Petugas MCH Harus Mengabarkan Haji Sesuai Fakta dan Variatif

0
61
Karo Pinmas Kemenag, Mastuki saat memberikan pembekalan kepada petugas MCH di Jakarta, Selasa (3/7)
Karo Pinmas Kemenag, Mastuki saat memberikan pembekalan kepada petugas MCH di Jakarta, Selasa (3/7)

HAJIUMRAHNEWS – Petugas Media Center Haji yang tergabung sebagai petugas dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memilik tugas khusus sebagai penyebar berita seputar penyelenggaraan ibadah haji. Karena itu, sebagai bagian dari PPIH Arab Saudi, petugas MCH dituntut untuk bisa memberikan informasi yang sesuai fakta dan variatif, sekaligus mampu memberikan pelayanan kepada jamaah yang membutuhkan pertolongan.

Hal ini disampaikan Kepala Biro Humas Data dan Informasi Kementerian Agama Mastuki dalam pembekalan petugas MCH di kantor Kemenag Jakarta, Selasa (3/7).

Menurutnya, dengan peran ganda itu, tugas MCH tentu tidaklah mudah. Dimana, tantangan utamanya adalah bagaimana berita yang ditulis bisa memiliki sentuhan yang berbeda dengan berita terkait haji. “MCH bisa saja membuat berita berdasar cerita-cerita lucu atau anekdot yang berasal dari jamaah haji kita,” katanya.

Biasanya, kata Mastuki, tantangan yang dihadapi MCH dalam pemberitaan haji adalah tempat yang sama. “Tapi karena jamaahnya berbeda tentu bisa diperoleh berita yang berbeda pula,” ujarnya.

Di samping itu, lanjut Mastuki, MCH dapat mengungkap sisi-sisi lain pelaksanaan haji. “Misalnya tentang koloni-koloni daerah yang berasal dari Indonesia dan sudah berada di sana sejak dulu,” kata Mastuki.

Mastuki juga mencontohkan bagaimana jamaah haji asal Aceh yang sampai sekarang mendapat tambahan living cost karena royalti kebijakan Sultan Iskandar Muda yang dulu mewakafkan tanah di Makkah. Ia juga meminta para petugas MCH untuk bisa memberitakan tempat-tempat bersejarah. “Tentu memerlukan referensi yang dapat diandalkan,” tandasnya.

Pihaknya juga meminta agar berita tentang internasionalisasi haji dapat dilakukan. “Misalnya tentang Gubernur Madinah dari masa ke masa dan kebijakannya tentang haji, sekaligus pemberitaan kebijakan Indonesia karena negara kita dianggap sebagai rujukan penyelenggaraan haji dunia,” urainya lagi.

Dalam pelaksanaannya nanti, petugas MCH akan dibagi dalam tiga daerah kerja (daker) yakni Daker Airport, Daker Madinah, dan Daker Makkah. Untuk Daker Airport dan Daker Madinah masuk Asrama Haji Pondok Gede Jakarta pada 13 Juli 2018 dan berangkat ke Arab Saudi 14 Juli 2018. Sementara Daker Makkah masuk asrama haji 18 Juli 2018 dan berangkat ke Tanah Suci 19 Juli 2018. (hai)

LEAVE A REPLY