Hasan Gaido Ajak Praktisi Pendidikan SMK Ciptakan Pengusaha

0
51
Founder sekaligus CEO Gaido Group Muhammad Hasan Gaido saat menjadi pembicara di kegiatan Penguatan Program Pendidikan Kejuruan SMK se-Provinsi Banten, di Marbella Hotel Anyer, Minggu (29/7).
Founder sekaligus CEO Gaido Group Muhammad Hasan Gaido saat menjadi pembicara di kegiatan Penguatan Program Pendidikan Menengah Kejuruan SMK se-Provinsi Banten, di Marbella Hotel Anyer, Minggu (29/7).

HAJIUMRAHNEWS–Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini ada keinginan yang kuat dari para praktisi dunia pendidikan vokasi untuk melibatkan langsung praktisi bisnis dalam rangka untuk mempersiapkan peserta didik yang siap terjun sebagai wirausahawan. Artinya, peserta didik lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang awalnya hanya dipersiapkan untuk mengisi kebutuhan vokasi di lapangan, kini diarahkan untuk menjadi pebisnis.

Hal ini disampaikan founder sekaligus CEO Gaido Group, Muhammad Hasan Gaido, usai menjadi pembicara di kegiatan Penguatan Program Pendidikan Menengah Kejuruan yang diikuti seluruh Kepala Sekolah SMK se-Provinsi Banten, di Hotel Marbella, Anyer, Minggu (29/7).

Hasan Gaido, sapaan akrab pengusaha asal Lebak Banten yang tercatat sebagai President Indonesia Saudi Arabia Business Council (ISABC) ini menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut, para kepala sekolah merespon positif adanya upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai sentral ekonomi syariah dunia. Bahkan, kata Hasan Gaido, para pimpinan sekolah kejuruan ini sepakat dan siap untuk menjadikan SMK se-Banten Banten sebagai role model SMK yang tidak hanya fokus pada vokasi tapi untuk melahirkan wirausahawan.

“Kalau sebelumnya, begitu lulus mereka (peserta didik) akan siap bekerja, tapi sekarang melalui kegiatan ini lulusan SMK Banten yang siap jadi pengusaha,” kata Hasan Gaido.

Dalam kesempatan itu, Hasan Gaido memaparkan perkembangan ekonomi syariah mulai di dunia maupun di Indonesia. Di hadapan para pimpinan sekolah mengajak praktisi pendidikan untuk fokus dalam tugasnya menciptakan generasi penerus siap mandiri dan bersaing di tengah persaingan global.

Sebagai contoh teladannya, Hasan Gaido pun memaparkan bagaimana perjuangan sosok Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) bersaing tampil menjadi yang terbaik di zamannya kala itu, hingga akhirnya menjadi sosok pemimpin agama, pemimpin negara yang juga berangkat dari seorang pedagang. “

Lebih jauh, Hasan Gaido mengatakan, sebagai pebisnis yang komitmen untuk mengembangkan ekonomi syariah, pihaknya telah meletakkan pondasi-pondasi dalam berbisnis di perusahaan yang dibangunnya. Dalam pengembangan Gaido Group, katanya, dibangun dengan konsep Sistem Triangle yakni Operation and Product, Sales and Marketing dan Administration and Finance. Ketiga divisi tersebut saling terkait dalam sistem yang dianut Gaido Group menjadi tanggungjawab seorang CEO atau pimpinan perusahaan.

“Konsep ini tak terlepas dari konsep iman bagi seorang muslim, yakni diitikadkan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan dilakukan lewat perbuatan,” tegasnya.

Selain sistem Triangle, Hasan Gaido menambahkan, ia juga meletakkan lima tahapan untuk menuju sukses. Di antaranya Well Planning (perencanaan yang baik), Clear Goal (target yang jelas), Strategy (cara yang digunakan), Solid Team (tim yang solid) dan Smart Personal (individu yang handal). “Inilah yang oleh Gaido Group dinamakan sebagai Five Steps How to Get Success. Dimana kelima pilar tersebut mengacu pada rukun Islam, yakni Syahadat, Sholat, Zakat, Puasa dan Haji,” katanya.

Setidaknya, kata Hasan Gaido, itulah yang menjadi pondasi dan pilar-pilar yang menopang Gaido Group dalam menjalankan bisnisnya selama ini. Kelompok usaha ini, lanjutnya, merupakan sebuah entitas bisnis memiliki visi mendunia dengan inovasi tanpa batas yang tampil sebagai integrated syariah business corporate.

“Di mana bisnisnya meliputi keuangan syariah, haji khusus, umrah, halal travel, kawasan wisata halal, multimedia syariah, event organizer, kuliner halal, dan muslim lifestyle,” kata praktisi pebisnis yang juga menjabat sebagai Ketua Bilateral Kadin Komite Tetap Timur Tengah dan OKI ini. (hai)

LEAVE A REPLY