Pemerintah Qatar Bantah Tuduhan Larang Warga Berangkat Haji

0
36

12790982_10206086772544621_1523323761465542269_n

HajiumrahnewsThe Peninsula Qatar melansir pada Rabu (1/8/2018), Kementerian Agama Qatar menyesalkan penggunaan ibadah haji untuk tujuan politik. Hal in terkait adanya tuduhan pada pemerintah Qatar yang melarang warganya untuk pergi haji.

Pihak kementerian Qatar sendiri sebenarnya sudah melakukan kontak dengan pihak berwenang di Arab Saudi untuk menghilangkan semua hambatan bagi warga Qatar yang ingin berangkat haji. Namun, tuduhan-tuduhan miring bahwa pemerintah Qatar telah melarang warganya untuk pergi haji terkadang masih saja muncul di permukaan.

Kementerian Qatar mengklaim, masalah kerap terjadi sejak Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain mencegah warga Qatar memasuki wilayah negara tersebut mulai 5 Juni 2017.

Selain itu, tidak ada pesawat yang dapat mengangkut warga Qatar untuk berangkat pergi ke haji dari Doha ke Jeddah, seperti halnya di semua negara tetangga. Masalah berikutnya adalah tidak ada mekanisme yang jelas untuk mendapatkan visa haji bagi penduduk Qatar.

Sebelumnya, Gubernur Provinsi Mekkah, Khalid bin Faisal Al Saud, menyatakan belum ada warga Qatar yang tiba di Saudi untuk mengikuti ibadah Haji.

“Belum ada jamaah haji dari Qatar yang tiba pada hari ini,” katanya, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Sementara, ibadah haji tahun ini akan dimulai pada 19 Agustus 2018. Anadolu Agency melaporkan, Saudi bersama Mesir, UEA, dan Bahrain menuduh Qatar memberikan dukungan kepada terorisme.

Negara-negara tersebut kemudian memutuskan hubungan diplomatik dengan pemerintah Qatar. Blok yang dipimpin Saudi juga memblokir wilayah darat, laut, dan udara terhadap Qatar.

Qatar membantah tudingan itu dan menentang blokade yang diberlakukan karena melanggar hukum internasional. Otoritas Qatar menuduh Saudi melakukan pembatasan terhadap warga negara Qatar yang akan berangkat haji. Tapi, klaim itu disangkal oleh pemerintah Saudi.

 

 

 

LEAVE A REPLY