Baznas Bantu Daerah Rawan Pemurtadan

0
54
Ketua Baznas Bambang Sudibyo saat menyampaikan sambutan di sebuah Seminar Nasional Indeks Rawan Pemurtadan di Hotel Margo, Depok, Kamis (9/9)
Ketua Baznas Bambang Sudibyo saat menyampaikan sambutan di sebuah Seminar Nasional Indeks Rawan Pemurtadan di Hotel Margo, Depok, Kamis (9/9)

HAJIUMRAHNEWS – Selain menjadi lembaga yang menyalurkan zakat dari para muzakki (orang yang memberi zakat) kepada mustahik (orang yang berhak menerima zakat). Lembaga zakat juga memiliki visi dakwah yang harus dilakukan. Salah satu upaya dakwah yang dapat dilakukan oleh lembaga zakat adalah dengan melakukan tindakan preventif dan kuratif terhadap isu pemurtadan yang ada di suatu daerah.

Demikian disampaikan Direktur Pusat Kajian Strategis Badan Amil Zakat Nasional (Puskas Baznas), Irfan Syauqi Beik dalam sambutannya di Seminar Nasional Indeks Rawan Pemurtadan: Konsep dan Implementasi Pengukuran, di Hotel Margo, Depok, Kamis (9/8).

Irfan menjelaskan bahwa isu terkait pemurtadan menjadi penting untuk dibahas karena akan mempengaruhi kinerja dari zakat pada khususnya dan kondisi Islam pada umumnya. Hasil dari kajian Indeks Rawan Pemurtadan: Konsep dan Implementasi Pengukuran akan menjadi sebuah batu loncatan bagi Baznas dalam memberikan perhatian lebih kepada daerah-daerah yang rawan pemurdatan. “Program-program yang dilakukan pun akan menjadi lebih efektif dan efisien dalam menanggulangi isu tersebut,” tegasnya.

Dalam seminar tersebut hadir pembicara Wakil Direktur 1 Puskas Baznas, M. Soleh Nurzaman, Anggota Baznas KH. Ahmad Satori Ismail, dan Direktur Muallaf Center Baznas Salahuddin El Ayyubi.

Soleh Nurzaman dalam pemaparannya terkait hasil dari kajian Indeks Rawan Pemurtadan: Konsep dan Implementasi Pengukuran, menyebutkan Indeks Rawan Pemurtadan (IRP) diambil dari masing-masing Kabupaten/Kota di 34 Provinsi di Indonesia. kemudian, nilai indeks dibagi menjadi 4, yaitu 0,00-0,25 untuk Kabupaten/Kotadengan IRP rendah, 0,26-0,50 untuk Kabupaten/Kotadengan IRP cukup tinggi, IRP 0,51-0,75 untuk Kabupaten/Kota dengan IRP tinggi dan 0,76-1,00 untuk Kabupaten/Kota dengan IRP sangat tinggi.

Sementara Kyai Ahmad Satori Ismail, memaparkan tentang signifikansi zakat dalam program dakwah. Terlebih soal muallaf yang menjadi salah satu asnaf dari golongan mustahik yang berhak untuk mendapatkan zakat. “Kajian Indeks Rawan Pemurtadan: Konsep dan Implementasi Pengukuran merupakan sebuah inovasi yang dapat membantu pemetaan daerahdaerah yang rawan pemurtadan sehingga dapat diberikan perhatian khusus,” ujarnya.

Di sesi terakhir, Salahuddin El Ayyubi yang memang kerap berinteraksi dengan muallaf menyampaikan terkait program yang akan dilakukan dalam merealisasikan dakwah zakat terhadap muallaf/komunitas rawan pemurtadan. Lebih lanjut, kata Salahuddin, pemetaan yang dihasilkan dari kajian Indeks Rawan Pemurtadan: Konsep dan Implementasi Pengukuran akan membantu pihaknya untuk mengetahui daerah-daerah prioritas yang dapat dibantu terkait dengan isu pemurtadan.

Hal senada diungkap Ketua Baznas Bambang Soedibyo dalam sambutannya menegaskan,  penurunan umat muslim adalah isu yang patut untuk diperhatikan. Paling tidak ada tiga factor yang mempengaruhi, yaitu faktor kelahiran, migrasi dan perpindahan agama (murtad).

“Jika penurunan jumlah penduduk muslim dipengaruhi oleh perpindahan agama, maka memang sudah menjadi kewajiban Baznas sebagai lembaga zakat, yang juga memiliki peran dalam hal dakwah, untuk melakukan kajian terkait isu tersebut,” kata Bambang. (hai)

LEAVE A REPLY