Perhimpunan Mahasiswa Thailand Ditunjuk Jadi Kordinator PPI Dunia 2018-2019

0
60
Peserta Simposium PPI Dunia ke 10 di Moskow foto bersama usai mengikuti kegiatan dari 23-27 Juli 2018 lalu. (foto:ppmi)
Peserta Simposium PPI Dunia ke 10 di Moskow foto bersama usai mengikuti kegiatan dari 23-27 Juli 2018 lalu. (foto:ppmi)

HAJIUMRAHNEWS – Simposium Internasional Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia tahun ini telah digelar di Higher School of Economics, Moscow, Rusia. Simposium tahunan yang diselenggarakan pada 23 – 27 Juli 2018 lalu itu diikuti sebanyak 32 PPI Negara dan tiga BEM dari perguruan tinggi di Indonesia. Salah satunya adalah Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Arab Saudi.

Dalam keterangan resmi yang diterima hajiumrahnews.com, pada Kamis, (2/8), PPMI Arab Saudi menyampaikan bahwa pihaknya mengutus delegasi sebanyak tiga orang. Di antaranya Rama Rizana (PPMI Dhahran), Adam Prabowo (PPMI Qassim) dan Muhammad Ridho (PPMI Riyadh).

Simposium juga mengagendakan sidang Internal PPI Dunia dan pemilihan koordinator baru. Hasilnya, perwakilan dari Permitha (Perhimpunan Mahasiswa Thailand), Fadjar Mulya dipercaya untuk mengemban amanah menjabat Koordinator PPI Dunia periode 2018-2019. Sidang internal juga menunjuk PPI Malaysia sebagai tuan rumah kegiatan Simposium Internasional PPI Dunia 2019.

Gelaran simposium PPI Dunia yang ke-10 itu mengusung tema Kontribusi Pemuda Dalam Strategi Pembangunan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045 itu bertujuan untuk memaksimalkan peran pelajar Indonesia di luar negeri dalam rangka memajukan bangsa, dan mempererat silaturahmi di antara sesama anak bangsa.

Dalam simposium itu, pembahasan dibagi dalam empat panel: Ekonomi Kreatif dan Pariwisata, Pendidikan, Kesehatan Masyarakat, dan Akselerasi Pembangunan Daerah. Tampil sebagai pembicara utama yakni Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Melalui simposium internasional yang digelar PPI Dunia ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi pelajar Indonesia untuk belajar memahami tantangan global dan penyampaian gagasan untuk bersama-sama menemukan solusi terkait.

“Buah pemikiran yang tercipta akan dikemas dalam bentuk buku dan diserahkan kepada pemerintah sebagai sumbangsih pemikiran terhadap persoalan bangsa untuk dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam proses pengambilan kebijakan,” kata Koordinator Humas dan Media PPMI Riyadh, Muhammad Ridho.

Sebelum kembali ke negara masing-masing, seluruh peserta simposium ikut ambil bagian dalam Indonesian Cultural Night dan Cultural Excursion yang menjadi rangkaian penutup.

Hadir pula dalam simposium tersebut Wakil Ketua MPR Mahyudin, Deputi V Kantor Staf Presiden, Jaleswari Pramodhawardani, Ketua Umum Asosiasi Dosen Indonesia, Dino Patti Djalal, dan Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultural, Esthy Reko Astuti serta sejumlah undangan lainnya. (hai/*)

LEAVE A REPLY