Ini Alasan Kemenag Tidak Mau Gunakan Bandara Kertajati

0
136
Dirjen PHU Nizar Ali. (foto:abi/hun)
Dirjen PHU Nizar Ali. (foto:abi/hun)dara

HAJIUMRAHNEWS – Rencana pemberangkatan tiga kloter jamaah haji asal Provinsi Jawa Barat melalui Bandara Kertajati itu bisa menyalahi prosedur, karena belum ada dasar hukumnya. Malah jika dipakasakan akan berpotensi menyalahi Undang-undang No 13 tahun 2018  tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah dan bisa menjadi temuan pengawas keuangan negara.

Demikian ditegaskan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nizar Ali dalam keterangan resminya di Jakarta yang diterima hajiumrahnews.com, Kamis (19/7) malam.

“Pemberangkatan dari Kertajati belum ada dasar hukumnya mengingat bandara itu belum ditetapkan sebagai bandara Embarkasi Haji dan atau Embarkasi Haji Antara,” tegas Nizar.

Dalam konteks Jawa Barat, lanjut Nizar, prosedurnya adalah pemberangkatan jamaah dari Embarkasi Haji Bekasi ke Bandara Soekarno-Hatta, lalu ke Arab Saudi. Karenanya, jika jamaah haji diberangkatkan dari Embarkasi Haji Bekasi menuju Bandara Kertajati terlebih dahulu, maka hal itu akan menyalahi prosedur. Hal itu juga berpotensi menimbulkan masalah bagi jamaah, baik kelelahan fisik maupun psikologi.

“Rencana pemberangkatan jamaah dengan rute Asrama Haji Bekasi ke Bandara Kertajati lalu terbang ke Bandara Soekarno Hatta, menyalahi UU Penyelenggaraan Haji dan Umrah,” tambahnya.

Menurut Nizar, Pasal 35 UU 13/2008 mengatur bahwa transportasi dari daerah asal ke embarkasi menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah. Sedang Pasal 33 mengatur bahwa pelayanan transportasi dari embarkasi ke Saudi pergi pulang menjadi wewenang Menteri Agama.

“Menteri Agama sudah mengatakan bahwa karena memerlukan asrama haji, maka tahun ini Kertajati belum bisa digunakan sebagai embarkasi,” tandasnya.

Nizar menambahkan bahwa tahun ini Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi sudah bersepakat bahwa jamaah haji Jawa Barat akan melakukan proses biometrik dan finger print di Asrama Haji Bekasi. Adapun untuk proses precleareance akan dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng.

Jamaah haji asal Provinsi Jawa Barat sudah diberangkatkan menuju Arab Saudi secara bertahap sejak 18 Juli 2018. Proses ini akan berlangsung hingga 15 Agustus 2018.

“Kami minta kepada Ketua PPIH Embarkasi Bekasi untuk tetap memberangkatkan seluruh jemaah haji asal Jawa Barat sesuai prosedur yang ditetapkan, yaitu dari asrama haji Embarkasi Bekasi menuju Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng,” tandasnya (hai)

LEAVE A REPLY