Kemenag Targetkan Indeks Kepuasan Jamaah 85 Persen

0
184
Menag Lukman Hakim Saifuddi bersama Petugas haji mendampingi seorang jamaah lansia. (foto:ist)
Terlihat para petugas yang mengecek fasilitas bus khusus haji (Foto;Ist)
Terlihat para petugas yang mengecek fasilitas bus khusus haji (Foto;Ist)

HAJIUMRAHNEWS – Dalam penyelenggaraan haji tahun 1439H/2018M ini Kementerian Agama (Kemenag) kembali menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar Survei Kepuasan Jamaah Haji Indonesia (SKJHI) untuk mengukur tingkat kepuasan jamaah terhadap layanan yang diberikan pemerintah. Survei ini juga bertujuan untuk memperoleh data dan informasi terkait pelayanan yang diperoleh jamaah selama melaksanakan ibadah haji. Dalam hal ini, Kemenag menargetkan indeks kepuasan jamaah mencapai 85%.

“Pada tahun ini kita menargetkan indeks kepuasan jamaah capai 85 persen,” kata Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Nizar dalam sebuah kesempatan pelatihan petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta beberapa waktu lalu, sebagaimana dikutip hajiumrahnews.com dari laman resmi Kemenag, pada Jumat, (27/7).

Menurut Nizar, indeks kepuasan jamaah terus meningkat tiap tahun. Tahun 2014 misalnya mencapai 81,52 persen, setahun berikutnya 82,67. “Sementara 2016 capai 83,83 persen dan pada 2017 capai 84,85 persen,” katanya.

Sebelumnya, Petugas BPS Edi Prawoto, menyebutkan ada 7 (tujuh) pelayanan yang akan dinilai. Yakni pelayanan petugas haji, ibadah, transportasi bus, akomodasi (hotel/tenda), katering, kesehatan dan pelayanan lain-lain.

“Tidak seluruh jamaah akan menjadi responden survei ini, total sebanyak 14.400 jamaah yang akan diambil survei mewakili 221 ribu jamaah haji kita,” kata Edi.

Edi menambahkan, sampel tersebut diambil dari seluruh populasi jamaah haji Indonesia dengan teknik probability sampling. “Penggunaan teknik ini bertujuan agar data yang dihasilkan dapat merepresentasikan seluruh jemaah haji dan bukan sekadar studi kasus saja,” ujarnya.

Lebih lanjut Edi menjelaskan, alur survei yang dilakukan sebagai berikut: Pertama, jamaah haji dari regu terpilih akan menerima kuosioner dari ketua regu masing-masing. Kemudian berikutnya, kuesioner diisi sesuai petunjuk yang ada.

Ketiga, kuosioner yang telah diisi lengkap dikembalikan kepada ketua regu. Alur keempat, ketua regu memasukkan kuosioner yang telah diisi ke dalam amplop besar. Kelima, ketua regu menyerahkan dokumen hasil pengisian kepada ketua kloter. Terakhir yang keenam, ketua kloter menyerahkan ke petugas di sektor. (hai/*)