Tahun Ini Jamaah Haji Aceh Terima Dana Wakaf Rp 20 M

0
76
Suasana pembagian dana Wakaf Baitul Asy untuk jamaah haji asal Aceh dan warga Aceh yang mukim di Mekkah
Suasana pembagian dana Wakaf Baitul Asy untuk jamaah haji asal Aceh dan warga Aceh yang mukim di Mekkah

HAJIUMRAHNEWS – Jamaah haji asal Nangroe Aceh Darussalam tahun ini kembali mendapat dana wakaf Habib Bugak Asyi atau Wakaf Baitul Asyi (Wakaf Rumah Aceh). Dana wakaf yang dibagikan kepada jamaah haji asal Aceh sejak satu dekade terakhir itu dipusatkan di masing-masing hotel yang ditempati jamaah Aceh, pada Senin (6/8).

“Rencananya pendistribusian uang wakaf tersebut akan dihadiri langsung nadzir wakaf Baitul Asyi Prof Dr Abdurrahman Abdullah Asyi, Syaikh Abdullatif Baltho dan Ustadz Muhammad Said sebagai bendahara wakaf,” terang salah satu petugas Wakaf Baitul Asyi, Jamaluddin Affan, seperti dikutip hajiumrahnews.com dari laman resmi Kementerian Agama.

Menurutnya, setiap jamaah haji asal Aceh mendapat dana wakaf sebesar SR1.200 atau setara dengan Rp 4,5 juta. “Total dana wakaf yang dikeluarkan tahun ini sebesar Rp 20.286.000.000,” tambah Jamal.

Pengambilan uang wakaf ini, kata Jamal, tidak boleh diwakilkan kepada siapapun. “Kecuali bagi jamaah yang benar-benar sakit berat, bisa diwakilkan,” katanya.

Wakaf Baitul Asyi

Sejarah mencatat, Wakaf Baitul Asyi merupakan wakaf yang diikrarkan oleh Habib Bugak Asyi di hadapan Hakim Mahkamah Syariah Mekkah pada 1224H atau tahun 1809 M. Dalam akta wakaf tersebut, menyebutkan rumah tersebut diwakafkan kepada orang Aceh yang menunaikan haji, serta orang Aceh yang menetap di Mekah.

Kala itu, Habib Abdurrahman atau Habib Bugak juga telah menunjuk nadzir, yaitu salah seorang ulama asal Aceh yang menetap di Mekah. Nadzir itu diberi hak sesuai dengan tuntunan syariah Islam.

Mahkamah Syariah Mekah kemudian mengukuhkan Syaikh Abdul Ghani bin Mahmud bin Abdul Ghani Al-Asyi sebagai nadzir Baitul Asyi pada 1420 Hijriah atau 1999. Syaikh Abdul Ghani bin Mahmud merupakan generasi ke empat pengelola wakaf.

Sejak 1424 H atau 2004, tugas nadzir dilanjutkan oleh sebuah tim yang dipimpin anak nadzir sebelumnya, Syaikh Munir bin Abdul Ghani Al-Asyi. Dia merupakan generasi ke lima pengelola wakaf. Selain Syaikh Munir, pengelolaan Baitul Asyi juga dipercayakan kepada Dr. Abdullatif Baltho.

Hingga kini, nilai warisan Habib Bugak Asyi kepada masyarakat Aceh telah mencapai lebih dari SR 200 juta atau setara Rp5,2 triliun sebagai wakaf fisabilillah. Dan saat ini, harta wakaf tersebut telah berkembang menjadi aset penting, di antaranya berupa Hotel Ajyad bertingkat 25. Hotel ini berjarak 500 meter dari Masjidil Haram.

Di samping itu, Baitul Asyi kini juga menjelma menjadi Menara Ajyad bertingkat 28 yang berjarak sekitar 600 meter dari Masjidil Haram. Kedua hotel besar ini mampu menampung lebih 7.000 orang dan dilengkapi dengan infrastruktur yang lengkap.

Dan masyarakat Aceh menerima manfaat dari wakaf yang dilakukan Habib Bugak Asyi lebih dari dua abad silam. (hai)

LEAVE A REPLY