Mulai Tahun Ini Proses Imigrasi Jamaah Haji Dilakukan di Embarkasi

0
106
Menag Lukman Hakim Saifuddi bersama Petugas haji mendampingi seorang jamaah lansia. (foto:ist)
Menag Lukman Hakim Saifuddi bersama Petugas haji mendampingi seorang jamaah lansia. (foto:ist)

HAJIUMRAHNEWS – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan mulai tahun ini, proses imigrasi untuk jamaah haji yang dulunya dilakukan di Bandara Arab Saudi kini akan dilakukan di embarkasi.

“Inilah hasil perjuangan tim Kementerian Agama (Kemenag) dalam melobi pihak Arab Saudi terkait pemindahan imigrasi ini,” kata Menag Lukman dalam acara pembekalan petugas Media Center Haji di Kantor Kemenag, Jakarta, Senin (2/7).

Menurutnya, upaya untuk memindahkan proses imigrasi dari Arab Saudi itu sudah dilakukan sejak tiga tahun lalu. Kemenag, kata Lukman, telah melihat adanya persoalan tiap kali jamaah haji tiba di bandara Madinah atau Jeddah. Proses yang dilakukan antara lain scan 10 sidik jari, mata dan wajah.

“Saat jamaah tiba mereka diharuskan untuk melakukan proses imigrasi. Dalam satu kloter yang jumlahnya bisa mencapai 450 orang, proses itu bisa mencapai 3 sampai 4 jam. Itu menyebabkan stamina jamaah berkurang,” kata Lukman

Awalnya, pihak Kerajaan Arab Saudi bergeming dengan permintaan Indonesia untuk memindahkan proses imigrasi itu. Mereka beralasan proses pengurusan imigrasi memang seharusnya hanya bisa dilakukan ketika seseorang masuk ke dalam wilayah negara lain, dalam hal ini Arab Saudi. “Keberatan Arab Saudi sebenarnya juga masuk akal,” ujarnya.

Lantas, bagaimana akhirnya Kemenag bisa meyakinkan Arab Saudi hingga akhirnya proses imigrasi bisa dipindah ke Indonesia? Kemenag memberikan jaminan bahwa mereka akan menjaga para jamaah haji akan langsung ke Arab Saudi setelah mendapat stempel oleh petugas imigrasi Saudi.

“Kami (Kemenag) sampaikan bahwa kami akan jamin keselamatan dan lain-lain. Bahwa mereka akan kami jamin setelah dari embarkasi maka akan langsung masuk bus, busnya pun nanti disegel dan langsung menuju bandara,” kata Lukman meyakinkan.

Hasil dari kompromo itu, bahwa proses imigrasi boleh dilakukan di embarkasi, namun ada yang harus dilakukan di bandara Jeddah ataupun di Mekah untuk keperluan verifikasi saja. “Untuk memastikan bahwa orang ini adalah betul jamaah haji dari Indonesia. Dengan cek salah satu sidik jari saja. Salah satu jari saja. Untuk memastikan bahwa sidik jari itu connect dengan seluruh data,” ujarnya.

Lukaman menambahkan, lobi Kemenag tak cuma sampai di situ. Khusus untuk para jamaah haji yang bertolak dari bandara Soekarno Hatta dan bandara Surabaya, proses verifikasi yang hanya satu jari itu pun bisa dilakukan di embarkasi.

“Khusus jamaah haji dari Soekarno Hatta dan Surabaya mereka verifikasinya tidak di Saudi Arabia, tapi di bandara kita. Jadi begitu mereka keluar dari bandara di Jeddah dan Madinah, mereka bisa masuk ke bus,” katanya. (hai)

LEAVE A REPLY