Kyai Anang: Gerhana Bulan Perpaduan Iptek dan Imtak

0
85
Suasana shalat gerhana bulan (khusuful qomar) di Masjid Az-Zaky, Pondok Modern Tazakka, Sabtu dini hari (28/7).
Suasana shalat gerhana bulan (khusuful qomar) di Masjid Az-Zaky, Pondok Modern Tazakka, Sabtu dini hari (28/7).

HAJIUMRAHNEWS – Shalat gerhana baik gerhana bulan (khusuful qomar) maupun gerhana matahari (kusyufus-syams) selain sebuah sunnah muakkadah sekaligus sebagai sarana pendidikan kepada umat bahwa fenomena alam yang terjadi merupakan bukti kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Maka, dalam khutbahnya khotib kita selalu mengupas fenomena ini melalui pendekatan iman dan tauhid serta sains.

Demikian disampaikan Pimpinan Pondok Modern Tazakka Batang, Kyai Anang Rikza Masyhadi dalam keterangan resminya kepada hajiumrahnews.com, Sabtu (28/7).

Menurutnya, pendekatan sains bisa dipaparkan melalui data-data dan teori-teori astronomik dan fisika. Para santri sebetulnya sudah sangat familiar dengan hal demikian, karena materi pelajaran fisika tidak ansich pendekatan teoretis akademik saja, melainkan dibingkai dalam frame tauhid. “Apalagi ditambah dengan pengantar ilmu falak (astronomi), yang diantaranya menghitung peredaran bumi, matahari dan bulan, bahkan hingga menentukan koordinat arah kiblat,” katanya.

Suasana shalat gerhana bulan (khusuful qomar) di Masjid Az-Zaky, Pondok Modern Tazakka, Sabtu dini hari (28/7). Nampak bulan gerhana terlihat di atas menara Masjid Az-Zaky.
Suasana shalat gerhana bulan (khusuful qomar) di Masjid Az-Zaky, Pondok Modern Tazakka, Sabtu dini hari (28/7). Nampak bulan gerhana terlihat di atas menara Masjid Az-Zaky.

Dalam kesempatan sholat khusuful qomar (gerhana bulan) di Masjid Az-Zaki di komplek Pondok Modern Tazakka tersebut, lanjut Kyai Anang, pihaknya beberapa kali menggelar kuliah umum tentang: Ayat-ayat Semesta oleh pengarangnya Dr. KH. Agus Purwanto, D.Sc. “Beliau ahli fisika quantum dari Hiroshima University yang sangat detail mengupas gejala fisika alam semesta dalam bingkai ayat-ayat Al-Quran,” ujarnya.

Jadi, kata Kyai Anang, setiap ada fenomena alam apapun namanya, maka langsung dikembalikan kepada Allah SWT. Bukan dengan mitos dan khurafat. Bukan pula dengan tayahul-tahayul. “Inilah salah satu nilai-nilai pendidikan yang kami tanamkan di pondok ini: memadukan pendekatan iptek dan imtak,” tegas Kyai Anang. (hai)

LEAVE A REPLY