Kritik Syekh Said Ramadhan Al-Buthy atas Jamaah Haji yang Salah Niat

0
43
Syekh Al-Buthi
Syekh Said Ramadhan Al-Buthy

Hajiumrahnews – Segala amal perbuatan itu dinilai dari niatnya. Jika niatnya baik dan semata-mata karena Allah, apapun perbuatannya sudah pasti akan diridhai oleh-Nya. Sebaliknya, jika niat karena selain-Nya sudah pasti pula hasilnya tidak akan baik.

Demikian juga dengan ibadah haji. Niat haji yang baik, tentu saja karena Allah semata, tanpa embel-embel lain seperti ingin dipanggil Pak/Bu Haji, ingin terlihat keren, ingin dipandang agamis, dan sebagainya. Namun, tak sedikit orang yang punya niat semacam itu. Bahkan, niat yang hanya karena ingin jalan-jalan atau belanja saja di sana juga ada, jika tak dibilang banyak.

Dalam hal ini, almarhum Syekh Said Ramadhan al-Buthy salah satu ulama kenamaan asal Suriah, mengkritik perilaku-perilaku jamaah haji yang seperti ini.

Menurut Ulama Suriah ini, haji adalah menyucikan hati dari perkara duniawi, dan menggantinya dengan keihlasan untuk tujuan Allah SWT:

الحج هو الذي نظر إلي قلبه فطهره من سائر الغايات والأهداف الدنيوية، وملأه بالإخلاص لوجه الله عز وجل.

“Haji adalah memperhatikan hati, dan menyucikannya dari beberapa tujuan duniawi dan mengisinya dengan keikhlasan untuk Allah azza wajalla.”

Al-Buthy menambahkan bahwa berapa banyak orang sekarang yang berangkat haji, tetapi hanya jasadnya yang pergi dan menetap di Baitullah, akan tetapi hati dan rohaninya jauh dari unsur haji, dalam artian jauh dari kata memohon perlindungan kepada Allah, bahkan jauh dari arti ibadah kepada Allah.

Dari kritik Al-Buthy tersebut, ada satu hal yang harus diperhatikan saat ibadah haji, yakni niat dan konsistensinya. Jangan sampai saat beribadah haji, kita salah niat dan tujuan, atau niat awalnya sudah lurus, tetapi saat berada di sana kita terlena dan melenceng dari niat awal.

Bagaimanapun juga, niat adalah unsur utama diterimanya ibadah haji. (*)

LEAVE A REPLY