Lepas Jamaah Haji Khusus, Dirjen PHU Ingatkan PIHK Soal SPM

0
316
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Nizar Ali menyerahkan bendera Merah Putih tanda simbolis pelepasan jamaah haji khusus di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Sabtu (28/7).
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Nizar Ali menyerahkan bendera Merah Putih tanda simbolis pelepasan jamaah haji khusus di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Sabtu (28/7).
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Nizar Ali menyerahkan bendera Merah Putih tanda simbolis pelepasan jamaah haji khusus di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Sabtu (28/7).

HAJIUMRAHNEWS – Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag  Nizar Ali secara resmi melepas jamaah haji khusus 1439H/2018M, pada Sabtu (28/7) di Terminal 3, Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang. Pada tahun ini, jamaah haji khusus yang dilepas oleh Dirjen beserta jajarannya sebanyak 81 jamaah yang berada di bawah naungan PT Andromeda Atria Wisata.

Dalam sambutannya, Dirjen berpesan agar para pimpinan penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) tetap berpedoman pada Standar Pelayanan Minimal (SPM). “Setiap jamaah memiliki hak untuk memperoleh pelayanan sesuai dengan kontrak yang telah dibuat dengan pihak PIHK,” kata Nizar di hadapan jamaah.

Turut hadir mendampingi Dirjen PHU, tampak Direktur Pembinaan Umrah dan Haji Khusus, Arfi Hatim, para petinggi perwakilan pengurus asosiasi biro travel haji dan umrah, Senior GM Terminal 3 Bandara Soeta, Kepala Otoritas Bandara 1, perwakilan Kepolisian Sub Sektor Bandara, serta perwakilan PT Angkasa Pura II.

Dirjen pun mendorong asosiasi PIHK untuk dapat melakukan perbaikan layanan bagi jamaah haji khusus. Karena hal itu sudah menjadi komitmen bersama antara PIHK dan pemerintah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada setiap jamaah haji.

Nizar menambahkan, bilamana ada keluhan atau pelayanan yang tidak sesuai, maka jamaah dapat langsung mengkomunikasikan kepada PIHK. Namun, Kemenag sebagai pengawas pelaksanaan ibadah haji khusus juga akan senantiasa memantau pelaksanaan pelayanan ibadah haji khusus.

“Kementerian Agama akan bertindak tegas kepada PIHK apabila tidak memberikan layanan sesuai dengan ketentuan dan standar pelayanan minimal,” tegas Nizar.

Sekali lagi Nizar menegaskan, penyelenggaraan ibadah haji khusus bukan menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan PIHK. Oleh karena itu Nizar mengharapkan komitmen dari PIHK untuk dapat memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah.

Sementara Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag, Arfi Hatim menjelaskan, jumlah PIHK yang memiliki jamaah haji khusus yang akan diberangkatkan dalam tahun ini sebanyak 254 PIHK, yang tergabung dalam 158 konsorsium PIHK. “Hingga hari ini, terdapat 16.905 jamaah haji khusus yang terdaftar dalam e-Hajj. Sebanyak 12.131 jamaah atau 71% dari jumlah jamaah yang akan berangkat sudah selesai proses pemvisaan,” kata Arfi.

Menurut Arfi, jamaah haji khusus akan diberangkatkan dari enam bandara Internasional di Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Makassar, Palembang, Pekanbaru, dan Medan. “Terbanyak akan diberangkatkan dari Jakarta,” kata Arfi.

Arfi menambahkan, bahwa jamaah haji khusus akan diberangkatkan sejak tanggal 28 Juli hingga 16 Agustus 2018. “Sementara kepulangan jemaah haji khusus ke tanah air dimulai dari tanggal 26 agustus sampai dengan 12 september 2018,” ujar Arfi.

Untuk memastikan kelancaran operasional monitoring keberangkatan maupun kedatangan jamaah haji khusus, Arfi menjelaskan, Kemenag telah membentuk Tim Monitoring dan Pengawasan Pemberangkatan dan Pemulangan Jamaah Haji Khusus Tahun 1439 H/2018 M. “Tugas tim bertujuan menerima laporan keberangkatan dari petugas PIHK, yang kemudian memastikan jamaah berangkat dari tanah air menuju Arab Saudi,” jelas Arfi.

Khusus di Bandara Soekarno Hatta, Arfi mengatakan, pihaknya telah berkordinasi dengan PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno Hatta untuk mendirikan posko sebagai tempat petugas PIHK menyampaikan laporan ke petugas monitoring Kemenag. “Ini untuk memudahkan mekanisme pelaporan. Jadi PIHK tidak repot untuk mencari petugas kami,” kata Arfi.

Tak hanya itu, Kemenag pun telah  menggandeng pihak Otoritas Bandara, Kepolisian Sektor Sub Bandara International Soekarno Hatta, serta asosiasi PIHK untuk bersama-sama mengawal proses pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji khusus. (hai)