Menapaki Kemegahan Masjid Kubah Emas

0
39

dianmahriHAJIUMRAHNEWS – Tak dimungkiri, bangunan ini semula tak disangka akan menjadi tempat wisata religi. Namun, pesona kilauan emas dan hijaunya taman mampu menarik minat umat untuk berlama-lama di kompleks masjid ini. Saban harinya, Masjid Kubah Emas, julukan masjid megah yang berada di kawasan Depok ini tak pernah sepi.

Ya, julukan itu ditabalkan pada masjid bernama Masjid Dian Al-Mahri. Sebuah kawasan yang awalnya diperuntukkan sebagai Islamic Centre. Pasalnya, rencananya di kompleks ini akan dibangun pesantren, sekolah TK/TPA, SD, SLTP, SMU, dan Perguruan Tinggi berbasis Islam, juga area publik dakwah dan pradaban Islam. Proyek yang digagas oleh pasangan suami istri Dian Djuriah dan Maimun Al-Rasyid yang juga pengusaha asal Banten ini dibangun pada 2001 dan resmi digunakan untuk umum pada 31 Desember 2006.

Oleh pendirinya, masjid megah nan indah ini diniatkan tidak hanya menjadi simbol keagungan Islam, namun juga akan berfokus pada pengembangan kebudayaan Islam di Indonesia. Memang, hingga kini yang baru dibangun sebatas masjid, kediaman empunya, dan sebuah gedung serba guna yang dapat digunakan sebagai resepsi pernikahan atau acara lainnya serta taman yang luas nan indah.

Masjid seluas 8000 meter persegi ini berdiri di atas tanah 50 hektar dan diperkirakan mampu menampung 15 ribu jamaah sholat dan 20 ribu jamaah majelis taklim. Masjid ini diklaim sebagai yang termegah di kawasan Asia Tenggara. Dengan tempat parkir seluas 7.000 meter persegi dapat menampung 300 kendaraan roda empat atau 1.400 kendaraan bermotor. Pada hari biasa, masjid dikunjungi oleh 10 ribu pengunjung sementara di akhir pekan meningkat jadi 20 ribu hingga 30 ribu pengunjung.

Masjid Kubah Emas termashur di kalangan muslim dalam negeri tapi hingga luar negeri seperti Malaysia, Brunai Darussalam dan Singapura. Bahkan, bagi wisatawan muslim asing yang datang ke Indonesia, seolah menjadi sebuah kewajiban untuk berkunjung ke masjid ini.

Tak sedikit di antara pengunjung yang datang ke masjid ini hanya sekedar menikmati kemegahan, keindahan, dan kemilauan emas pada kubah masjid serta keunikan arsitekturnya. Sepintas jika dilihat arsitektur bangunan masjid ini perpaduan beberapa bentuk bangunan masjid India, Persia, Arab Saudi dan Mesir. Sedangkan bahan-bahan bakunya konon didatangkan langsung dari Italia untuk lampu-lampunya. Lalu granitnya berasal dari Brasil dan marmernya dari Turki dan Italia.

Dijuluki Kubah Emas, lantaran masjid yang memiliki lima kubah yang terdiri dari satu kubah utama dan empat kubah kecil ini seluruhnya dilapisi emas 24 karat setebal 2 sampai 3 milimeter dan mozaik kristal yang materialnya diimpor dari Italia. Pada kubah utama bentuknya menyerupai kubah Taj Mahal.

Kubah ini berdiameter bawah 16 meter, diameter tengah 20 meter, dan tinggi 25 meter. Sementara empat kubah kecil lainnya memiliki diameter bawah 6 meter, tengah 7 meter, dan tinggi 8 meter.

Pun pada mihrabnya, terdapat relief hiasan yang terbuat dari emas 18 karat. Begitu juga pagar di lantai dua dan hiasan kaligrafi di langit-langit masjid. Sedangkan mahkota pilar masjid yang berjumlah 168 buah berlapis bahan prado atau sisa emas. Pada langit-langit kubah terdapat lukisan langit yang warnanya dapat berubah sesuai dengan warna langit pada waktu-waktu sholat dengan menggunakan teknologi tata cahaya yang diprogram dengan komputer.

Ruang utama masjid yang berukuran 45×57 meter ini memiliki enam minaret berbentuk segi enam yang tingginya masing-masing 40 meter dan kesemuanya berbalut granit abu-abu dari Italia dengan ornamen yang melingkar. Pada puncak minaret terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat.

Dian-Al-Mahri1

Dari sisi interior, masjid ini menampilkan pilar-pilar yang tinggi menjulang untuk menciptakan skala ruang yang agung. Hampir seluruh ruang masjid didominasi warna monokrom dengan unsur utama warna krem, untuk memberi karakter ruang yang tenang dan hangat. Di bagian tengah ruangan terdapat lampu terbuat dari kuningan berlapis emas seberat 2,7 ton yang dikerjakan oleh ahli dari Italia.

Masjid yang terletak di jalan Meruyung–Limo Depok ini akan ditutup untuk umum pada hari Kamis, untuk persiapan shalat Jumat keesokan harinya. Sedangkan pada hari lainnya masjid dibuka pada pukul 10.00 pagi hingga 20.00 malam dan untuk shalat Subuh hingga pukul 07.00 pagi. (war/hai)

LEAVE A REPLY