Merasakan Misteri Kuasa Ilahi di Bukit Besi

0
117

jabal-magnetHAJIUMRAHNEWS – Berbagai keajaiban dan mukjizat seolah datang tiada henti di Tanah Suci. Salah satunya adalah Jabal Magnet. Pendudukan Madinah, menyebutnya Manthiqotul Baidha (Tanah Putih).

Ketika memasuki kawasan Jabal Magnet, keanehan demi keanehan akan dirasakan para pengunjung. Salah satu yang paling fenomenal adalah bagaimana mobil-mobil di sekitar area tersebut mampu berjalan mundur tanpa ada pengemudi di dalamnya. Tidak hanya berjalan mundur, mobil auto-pilot tersebut bisa bergerak hingga mendaki tanjakan.

Bukan hanya mobil saja yang bergerak sendiri,  pun dengan jarum kompas yang ‘menggila’, sehingga tak mampu bekerja seperti semestinya. Artinya, di kawasan ini terdapat sebuah medan magnet yang amat besar. Karena itu pula, kawasan ini disebut dengan Jabal Magnet.

Jabal Magnet berada sekitar 30 kilometer dari Madinah, tepatnya terletak di daerah Manthiqa Baidha. Kawasan ini bisa ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit dari pusat kota Madinah. Sekitar 10 kilometer sebelum tiba di Jabal Magnet, akan terlihat pemandangan yang berbeda. Panorama tersebut adalah pemandangan danau buatan yang cukup besar.

Awalnya, tempat ini merupakan sebuah daerah yang ditemukan oleh salah satu orang suku Baduy Arab. Pada masa itu, sang penemu terpaksa menghentikan mobilnya karena sudah tidak tahan untuk membuang hajat. Karena terburu-buru, ia tak sempat memasang rem tangan dan ternyata mobilnya berjalan sendiri. Anehnya, semakin lama kecepatan mobil itu juga makin tinggi. Mobil itu baru berhenti ketika menabrak gundukan pasir.

Dengan keunikan ini membuat lokasi tersebut menjadi terkenal. Tidak heran jika banyak jamaah haji maupun umrah yang ingin menyaksikan keajaiban dari bukit magnet ini. Saking terkenalnya, pemerintah Arab Saudi membuat jalan khusus yang bisa membawa seseorang ke lokasi bukit tersebut.

Sepanjang perjalanan menuju bukit, kini bisa dilihat banyaknya tenda-tenda yang dibangun untuk para pengunjung serta sarana wisata layaknya sebuah objek wisata. Yang khas adalah adanya mobil mini yang disewakan agar para wisatawan bisa merasakan medan magnet tadi.

Apabila ditelusuri, bukit magnet ternyata tidak hanya ada di Madinah, Arab Saudi. Ada ratusan tempat di dunia yang memiliki fenomena seperti ini walaupun dengan nama yang berbeda-beda. Di antaranya ada yang menyebutnya dengan nama bukit gravitasi (gravity hill), bukit hantu (spook hill) atau jalan misteri (mistery spot).

Di Indonesia, lokasi yang memiliki fenomena serupa seperti ini juga bisa ditemui di jalan yang menuju objek wisata Gunung Kelud. Tepatnya di desa Sugih Waras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Dimana mobil bisa berjalan sendiri ke arah tanjakan.

Penelitian

Menurut sejumlah ilmuwan dan peneliti menjelaskan bahwa fenomena Jabal Magnet sejatinya bisa dijelaskan secara seerhana. Dimana kota Madinah –yang merupakan sebuah kota yang dibangun di atas Arabian Shield, dan umurnya lebih dari 700 juta tahun— termasuk sebuah kawasan endapan lava yang luasnya mencapai 180 ribu kilometer persegi.

Lava basa tadi muncul ke atas bumi dari tempat yang amat dalam, yaitu sekitar 40 kilometer dan sudah melalui zona-zona rekahan yang panjangnya sekitar 600 kilometer. Rekahan itu, disebut juga sebagai garis vulkanik Mekkah-Madinah-Nufud. Dan inilah yang menjadi penjelasan akan misteri keajaiban Jabal Magnet di Arab Saudi.

Setidaknya ada dua teori ilmiah yang dapat dipercaya untuk menjelaskan rahasia di balik bukit magnet. Salah satunya adalah bukit tersebut memang mengandung biji besi di dalamnya. Besi-besi ini menjadi magnet dan benar-benar akan menarik apapun yang terbuat dari logam menuju ke pusatnya. Sayangnya teori ini terbantahkan lantaran air juga bisa mengair menuju tanjakan padahal air bukanlah logam.

Teori lainnya menyatakan bahwa fenomena ini hanyalah ilusi optik alias tipuan mata. Umumnya semua misteri di lokasi tersebut disebabkan terhalangnya cakrawala (horizon) yang membuat mata manusia kesulitan menerjemahkan lereng dari suatu permukaan.

Namun apapun yang terjadi, terlepas itu bisa dipecahkan secara ilmiah atau tidak, di sinilah Allah Subhanahu Wata’ala (SWT) menunjukkan kuas-Nya. Masih banyak fenomena-fenomena lain yang bisa saja diungkapkan secara ilmiah namun tetap semua itu adalah bukti kuasa Ilaahi. Hanya Allah SWT yang mengetahui rahasia dibalik semua ciptaan-Nya. (dro)

LEAVE A REPLY