di beri obat nyeri. Menunggu Kursi roda tak kunjung datang. Apa boleh buat segera digendong untuk antar ke terminal Syeb Amir antar sampai ke hotelnya,” katanya.

Sepanjang jalan, beberapa jamaah dari Negara lain seperti orang-orang Arab, Afrika, India, Cina, serta Malaysia mengacungi jempol kepadanya atas apa yang dilakukannya.“Sampe-sampe ada jamaah dari cina ngerekam video saya gendong jamaah itu,” ujarnya.

Agus mengakui, menggendong jamaah merupakan hal yang biasa dilakukannya, sama halnya memanggul ransel dan memanggul korban luka tembak. “Sudah biasa mas, di TNI manggul ransel sama manggul korban luka tembak saya mah udah biasa,” tandasnya. (mch/hai)

LEAVE A REPLY