Islamic Tourism Expo 2018 Resmi Dibuka dengan 5 Pukulan Bedug

0
134
Representative Leader Islamic Tourism Expo 2018, Muhammad Azhar Gazali, Kepala Biro Kesra Sulawesi Selatan H Herman dan Direktur Asfar dari Saudi dan Kepala Dinas Pariwisata Sulsel memukul bedug tanda dibukanya ITE 2018 pada Kamis (5/7). (foto:mag)
Representative Leader Islamic Tourism Expo 2018, Muhammad Azhar Gazali, Kepala Biro Kesra Sulawesi Selatan H Herman dan Direktur Asfar dari Saudi dan Kepala Dinas Pariwisata Sulsel memukul bedug tanda dibukanya ITE 2018 pada Kamis (5/7). (foto:mag)

HAJIUMRAHNEWS – Harus diakui, Islamic Tourism Expo (ITE) yang telah sukses digelar pada tahun sebelumnya di Jakarta akhirnya sampai saat ini masih menjadi ajang pameran haji, umrah dan wisata muslim terbesar di Indonesia. Karena itu, tahun ini ajang ITE pun dihelat di Kota Makassar, tepatnya di Grand Clarion Hotel and Convention, Makassar yang dibuka dengan cara pemukulan bedug sebanyak lima kali pada pagi ini, Kamis (5/7).

Dalam sambutannya, Representative Leader ITE 2018, Muhammad Azhar Gazali, menuturkan gelaran yang akan berlangsung selama dua hari, hingga esok Jumat 6 Juli 2018, pada tahun lalu pameran ini berhasil menghadirkan sekitar 40 ribu pengunjung.

“Sebagai pameran internasional, ITE sangat diminati exhibitor dari berbagai Negara, khususnya Negara-negara Timur Tengah, Afrika Utara, Asia Tengah, hingga Asia Timur. Tahun lalu peserta pameran datang dari Negara Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Mesir, Jordania, Turki, Tunisia, Uzbekistan dan Malaysia,” katanya.

Menurutnya, exhibitor internasional bergerak di bidang perhotelan, tour operator, transportasi, airlines, catering services hingga provider visa. “Pameran ini, bagi mereka  merupakan kesempatan untuk bertemu dan menjalin kerjasama dengan para pemilik biro travel di Indonesia. Artinya, para pemilik biro travel Indonesia juga dimudahkan, karena bisa bertemu dan membandingkan produk dari bebagai eksibitor dalam satu kesempatan,” ujarnya.

WhatsApp Image 2018-07-05 at 6.21.25 PMAzhar menambahkan, selain diikuti exhibitor internasional, ITE 2018 juga diikuti puluhan biro perjalanan wisata dalam negeri, khususnya yang bergerak di bidang umrah, haji khusus dan wisata muslim. “ITE adalah kesempatan untuk mempromosikan produk mereka yang akan dipasarkan pada musim umrah dan musim libur mendatang,” kata Azhar yang juga tercatat sebagai Ketua Umum DPD AMPHURI Sulawesi, Ambon, dan Papua (Sulampua) ini.

Sementara bagi konsumen, lanjut Azhar, pameran ini merupakan kesempatan untuk membandingkan dan mendapatkan berbagai produk umrah dan wisata muslim dengan harga promosi atau harga terbaik. “Konsumen juga merasa aman bertransaksi di pameran ini karena seluruh peserta pameran adalah biro perjalanan resmi berijin,” ujar bos Aliyah Wisata ini.

Azhar menyampaikan, tahun ini ITE sengaja digeser dari Jakarta ke Makassar, melihat tren pasar umrah dan wisata muslim yang kini mulai banyak bergeser ke daerah. Buktinya, kata Azhar, beberapa kota besar di Indonesia, mulai dari Medan, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin dan Makassar juga sudah memiliki penerbangan langsung ke Arab Saudi dan berbagai kota tujuan wisata muslim lainnya.

Menurutnya, posisi Makassar yang strategis membuat kota ini tumbuh menjadi kota metropolitan, yang menjadi titik penghubung dan pusat distribusi bagi propinsi dan kota-kota lain di Indonesia Timur.

“Karena itu, pameran ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan umrah dan wisata Muslim, tidak hanya untuk kota Makassar dan Sulawesi Selatan, tapi juga mendorong pertumbuhan wisata muslim di Indonesia Timur,” ujarnya.

“Kami berharap event ini menjadi Pendorong semakin berkembangnya industry penyelenggaraan haji dan umrah serta wisata muslim baik inbound maupun outbond, dukungan pemerintah tentu kami butuhkan untuk terus menggerakkan kegiatan dan destinasi halal tourism,” imbuhnya.

Azhar juga berharap, untuk jangka panjangnya event ini akan menjadi agenda rutin yang dinanti-nantikan banyak pihak. “Dimana para agent tidak perlu jauh-jauh ke Jakarta melihat pameran dan bertemu dengan vendor dari timur tengah, tetapi mereka terus menjadi tuan rumah,” pungkasnya. (hai)

LEAVE A REPLY