Jamaah Haji yang Meninggal saat Sujud Dikenal Rajin Salat Dhuha dan Tahajud

0
156
Sukardi Ratmo, jamaah haji yang meninggal saat sujud di Masjid Nabawi, Madinah.
Sukardi Ratmo, jamaah haji yang meninggal saat sujud di Masjid Nabawi, Madinah.

Hajiumrahnews – Kemarin kita baru saja dikejutkan dengan berita meninggalnya seorang jamaah haji yang sedang sujud di Masjid Nabawi, Madinah. Bisa dikatakan, beliau meninggal dalam keadaan yang amat baik. Selain meninggal ketika sedang menunaikan ibadah haji, beliau juga sedang dalam keadaan shalat (bersujud) kala itu. Sebuah kebaikan yang berlipat ganda, tentunya.

Namun pertanyaannya: siapakah sosok Sukardi Ratmo ini sehingga beliau dimuliakan oleh Allah dengan meninggal dalam keadaan bersujud?

Sebagaimana diketahui bahwa beliau adalah jamaah haji asal Cakung, Jakarta Timur, tepatnya di RT 011 RW 02. Beliau berangkat ke tanah suci melalui embarkasi Jakarta. Menurut putranya bernama Okki Setiyadi, beliau adalah sosok ayah pekerja keras dan tegas dalam mendidik anak-anaknya.

Bahkan, menurut putri sulungnya yang bernama Desy Ika Setyawati, beliau adalah sosok yang rajin beribadah.

“Ayah itu rajin salat dhuha terus salat tahajud,” ujarnya.

Almarhum sebenarnya dilarang untuk pergi haji karena dia punya riwayat penyakit jantung. Namun RS Islam mengizinkannya berangkat ke tanah suci karena keinginan yang begitu kuat dari almarhum. Diketahui, almarhum mulai mendaftar haji tahun 2011.

Nunggu-nya 7 tahun dari 2011. Kan kemarin berobat ke RS Omni dicek jantung. Sama dokter Omni sebenernya enggak boleh berangkat (haji). Terus bapak bingung nunggu-nya udah tujuh tahun (untuk berangkat haji). Terus dipanggilnya tahun ini. Dia nyari rumah sakit akhirnya di RS Islam bisa berangkat aja Pak, kata dokternya,” tutur Desy.

Meski sakit, kata Dessy, ayahnya itu tidak pernah menunjukkan rasa sakitnya dan memang sudah berniat untuk naik haji.

Kini, di rumah duka masih banyak kerabat, keluarga dan tetangga yang bertakziah dan mengaji tahlil pada malam harinya.

“Malam ini mau tahlilan insyaallah sampai tujuh hari,” kata Okki Setiyadi putra di rumahnya, Kamis, (19/7).

Menurut Okki, sebelum berangkat sang ayah hanya berpesan untuk menjaga rumah.

“(Karena sewaktu hidupnya) ayah adalah sosok periang, enggak bisa diem. Pokoknya, maunya bersih-bersih dan rapihin rumah,” pungkas Okki.

 

LEAVE A REPLY