Demi Bisa Pergi Haji, Mbah Warti Rela Jualan Capar dan Menabung Selama 38 Tahun

0
69
Mbah Warti
Mbah Warti, penjual capar di Pasar Panggung, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan.

Hajiumrahnews – Pernahkah Anda berpikir, menabung sekarang untuk berangkat haji 40 tahun kemudian? Jika berpikir seperti ini, orang pasti banyak yang mundur alias tak kuat menabung. Karena itu, menabunglah untuk pergi haji, tapi jangan berpikir kapan harus berangkat. Dengan begitu, Anda tak terbebani harus berangkat tahun ini dan tahun ini.

Demikian kira-kira salah satu resep dari Mbah Warti. Ketika dirinya mendengar ongkos biaya haji sebesar Rp7 juta tahun 1980-an seketika itu juga ia bertekad untuk menabung.

“Waktu saya ngarit kangkung, mendengar beberapa petani bicara soal ongkos naik haji (ONH). Waktu itu tahun 1980- an, ongkosnya Rp 7 juta. Sejak mendengar ongkos naik haji itu, saya bertekad untuk menabung, tidak mikir bisa berangkat tahun berapa,” ujar Mbah Warti kala itu.

Saat itu Mbah Warti masih seorang pedagang kangkung dengan penghasilan yang tak seberapa. Karena merasa penghasilannya kecil sementara ia juga harus bisa menabung, akhirnya ia pun banting setir dengan menjadi penjual capar atau sayuran dengan bahan dasar tauge tahun 1990-an.

Ternyata, keputusannya tidak salah. Sejak ia berjualan capar, penghasilannya semakin bertambah baik, apalagi setelah ia menabung untuk haji. Usaha caparnya semakin berkembang. Sehari bisa habis 3 kg. Kalau hari-hari libur bisa habis di atas 10 kg.

“Bahkan sekarang ini sudah bisa sampai setengah kuintal (50 kilogram),” ujar warga yang biasa menjual pacarnya di Pasar Desa Panggung, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan ini.

Atas kerja kerasnya dan kesungguhannya dalam menabung akhirnya tahun 2010 ia pun bisa mendaftar ibadah haji di kantor Kementerian Agama (Kemenag) Magetan diantar anaknya. Dan sepekan lalu, ia bisa melunasinya sebesar Rp 36,1 juta. Bahkan uang tabungannya masih ada sisa sehingga bisa dibelikan motor bekas.

“Syukur sejak saya berniat naik haji, rejeki saya seperti ditumpahkan. Jualan capar laku keras. Mungkin ini sudah suratan, Allah mengizinkan saya berangkat tahun ini,” ujar Mbah Warti penuh haru.

Rencananya, Mbah Warti berangkat bersama dengan 394 calon jamaah haji (CJH) lain pada Jumat (27/7/2018) pukul 01.00 dini hari. Semoga selamat sampai tujuan, Mbah Warti!

Demikian kisah yang penuh inspiratif dari seorang penjual capar. Kisah ini, sekali lagi, telah memberikan pelajaran berharga pada kita bahwa siapapun bisa pergi haji asalkan punya niat yang sungguh-sungguh dan dibarengi kerja keras. Jika orang seperti Mbah Warti saja mampu, apalagi kita yang seorang pengusaha, pedagang besar, pekerja kantoran, PNS, pejabat, dan sebagainya.

Sayangnya, Mbah Warti tidak berangkat bersama sang suami, Sukimin, yang seorang penjual servis keliling. Meski begitu, hal itu tidak menjadi halangan bagi warga Dukuh Boro RT04/RW01, Desa Panggung, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan ini untuk tetap semangat dalam menjalankan rukun Islam yang kelima ini.

Semoga dapat haji yang mabrur, Mbah Warti! Amien yra.

 

 

LEAVE A REPLY