Hidup Sendiri Tanpa Suami, Pedagang Sayur Ini Bisa Biayai Empat Anaknya dan Pergi Haji

0
63
Foto hanya ilustrasi
Foto hanya ilustrasi

Hajiumrahnews – Bagi seorang tukang sayur di mana pun berada mungkin bisa belajar dari kisah ini. Meski hanya seorang tukang sayur, tetapi ia bisa pergi haji. Yang membuat kita takjub, ia telah ditinggal suami dan harus membiayai keempat orang anaknya. Namun, di tengah kesendiriannya itu ia mampu membiayai anak-anaknya hingga sukses dan ia sendiri akhirnya bisa berangkat haji ke tanah suci.

Sebut saja namanya Wa Iha (75), warga Kelurahan Bataraguru Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Usaha sebagai tukang sayur telah dijalani Wa Iha selama hampir 20 tahun. Karena itu, ia merasa begitu bangga ketika akhirnya bisa pergi haji, meski dengan perjuangan yang tak mudah dan butuh waktu yang panjang.

Menurut Wa Iha, dari hasil berjualan sayur dan ikan asin, dia bisa menyisihkan penghasilannya sebesar Rp20.000 setiap harinya. Sehingga pada tahun 2010 dirinya mulai menyetor ongkos naik haji (ONH) di bank sebesar Rp25,5 juta.

“Saya jualan mulai jam 8 pagi hingga jam 6 sore. Dan saya jalan kaki karena kebetulan rumah saya dekat dengan Pasar Karya Nugraha,” ujar wanita paruh baya ini dalam bahasa daerah.

Wanita asal Kabupaten Buton Tengah ini berada di Kota Baubau sejak 30 tahun silam. Ia ditinggal wafat suami, La Mbale sekitar 20 tahun lalu, sehingga untuk menghidupi keempat anaknya terpaksa harus bekerja sendiri.

“Keempat anak saya masing-masing sudah berkeluarga. Anak sulung berprofesi sebagai guru di salah satu SMA di Baubau. Kemudian anak kedua saya hanya mengurus rumah tangga, sedangkan anak bungsu bekerja sebagai staf pada salah satu perguruan tinggi di Baubau,” ujar Wa Iha lebih lanjut.

Menurut Wa Iha, semua biaya haji dibiayai sendiri olehnya.

“Ini juga berkat doa seluruh keluarga dan anak-anak,” ujarnya.

Pejabat Wali Kota Baubau, Hado Hasina mengatakan, jumlah JCH Baubau yang akan berangkat tahun ini ada peningkatan sekitar 10 persen dari tahun sebelumnya. Hal itu menandakan daerah dan masyarakat Baubau ada kemajuan ekonomi dan kesadaran cukup.

“Jamaah haji kita ini cukup banyak dan bukan hanya orang kaya. Tadi ada tukang sayur dan tukang ojek menunaikan ibadah haji,” ujar Hado Hasina.

Oleh karena itu, menurutnya, kalau ke depan ekonomi daerah bisa lebih diperbaiki, maka nantinya jamaah calon haji (JCH) yang akan mengisi kuota adalah para pedagang maupun sektor wiraswasta kecil lainnya.

Sementara, Kepala Kantor Kementrian Agama Baubau, Rahman Ngkaali mengatakan, dari 177 jamaah calon haji asal Baubau terdapat seorang ibu yang berprofesi sebagai tukang sayur dan tukang ojek.

Dikatakannya, jamaah calon haji Baubau yang berada pada kelompok terbang (kloter) 22 bersama dengan jamaah asal Kabupaten Buton, Buton Utara, Muna, Konawe, Konsel, dan Kota Kendari berjumlah 455 orang.

“Insya Allah berangkat 2 Agustus 2018 dan kemudian transit di pondok Madina satu malam. Selanjutnya 3 Agustus 2018 pukul 21.00 Wita mereka masuk ke asrama haji, kemudian 4 Agustus 2018 pukul 22.45 Wita mereka baru menuju ke Jeddah,” tuturnya.

LEAVE A REPLY