Penulisan Al-Quran Besar Tandai Pembukaan Festival Al-Quran 2018

0
119
Pimpinan Pondok Modern Tazakka, Batang, Kyai Anang Rikza Masyhadi menuliskan potongan ayat terakhir di halaman pertama Al-Quran surat Al-Baqarah sebagai tanda dibukanya Festival Al-Quran 2018, Minggu (5/8). (foto:hun/ghifari)
Pimpinan Pondok Modern Tazakka, Batang, Kyai Anang Rikza Masyhadi menuliskan potongan ayat terakhir di halaman pertama Al-Quran surat Al-Baqarah sebagai tanda dibukanya Festival Al-Quran 2018, Minggu (5/8). (foto:hun/ghifari)

HAJIUMRAHNEWS – Pimpinan Pondok Modern Tazakka, Kyai Anang Rikza Masyhadi, menuliskan potongan ayat terakhir halaman pertama Al-Quran surat Al-Baqarah sekaligus menandai dibukanya Festival Al-Quran 2018, pada Minggu (5/8). Dalam kesempatan itu Kyai Anang menuliskan kata ‘Al-Muflihun’.

“Melalui Festival Al-Quran ini, kita semakin mendalam pemahaman kepada Al-Quran, sehingga kita bisa menjadi ‘Al-Muflihun’, orang-orang yang beruntung dunia akhirat,” kata Kyai Anang dalam sambutannya.

Kyai Anang menekankan bahwa Al-Quran harus menjadi sumber rujukan utama dalam seluruh kehidupan manusia. “Jika hidup kita diterangi petunjuk Al-Quran tidak akan salah, yang ada pasti benarnya, dan karena itulah Allah turunkan Al-Quran supaya kita selamat dunia akhirat,” ujarnya.

Lebih lanjut Kyai Anang juga mengingatkan bahwa para huffadz Al-Quran jangan sekedar hafal saja, tapi tidak bisa apa-apa. “Jangan sekedar hafal Quran, karena hafal Quran itu permulaan bukan akhir. Kalau kalian hanya hafal Quran tok, maka hanya berbunyi ketika shalat saja,” kata Kyai mengingatkan.

Karena itu, kata Kyai Anang, mestinya setiap santri yang hafal Quran melengkapinya dengan prestasi lain. “Kalian harus jadi pemimpin, supaya hafalan Quranmu gaungnya lebih luas dan besar; harus jadi jenderal, jadi pengusaha sukses, jadi profesor fisika, dokter, dan lain sebagainya, agar hafalan Quranmu bisa bersuara di semua aspek kehidupan ini.” ujarnya.

Festival Al-Quran, lanjut Kyai Anang, diselenggarakan meliputi empat aspek, diantaranya; kitabatan (tulisan), qiraatan (bacaan), fahman (pemahaman) dan hifdzan (hafalan). Semua itu ditampilkan dalam bentuk aneka perlombaan, pameran dan bazaar buku.

Diantara perlombaan yang digelar adalah lomba kaligrafi kategori naskhi, riq’i dan tsulusi. Ada pula lomba tahfidz, mulai kategori juz 30, juz 29-30, juz 1-5 dan kategori lomba tahfidz 30 juz.

Sementara menurut Ustadz Ainul Yaqin, Al-Hafidz musyrif tahfidz, ada pula lomba qiraat baik murottal maupun mujawwad. Disamping lomba adzan ala Bilal bin Rabah, atau adzan dengan langgam Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Sedangkan di bidang pemahaman digelar lomba Cerdas Cermat Al-Quran antar rayon. Festival juga dimeriahkan dengan penampilan hadroh, nasyid Quran, dan qiraat jama’i. Disamping duet qiraat surat Al-Fatihah.

Menurutnya, Festival Al-Quran yang merupakan salah satu sunnah pondok digelar di awal tahun menjadi rangkaian dari Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy yang puncaknya adalah pagelaran Panggung Gembira pada 1 September mendatang. Sedangkan setelah pertengahan tahun ajaran akan diadakan Festival Sunnah dan Sirah Nabawiyah.

Kemudian ada pula pameran-pameran menampilkan berbagai karya kaligrafi santri yang dipajang di arena pameran. Ditampilkan juga poster-poster berisi informasi dan wawasan seputar Al-Quran, seperti para sahabat penulis wahyu, para sahabat penghafal Al-Quran, 10 tafsir Al-Quran terpopuler, ragam terjemahan Al-Quran ke berbagai bahasa dunia, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, panitia juga menghadirkan pameran buku-buku Islami dan kajian Al-Quran.

“Santri juga bisa beli poster-poster yang kita jual seperti poster para sahabat penghafal Quran, para sahabat penulis wahyu dan lain-lain supaya termotivasi,” katanya. (ghi/hai)

LEAVE A REPLY