Inilah Cara Malaysia Mencegah Penipuan Umrah

0
77

jamaah-umrah-_140625065959-546

Hajiumrahnews – Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan Malaysia sedang menelisik kemungkinan pelarangan lebih berat bagi operator wisata agama yang menipu konsumen dengan paket umrah. Deputi sekretaris jenderal Deplu Haslina Abdul Hamid mengatakan hal ini setelah meluncurkan Asosiasi Tur dan Perjalanan Turisme Malaysia (MATTA), B2B Umrah dan Liburan Muslim untuk 2018.

“Sejak 2012 hingga Mei tahun ini telah ada total 359 kasus penipuan umrah yang dilaporkan ke kementerian,” ujar Haslina.

Menurut Haslina, jika ditotal kerugiannya mencapai 12,4 juta ringgit Malaysia.

“Kementerian telah mengajukan tuntutan pada beberapa operator tur ini di pengadilan, tetapi proses peradilan akan memakan waktu karena kasus penipuan sangat rumit,” ujar Haslina lebih lanjut.

Meski begitu, kata Haslina, hal ini tidak berarti ketika menemukan kesalahan pada operator tur langsung menghukumnya.

“Ini melibatkan beberapa perusahaan yang meminjam nama perusahaan lain, dan memberikan lisensi kepada operator lain dan seterusnya,” kata dia dilansir The Star, Selasa (3/7).

Menurut Haslina, saat ini Undang-Undang Industri Pariwisata 1992 yang dikeluarkan terbatas untuk menghukum operator tur yang salah.

Sementara itu menurut Sekretaris Divisi Perizinan Kementerian Hanum Amran, pihaknya mengambil tindakan proaktif dengan bekerja sama dengan Departemen Perdagangan dan Konsumen Domestik (KPDNKK) dan polisi.

Langkah-langkah lain termasuk menggunakan kantor-kantor cabang kementerian pariwisata lokal untuk bertemu dengan para tokoh masyarakat seperti kepala desa dan komite mereka di daerah pedesaan. Untuk memberi tahu penduduk setempat agar tidak membeli paket umrah yang didiskon besar.

Industri perjalanan umrah dan haji di Malaysia bernilai sekitar dua milyar ringgit. Perkiraan ini diperoleh karena Malaysia mengirim sekitar 290 ribu jamaah umrah dan 30 ribu peziarah untuk melakukan haji tahun lalu. Harga paket Umrah rata-rata 6.000 ringgit per orang, sedangkan biaya haji rata-rata 10 ribu ringgit.

Presiden MATTA Datuk Tay Kok Liang mengatakan ada 356 agen perjalanan resmi yang menawarkan paket umrah.

“Sebanyak 80 agen perjalanan telah memegang Lisensi Umrah Khusus (LKU) dan memegang status muassasah, agen terakreditasi, dengan pemerintah Arab Saudi,” ujar Datuk Tay.

Menurut Datuk Tay, tujuh puluh sembilan agen perjalanan LKU adalah anggota MATTA, sementara 256 anggota non-muassasah.

Acara Umrah B2B dan Liburan Muslim adalah yang pertama di Malaysia. Bisnis tersebut akan terus berkembang karena jumlah pelancong Muslim diperkirakan tumbuh menjadi 156 juta pada tahun 2020. Tak heran jika ladang ini dijadikan sasaran empuk para penipu.

Secara nasional, Datuk Tay menambahkan, pasar pariwisata domestik telah mengalami pertumbuhan signifikan.

“Arus kas pun telah meningkat untuk banyak vendor perjalanan lokal dengan peringkat nol Pajak Barang dan Jasa,” ujarnya.

“Kami harus melihat bagaimana Pajak Penjualan dan Layanan akan memengaruhi penjualan perjalanan ketika pemerintah menerapkannya, tetapi saya berharap ini akan berdampak minim,” tambah Datuk Tay.

Secara keseluruhan, ia menambahkan, industri perjalanan dan tur Malaysia diperkirakan akan melihat pertumbuhan lima persen pada tahun ini. Selanjutnya, pasar dapat terus ditingkatkan seiring dengan pengembangan di berbagai sektor. (Eep)

LEAVE A REPLY