Doa Ketika Melihat Ka’bah

0
47

berdoalah-sedetail-mungkin-ini-kisah-nyata-berdoa-minta-uang-1-milyar-di-depan-kabah

Hajiumrahnews – Sekarang adalah musim haji. Telah berbondong-bondong jutaan umat Islam dari seluruh penjuru dunia ke tanah suci untuk menunaikan rukun Islam yang kelima tersebut. Mereka berharap bisa mendapatkan haji yang mabrur ketika pulang nanti.

Haji adalah ibadah yang istimewa dan sangat dinantikan seluruh umat Islam. Karena banyak keindahan yang bisa didapatkan oleh jamaah haji, salah satunya adalah bisa melihat Ka’bah dari dekat. Sungguh indah sekali bisa melihat bangunan berbentuk kubus tersebut dari dekat. Dan sebaiknya, ketika melihat Ka’bah berdoalah kepada Allah.

Dalam kitab Tuhfatu al-Ahwadziy bi Syarh Jâmi’ at-Tirmidzi Imam Abdurrahman al-Mubârakfûri menyebutkan:

:روى الشافعي في مسنده عن ابن جريج أنّ النبيّ صلى الله عليه وسلم كان إذا رأى البيت رفع يديه، وقال

اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً وَزِدْ مَنْ شَرّفَهُ وَكَرّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ وَاعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَكْرِيمًا وَتَعْظِيمًا وَبِرًّا

Imam Syafi’i meriwayatkan dalam musnadnya dari Ibnu Juraij, bahwa Nabi Muhammad ﷺ jika melihat Ka’bah, maka beliau mengangkat kedua tangannya dan berdoa:

Allahumma zid hâdzal baita tasyrîfan wa ta‘dzîman wa takrîman wa mahâbatan wa zid man syarafahu wa karamahu mim man hajjahu awi’tamarahu tasyrîfan wata’dzhîman watakîman wabirran.

(Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, kehormatan, keagungan dan kehebatan pada Baitullah ini dan tambahkanlah pula pada orang-orang yang memuliakan, menghormati dan mengagungkannya di antara mereka yang berhaji atau yang berumroh padanya dengan kemuliaan, kehormatan, kebesaran dan kebaikan).

Hadits yang berisi doa di atas dikomentari oleh al-Hafidz Ibnu Hajar dalam kitab al-Talkhis:

وهو معضل فيما بين ابن جريج والنبي صلى الله عليه وسلم

Ini termasuk riwayat mu’dhal (dua rawi atau lebih gugur, red) antara Ibnu Juraij dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Imam Abdurrahman al-Mubârakfûri, Tuhfatu al-Ahwadziy bi Syarh Jâmi’ at-Tirmidzi, Syirkah al-Quds, Kairo, cetakan kedua tahun 2013, juz 3, halaman 48)

Meski demikian, Imam Syafi’i mengatakan setelah meriwayatkan hadis di atas:

ليس في رفع اليدين عند رؤية البيت شيء فلا أكرهه ولا أستحبّه

“Mengangkat tangan ketika melihat Ka’bah bukanlah apa-apa, maka aku tidak memakruhkannya, juga tidak mensunnahkannya. (Imam Abdurrahman al-Mubârakfûri, Tuhfatu al-Ahwadziy bi Syarh Jâmi’ at-Tirmidzi, Syirkah al-Quds, Kairo, cetakan kedua tahun 2013, juz 3, halaman 48)

Maka dapat diambil kesimpulan dari perkataan imam Syafi’i bahwa mengangkat tangan saat melihat Ka’bah bukanlah suatu hal yang makruh, juga bukan sunnah. Demikian permasalahan mengangkat tangan ketika melihat Ka’bah. Adapun doa ketika melihat Ka’bah, dari kandungannya saja kita dapat melihat bahwa doa itu baik untuk kita amalkan. Wallahu a’lam.

 

LEAVE A REPLY