21 Fakta Zohri, Dari Tak Punya Alas Kaki Hingga Juara Dunia Lari 100 M

0
154

4e3mwYMQjT

Hajiumrahnews – Siapa yang tak kenal dengan Lalu Muhammad Zohri dua hari ini? Dialah pria sederhana, bahkan “miskin” dari Lombok, NTB yang telah mengharumkan nama Indonesia di pentas atletik dunia. Belum lama ini, dia menjadi juara dunia lari 100 m di Tampere, Finlandia dengan mengalahkan pelari-pelari pavorit dari Amerika Serikat seperti Anthony Schwartz dan Eric Harrison.

Pasti di antara kita amat penasaran dengan lelaki berusia 18 tahun ini. Kepada pembaca setia berita-berita hajiumrahnews, kami sodorkan beberapa fakta tentang Zohri yang tidak banyak diketahui oleh orang. Berikut fakta-fakta tersebut:

1. Sujud Syukur

Ketika melakukan selebrasi atas kemenangan yang diraihnya, Lalu Muhammad Zohri sempat berjalan dan lari-lari kecil. Setelah itu, kejadian mengejutkan pun terjadi. Ia merendahkan tubuhnya dan lalu menempelkan wajahnya ke lantai. Itulah sujud syukur yang kita kenal dalam agama Islam. Ya, sebagai seorang Muslim, Zohri melakukan sujud syukur atas prestasi yang mungkin tak akan pernah dipercayainya itu. Dan kita, dibuat bergetar dan terharu atas tindakannya tersebut.

2. Mencari Bendera Merah Putih

Usai sujud syukur, Zohri kemudian berjalan ke arah penonton dan mungkin officialnya untuk mencari bendera merah putih yang bisa dikibarkannya. Namun, usahanya ternyata tak mudah. Tampaknya, ia kebingungan mencari bendera itu. Meski akhirnya sebuah foto yang beredar di medsos menunjukkan bahwa Zohri akhirnya bisa menyandarkan bendera merah putih itu di punggung tubuhnya. Ia telah menemukannya.

3. Sindiran Pelatih Amerika Serikat

Rupanya, ulah Zohri yang kebingungan mencari bendera merah putih tersebut menarik perhatian pelatih Amerika Serikat asal University of Virginia bernama Mario Wilson. Ia mengungkapkan bahwa seharusnya ada pihak yang memberikan Zohri bendera Polandia saja. Sebab warna bendera Polandia sama dengan bendera Indonesia yakni merah dan putih. Tinggal dibalik saja.

Hal tersebut dituliskan Mario Wilson dalam balasan postingan yang diunggah akun resmi IAAF, “Someone should’ve given him a Polish flag then reverse it (Seseorang seharusnya memberikan dia (Lalu) bendera Polandia lalu dibalik),” tulis Mario Wilson.

Zohri berfoto bersama sprinter dari Amerika Serikat..
Zohri berfoto bersama sprinter dari Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison usai laga yang bersejarah.

4. Klarifikasi Dubes Indonesia

Namun, kejadian itu kemudian diklarifikasi oleh Dubes Indonesia untuk Finlandia bernama Wiwiek Setyawati Firman. Melalui keterangan tertulisnya, Wiwiek menjelaskan pihaknya tak punya akses masuk ke arena untuk memberikan bendera, terkecuali wartawan televisi.

“Sangat banyak media Amerika Serikat (AS) yang siap meliput di garis finis. Mereka sudah bawa bendera mereka karena mereka yakin AS selalu menang di sprint 100 meter,” tulis Wiwiek.

“Media Indonesia satu pun tidak ada yang hadir. Jadi, tidak ada media kita yang meliput di garis finis. Sementara para pelatih duduk di tribune, tidak boleh masuk ke lintasan. Bagaimana pelatih bisa cepat masuk ke garis finis berikan bendera, dibanding wartawan-wartawan AS yang memang sudah siap siaga meliput di garis finis?”

Selain itu, Wiwiek juga memastikan tidak ada pakem atau aturan yang mengharuskan atlet mendapatkan bendera negaranya setelah finis.

Tidak adanya pakem tersebut, kata Wiwiek, sudah dinyatakan pelatih dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI).

“Hanya Superman-lah yang bisa loncati pagar masuk ke lintasan untuk berikan bendera di garis finis dengan cepat,” tulis Wiwiek.

Wiwiek pun menegaskan, KBRI Finlandia dan masyarakat Indonesia di Tampere selalu mengawal tim dari PB PASI.

5. Hadiah 100 Juta dari Hotman Paris

Soal bendera itu, kita abaikan saja. Kini, kita bicara lain soal pengacara nyentrik bernama Hotman Paris Hutapea. Kabarnya, dia berjanji akan memberikan hadiah 100 juta kepada Zohri atas prestasinya itu. Hotman merasa prihatin atas kondisi yang dialami Zohri. Peraih 20 medali emas, tapi rumahnya masih gubuk. Dan uang itu, rencananya diperuntukkan Zohri untuk membangun rumahnya.

6. Bonus 250 juta dari Kemenpora

Dengan prestasi yang diraih Zohri, Menpora Imam Nahrawi berharap Zohri tetap membumi dan hasil kejuaraan dunia dijadikan motivasi untuk meraih hasil terbaik pada Asian Games 2018, 18 Agustus-2 September nanti.

“Pemerintah akan memberikan bonus sama dengan juara dunia yang lain. Semoga bonus ini tidak menghentikan semangat Lalu pada Asian Games nanti,” kata Menpora Imam Nahrawi.

Kabarnya, Zohri akan diganjar bonus dari Kemenpora sebanyak 250 juta.

7. Hadiah 200 Juta dari TGB

Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi mengapresiasi prestasi Zohri dengan memberikan bonus kepada atlet jebolan Pelatda NTB itu sebesar Rp 200 juta. Rinciannya dalam bentuk polis asuransi sebesar 100 juta rupiah dan modal usaha sebesar 100 juta rupiah.

“Semalam saya hubungi Zohri saat dia sedang makan malam bersama Ibu Dubes Wiwiek Setyawati Firman di sana. Saya sampaikan ucapan selamat atas prestasi yang luar biasa. Alhamdulillah, sungguh kebanggaan untuk NTB dan Indonesia,” kata Dr. TGB M. Zainul Majdi atau yang akrab disapa TGB, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Jumat (13/7/2018) seperti rilis yang diterima Liputan6.com.

Inilah rumah kayu Zohri yang menjadi tempat tinggalnya sehari. Dari rumah inilah lahirlah seorang juara dunia.
Inilah rumah Zohri yang menjadi tempat tinggalnya sehari-hari. Demikian sederhananya. Namun, dari rumah inilah lahir seorang juara dunia.

8. Hadiah Umrah dari Ust. Adi Hidayat

Dalam sebuah video yang tersebar di media sosial, penceramah muda nan kondang, Ustadz Adi Hidayat juga akan memberikan bonus umrah kepada Zohri dan kedua orang tuanya. Mengingat kedua orang tua Zohri telah tiada, kemungkinan hadiah umrah itu akan diberikan kepada saudaranya atau kerabatnya.

Adi Hidayat tergugah dengan sikap Zohri yang melakukan sujud syukur usai menjuarai lari cepat tersebut. Bagi ustadz, apa yang dilakukan oleh Zohri telah memberikan citra yang baik untuk orang lain.

9. Bonus Lainnya

Selain itu ada Sedekah Online yang mengumpulkan dana untuk perbaikan rumah sebesar Rp 93,230 juta. Ada pula pengacara Donasi grup WA Sasambo Ikhtiar di Mataram sudah mengumpulkan dana hingga hari ini sebesar Rp 14,85 juta.

Kemudian, yang sudah diterima langsung oleh saudara kandungnya di rumahnya, Jumat, dari Aksi Cepat Tanggap Jakarta sebesar Rp 25 juta dan Seknas Jokowi NTB sebesar Rp 10 juta.

10. Hadiah PNS 

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur telah menyiapkan satu slot khusus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk Zohri.

“Saya sediakan slot khusus untuk jadi PNS karena sudah memenuhi kriteria sebagai atlet berprestasi tingkat dunia,” kata Asman di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jumat (13/7).

Bupati Lombok Utara, H Najmul Ahyar, juga sempat berjanji merekrut Zohri sebagai calon pegawai negeri sipil.

11. Hadiah Rumah dari Mendagri

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menghadiahkan sebuah rumah kepada Zohri. Rumah tersebut terletak di Taman Bangsal Residence, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Tak jauh dari rumah keluarga Zohri yang juga ada di Lombok Utara.

“Ungkapan rasa bangga dan apresiasi kepada Saudara Zohri atas prestasi dunianya yang membawa nama harum Indonesia. Keluarga besar Kemendagri memberikan apresiasi kepada Saudara Zohri sebuah rumah di Bangsal Regency, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara,” kata Mendari Tjahjo Kumolo, di Jakarta, Jumat.

Zohri melakukan sujud syukur usai kemenangannya. Jutaan orang dibuat bergetar dengan tindakan Zohri ini.
Zohri melakukan sujud syukur usai kemenangannya. Jutaan orang dibuat bergetar dengan tindakan Zohri ini.

12. Diajak Bertemu Jokowi

Rencananya, Zohri akan diajak Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi untuk bertemu dengan Presiden Indonesia, Bapak Jokowi.

“Mau banget Pak ketemu orang besar (Presiden),” kata Zohri dalam telewicara dengan Imam Nahrawi di Media Center Kemenpora Jakarta, Jumat, 13 Juli 2018, seperti dilansir Antara.

13. Pulang ke Indonesia 

Saat ini Zohri masih berada di Finlandia. Sesuai rencana, Zohri baru akan kembali ke Tanah Air pada Selasa, 17 Juli 2018. Disebutkan, pemerintah telah menyiapkan penyambutan khusus untuk Zohri.

14. Sosok yang Rendah Hati

Zohri adalah orang yang sangat rendah hati. Sungkan karena rekannya belum berhasil mendapatkan medali, Zohri menyimpan medali emasnya di dalam tas.

“Zohri itu sangat rendah hati dan sangat menghargai perasaan temannya yang belum berhasil mendapat medali. Susah banget diminta foto pakai medali. Medali disimpan dalam tas dia,” kata Duta Besar RI untuk Finlandia, Wiwiek Setyawati Firman kepada CNNIndonesia.com, Kamis (12/7).

15. Tangis Haru Sang Kakak

Kakak kandungnya, Baiq Fazilah (29) langsung menangis dan sujud syukur saat mengetahui sang adik menjadi juara dunia.

“Setelah melihat videonya yang dikirim Zohri melalui WhatsApp, saya langsung menangis dan sujud sukur kepada Allah SWT,” ujar Baiq Fazilah di rumahnya di Karang Pansor Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis.

16. Latihan Tanpa Alas Kaki

Zohri berasal dari keluarga miskin. Bahkan untuk latihan saja, Zohri tidak menggunakan alas kaki, karena tidak memiliki sepatu.

“Dia (Zohri) anaknya pendiam dan tidak pernah menuntut ini itu. Bahkan, kalau berlatih tidak pernah pakai alas kaki (sepatu), karena tidak punya,” jelas sang kakak, Baiq Fazilah.

17. Bakatnya Diketahui Saat SMP

Menurut Baiq Fazilah, bakat lari adiknya sudah terlihat sejak Zohri duduk di bangku SMP. Bahkan, guru olahraganya pun sudah memantau bakat adiknya tersebut.

“Untuk berlatih sendiri, adik saya suka latihan lari di pantai Pelabuhan Bangsal, Pemenang,” ucapnya.

18. Anak Bontot

Zohri merupakan anak ke empat dari empat bersaudara Baiq Fazilah (29), Lalu Ma’rib (28), Baiq Fujianti (Almh) dan Lalu Muhamad Zohri.

Zori lahir di Karang Pansor 1 Juli 2000. Kedua orang tuanya, yakni Lalu Ahmad Yani (Alm) meninggal sekitar tahun 2017 dan Ibunya Saeriah (Almh) juga sudah meninggal sekitar tahun 2015.

“Cita-citanya mau banggakan keluarga dan buatkan rumah,” tutur Baiq Fazilah menceritakan pengakuan adiknya.

19. Cita-Cita Menjadi Pemain Sepakbola

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Nusa Tenggara Barat (NTB) Husnanindiaty Nurdin mengatakan kalau Zohri sebenarnya bercita-cita menjadi pemain sepak bola. Perempuan yang akrab disapa Eni mengutarakan hal itu berdasarkan penuturan guru olahraga SMP 1 Pemenang, Rosida, sebagai orang yang menemukan bakat Zohri.

Zohri bersekolah di SMP 1 Pemenang sebelum melanjutkan pendidikannya di SMA 2 Mataram. Sebagai guru olah raga, Rosida melihat Zohri memiliki potensi besar di cabang olahraga atletik karena memiliki teknik lari yang baik dan tubuh atletis.

Namun, Zohri tidak berminat untuk menjadi pelari. Sebab, sepak bola menjadi satu-satunya olah raga yang disukai oleh Zohri.

“Dia (Rosida) cerita ke saya, Zohri awalnya enggak mau (jadi atlet lari), dia maunya jadi pemain sepak bola, enggak sebentar dia bujuk Zohri sampai akhirnya mau latihan lari,” kata perempuan yang akrab disapa Eni kepada Republika, Jumat (13/7) malam.

20. Renovasi Rumah Mulai Berjalan

Rumah Zohri mulai direnovasi. Pihak keluarga sempat menolak rumah orang tua sprinter nasional Zohri dibongkar. Namun pihak TNI meyakinkan rumah berbahan kayu dan bedek itu tidak dibongkar total, melainkan hanya dipugar.

Kakak kandung Zohri, Lalu Maarif tidak mempersoalkan jika rumah orang tuanya itu dipugar. Asalkan konstruksi bangunan rumah berbahan kayu itu tidak diubah.

“Minta bahannya tetap dari papan. Supaya masih ada kelihatan aslinya, jangan sampai dibuka semua,” harap Maarif.

21. Harapan Erick Thohir

Sementara itu, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir berharap euforia emas Zohri tak mengganggu konsentrasinya jelang Asian Games 2018. Selain turun di nomor lari cepat 100 meter, pelari 18 tahun itu juga diproyeksikan tampil di nomor lari estafet 4×100 meter putra. Erick berharap Zohri bisa tampil maksimal di Asian Games 2018 nanti.

“Mudah-mudahan Zohri bisa berlomba maksimal. Tentu saya harapkan PASI segera mendampingi karena pasti euforia yang terjadi di masyarakat ini juga jangan sampai mengganggu konsentrasinya,” ujar Erick yang juga menjabat sebagai Presiden INASGOC itu.

Demikian beberapa fakta tentang Zohri, pria miskin yang telah membuat dunia terkejut karena kecepatan larinya. Selamat Zohri! Tuhan telah memilihmu untuk membuat kita tersenyum. Kita semua bangga. (Eep)

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY