M. Hasan Gaido: Membaca Talbiyah Itu Membayangkan Perjalanan Kita ke Arafah

0
27
M. Hasan Gaido, Founder Gaido Travel & Tours saat memberikan sambutan pada acara Manasik Haji Khusus di Millenium Hotel, Jakarta, Jum’at (13/7). Manasik ini sendiri berlangsung tiga hari (13-15/7).
M. Hasan Gaido, Founder Gaido Travel & Tours saat memberikan sambutan pada acara Manasik Haji Khusus di Millenium Hotel, Jakarta, Jum’at (13/7). Manasik ini sendiri berlangsung tiga hari (13-15/7).

Hajiumrahnews – Ketika jamaah calon haji telah berihram dari miqat yang telah ditetapkan, saat itulah talbiyah dikumandangkan. Talbiyah dianjurkan dilafazkan terus menerus dan berhenti ketika jamaah sudah mulai melakukan tawaf.

Membaca talbiyah dianjurkan dengan suara yang agak keras, tapi tidak bising sehingga memekak telinga. Secukupnya saja. Hal ini didasarkan pada hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Ahmad dan Ibnu Majah yang berbunyi, “Jibril telah datang kepadaku, lalu ia berkata: Hai Muhammad! Suruhlan sahabat-sahabatmu itu untuk mengeraskan suara talbiyahnya, sebab dia itu salah satu dari syiar haji.”

Lafaz talbiyah, Labbaik Allahumma labbaik, Labbaik laa syariika laka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulk, Laa syariika laka, memiliki arti: Aku datang ya Allah, Aku penuhi panggilan-Mu. Kusambut panggilan-Mu, dan tiada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji dan nikmat dan kerajaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.

Menurut Founder Gaido Travel & Tours, M. Hasan Gaido, seruan talbiyah ini sesungguhnya telah dikumandangkan Allah kepada kita sebelum kita lahir ke dunia ini. Dalam rahim, sesungguhnya kita telah diikat sebuah perjanjian untuk tidak menyekutukan Allah. Inilah talbiyah, yaitu pengakuan akan ketauhidan Allah.

Karena itu, saat memberikan sambutan di acara Manasik Haji Khusus yang diselenggarakan oleh Gaido Travel & Tours di Millenium Hotel, Jakarta, Jum’at (13/7), M. Hasan Gaido tak lupa memimpin bacaan talbiyah terlebih dahulu kepada calon jamaah haji khusus.

“Mari kita membaca talbiyah ini dengan harapan semoga ini menjadi catatan pahala di mata Allah swt dan agar ini menjadi doa bagi kita agar perjalanan haji kita nanti dimudahkan dan dilancarkan Allah swt dan menjadi haji mabrur,” ujar M. Hasan Gaido mengawali sambutannya.

Menurut M. Hasan, membaca talbiyah itu membayangkan kita sedang melakukan perjalanan menuju Arafah.

“Di mana seluruh manusia dari berbagai bangsa yang sedang menuju ke Mekkah utk melaksanakan ibadah haji mereka bergegas menuju Arafah,” ujarnya lebih lanjut.

M. Hasan menambahkan bahwa haji adalah yaumul arafah (Hari Arafah).

“Barangsiapa tanggal 9 dzulhijjah di Arafah maka dia berhaji dan barangsiapa tanggal 9 dzulhijjah tidak ke Arafah, walaupun dia pangkatnya jenderal, pejabat tinggi, atau punya uang milyaran sekalipun, dia tidak akan mendapatkan haji,” pungkas M. Hasan yang juga Presiden ISABC (Indonesia Saudi Arabia British Council) ini. (Eep)

LEAVE A REPLY