Gaido Travel Adakan Manasik Haji Khusus di Millenium Hotel

0
84
H. Nana Sujana, Direktur Utama Gaido Travel & Tours saat memberikan sambutan di Manasik Haji Khusus yang di
H. Nana Sujana, Direktur Utama Gaido Travel & Tours saat memberikan sambutan di Manasik Haji Khusus yang diselenggarakan oleh Gaido Travel & Tours di Millenium Hotel, Jum’at (13/7).

Hajiumrahnews – Mulai tanggal 13 sampai 15 Juli 2018 Gaido Travel & Tours mengadakan Manasik Haji Khusus di Millenium Hotel, Tanah Abang, Jakarta. Manasik ini diadakan sebagai persiapan atau pembekalan kepada jamaah haji khusus sebelum mereka bertolak ke tanah suci pada tanggal 9 Agustus dan kembali ke tanah air tanggal 30 Agustus 2018.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Gaido Travel & Tours, H. Nana Sujana mengucapkan banyak terima kasih kepada para peserta manasik karena telah mempercayakan Gaido Travel & Tours sebagai mitra perjalanan haji mereka.

“Mudah-mudahan nanti kita sama-sama bisa mendapatkan haji yang mabrur. Dari sekarang dan nanti balik lagi ke tanah air Allah swt berikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan kepada kita semua. Dan insya Allah, seluruh ibadah kita diterima Allah swt,” ujar H. Nana Sujana.

Menurut H. Nana, segala persiapan demi persiapan dari Gaido Travel sudah dilaksanakan dengan baik.

“Baru satu hari ini saya pulang dari Saudi Arabia untuk ngurus barcode bapak/ibu. Alhamdulillah, punya Gaido sudah conform semua,” ujar H. Nana lebih lanjut.

H. Nana mengatakan bahwa rombongan jamaah haji khusus yang akan berangkat nanti berjumlah 75 orang.

“Namun, rombongan yang akan dipandu oleh Ustadz Annizar dan saya sendiri kurang lebih sekitar 40-an dan 35 orang lagi nanti di group berikutnya,” kata H. Nana.

Menurut H. Nana, Insya Allah mereka semua nanti akan bertemu di Arafah.

H. Nana juga tak lupa berbicara soal regulasi ibadah haji khusus ini. Menurutnya, semua yang terkait ibadah haji khusus ini mulai dari pendaftaran sampai sekarang ini regulasinya diatur oleh pemerintah itu sendiri.

“Sehingga kita berangkat tahun ini sesuai dengan antrian yang telah dientri melalui Siskohat yaitu Sistem Informasi dan Komputerisasi Terpadu,” jelas H. Nana.

Karena itu, kata H. Nana, meski namanya haji khusus tetap harus menunggu antrian hingga 4-5 tahun sejak pendaftaran. Tapi, dibandingkan haji reguler jauh lebih lama lagi di atas 10 tahun, bahkan ada yang di atas 20 tahun.

“Karena mekanisme haji ya seperti itu,” tambahnya.

Menurut H. Nana, masalah haji khusus ini sebenarnya bukan karena orang Indonesia ngantri. Makanya kemarin ada muthawifnya yang tinggal di Madinah.

“Nah, dia harus beli tasreh (Surat Izin Haji). Kalau dia gak bisa, gak dapat tasrehnya, gak bisa masuk Mekkah,” jelasnya lebih lanjut.

Bahkan, kata H. Nana, yang tinggalnya di Mesir harus ngurus visanya terlebih dahulu dan itu gak semuanya bisa dilakukan.

Selain itu, kata H. Nana, semua yang ke sana setelah tanggal 4 Dzulhijjah tidak bisa masuk ke Mekkah. Sekalipun orang Saudi punya ktp asli Saudi kalau sudah tanggal 4 atau lewat tidak bisa kecuali dia punya tasreh haji.

“Karena haji ini yang punya adalah umat Islam. Maka semuanya diatur oleh OKI. Dan bersyukur kepada Allah, kita bisa naik haji tahun ini,” ujar H. Nana.

Tidak lupa H. Nana juga menyarankan calon haji khusus untuk terus mengikuti jadwal-jadwal manasik.

“Jangan sampai ketinggalan. Khawatir ada yang tidak bisa dipahami nanti kita ada kendala selama di sana. Mohon kerja samanya antara penyelenggara dan jamaah. Tujuannya untuk mempermudah pelaksanakan ibadah haji nanti. Karena hal-hal kecil kadang bisa menjadi masalah,” pungkas H. Nana.

Praktek manasik haji oleh Ustadz Annizar.
Praktek manasik haji oleh Ustadz Annizar.

Sebelumnya, ketika acara manasik belum dimulai, General Manager Gaido Travel & Tours, Dede Yusuf kepada hajiumrahnews mengatakan bahwa calon haji khusus ini berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Salah satunya ada yang dari Jambi, Padang, Lampung, Palembang, dan sebagainya. Kebanyakan, tentunya dari Jawa,” ujar Dede Yusuf K.

Menurut Dede, hampir setiap tahun Gaido Travel mengirimkan jamaah haji khusus dan tempat manasiknya seringkali di Millenium Hotel.

“Karena hotel ini lokasinya strategis. Ke Monas juga dekat. Kebetulan, nanti kan ada Car Free Day (CFD) di Monas, jadi kita dekat ke sananya,” ujar Dede lebih lanjut.

Menurut Dede, salah satu kegiatan dalam manasik nanti adalah calon jamaah haji akan dibawa ke Blok M.

Kenapa ke Blok M, bukan ke Pondok Gede?

“Karena di Blok M ada masjid yang ada miniatur kabahnya dan sebagainya. Jadi, apa yang dirasakan di sini nanti tidak jauh seperti itulah yang akan dirasakan di Saudi Arabia. Kebetulan pula, sekarang sedang memasuki waktu haji reguler, jadi Pondok Gede ditutup (untuk haji khusus),” ujar Dede.

Menurut Dede, tujuan utama dari manasik ini sebenarnya adalah manasik hati. Karena menyatukan karakter dari sekian banyak orang itu tidak mudah.

“Yang suami istri saja yang puluhan tahun menikah pasti ada bedanya, apalagi jamaah yang baru bertemu. Jadi, inti manasik ini adalah manasik hati, yaitu meluruskan niat karena Allah swt,” pungkas Dede.

Jadi, kata Dede, tidak ada lagi kebanggaan pada dirinya baik dia sebagai pejabat, orang kaya atau bangsawan sekalipun selama di tanah air sebelum bertolak ke tanah suci. (Eep)

 

 

LEAVE A REPLY