Tukang Ojek Bentor Naik Haji Setelah Menabung 23 Tahun

0
74
Suami istri asal Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Rasyid K dan Jamria, akan beribadah haji di Mekah, Arab Saudi, setelah 23 tahun menabung
Suami istri asal Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Rasyid K dan Jamria, akan beribadah haji di Mekah, Arab Saudi, setelah 23 tahun menabung.

Hajiumrahnews – Dia memang seorang tukang ojek bentor. Tapi, jangan salah, tahun ini dia bisa berangkat ibadah haji. Tak tanggung-tanggung, ia bisa mengajak istrinya pula. Padahal, kita tahu sendiri, berapa sih penghasilan seorang tukang ojek bentor. Mungkin untuk makan sehari-hari saja agak sulit, apalagi terpikirkan untuk berangkat ibadah haji.

Tapi, Rasyid K, lelaki yang jadi pembicaraan di sini, bertekad untuk bisa pergi haji. Akhirnya, setelah 23 tahun menabung, keinginan dirinya dan istrinya ke tanah suci pun bisa kesampaian. Tahun 2018 ini, pasangan asal kota Baubau Sulawesi Tenggara ini akan berangkat ke tanah suci. Subhanallah!

Rasyid menjadi tukang ojek bentor sejak tahun 1990-an. Sehari-hari ia dan istri tinggal di Kelurahan Bataruguru, Kecamatan Wolio, Kota Baubau, Sulteng. Istrinya, Jamria, hanyalah ibu rumah tangga biasa.

Di tahun 1995, Rasyid punya keinginan untuk bisa pergi haji bersama istrinya. Maka, mulailah mereka menabung.

“Sebagian hasil ojek saya sisihkan untuk ke tanah suci. Sehari saya sisihkan sekitar Rp 20.000 hingga Rp 30.000 untuk berangkat haji,” kata Rasyid.

Setelah menabung beberapa tahun, Rasyid bersama istrinya kemudian mendaftar ibadah haji dengan membayar Rp 5 juta.

“Setelah menyetor, Alhamdulillah, rezeki ada-ada saja, dan memang kenyataannya ada. Biasanya saya bisa sisihkan menabung Rp 20.000 per hari, setelah menyetor haji, saya langsung bisa menabung Rp 50.000 atau Rp 60.000 per harinya,” ujarnya.

Setiap bulan ia bisa menabung Rp 500.000 untuk melunasi keberangkatan naik haji sambil menunggu daftar keberangkatan naik haji.

Dengan penuh kesabaran dan keyakinan, lelaki yang punya enam orang anak ini bisa melunasi keberangkatan naik haji sebesar Rp 80 juta bersama istrinya.

Tahun 2018 ini keduanya dijadwalkan akan berangkat naik haji bersama calon jamaah haji lainnya.

“Saya bersyukur sekali, bahkan tidak sangka-sangka kalau saya akan ke tanah suci, karena pekerjaan saya yang tidak sesuai. Makanya saya bersyukur sekali sama Allah, karena pekerjaan saya yang mengantarkan saya ke tanah suci,” tutur Rasyid.

Menurut Rasyid, sesampainya tiba di Mekah nanti dia akan berdoa agar keluarga dan anak-anaknya juga bisa ke tanah suci.

 

LEAVE A REPLY