Kibaran Merah Putih Jadi Penanda Bagi Jamaah Indonesia

0
80
Bus shalawat
Bus shalawat

HAJIUMRAHNEWS – Tak dimungkiri lagi, kawasan Masjidil Haram selalu ramai bahkan sering crowded. Terlebih di jam-jam sholat lima waktu, nyaris selalu padat baik sebelum masuk waktu maupun usai sholat. Apalagi di musim haji seperti yang tengah berlangsung saat ini, ribuan jamaah dari berbagai pelosok dunia menyemut di waktu-waktu sholat.

Salah satunya usai melaksanakan shalat Isya di Masjidil Haram adalah jam-jam krusial bagi jamaah haji Indonesia yang ingin kembali ke hotelnya masing-masing. Kondisi ini, bagi jamaah Indonesia khususnya jamaah haji yang baru menunaikan ibadah haji pertamanya akan merasa kaget. Terlebih mereka yang datang melalui beberapa terminal bus yang disediakan pemerintah Saudi.

Memang, di seputaran Masjidil Haram tersedia terminal-terminal khusus mengangkut jamaah haji dari penjuru dunia. Di antaranya terminal Syib Amir, Bab Ali dan terminal Jiad. Untuk mengantisipasi tersesatnya jamaah, petugas haji yang tergabung dalam Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi berjaga di terminal dekat ujung lintasan sai, mengibarkan bendera Merah Putih berukuran besar.

Cara ini dilakukan agar jamaah Indonesia mudah menemukan letak bus shalawat yang akan mengangkut mereka. “Karena di terminal Syib Amir ini ada bus untuk jamaah Turki, India, Pakistan dan Iran,” kata Kepala Pos Syib Amir Sugandi, seperti dikutip hajiumrahnews.com dari laman resmi Kemanag, Sabtu, (4/8).

Sugandi menjelaskan, dengan kibaran bendera dan teriakkan “Indonesia” bisa mencuri perhatian jamaah haji Indonesia agar tak tersesat salah masuk bus. Di sisi lain ini merupakan bentuk layanan petugas untuk memberikan rasa aman kepada jamaah haji.

“Itu karena kita cinta dengan Indonesia, kita kerja di sini untuk membantu jamaah haji menjadi haji yang mabrur serta memberikan rasa aman kepada jamaah haji Indonesia,” ujar Sugandi. (hai/mch)

LEAVE A REPLY