7 Hal yang Harus Dipersiapkan Jamaah Haji

0
106
Sebanyak 20 ribu jamaah haji berusia 80 tahun keatas ada di daftar tunggu haji Indonesia. (foto:ist)
Jamaah haji Indonesia. (foto:ist)

HAJIUMRAHNEWS – Musim haji telah tiba. Sesuai dengan rencana perjalanan ibadah haji 1439H/2018M, para jamaah haji tanggal 16 Juli 2018 harus masuk asrama (embarkasi). Sebab, esoknya 17 Juli 2018, adalah awal pemberangkatan jamaah haji gelombang pertama dari Tanah Air ke Tanah Suci. Lalu, apa saja kebutuhan yang musti dipersiapkan jamaah sebelum diberangkatkan? Berikut beberapa hal yang harus Anda persiapkan:

Pakaian yang musti masuk dalam koper dan tas tenteng

Setiap jamaah haji akan mendapatkan fasilitas berupa tiga buah tas yakni tas koper berkapasitas 30 kg, tas tenteng/jinjing yang dapat dibawa hingga ke kabin pesawat, dan tas paspor yang dapat dikalungkan di leher. Tak semua keperluan (terutama pakaian) dimasukkan dalam koper. Karenanya kenali barang Anda. Jika Anda termasuk jamaah dalam haji regular gelombang ke-dua dengan rute Indonesia-Jeddah-Mekkah, maka pastikan kain ihram Anda masukkan ke tas tenteng.

Sebab, kain ihram akan dikenakan sejak dari pesawat atau bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah. Pasalnya, hanya tas tenteng yang dapat dibawa ke dalam kabin pesawat atau bisa dibuka di bandara. Sementara koper akan dibawa di bagasi pesawat. Adapun untuk gelombang pertama dengan rute Indonesia-Jeddah-Madinah tas tenteng tidak banyak terpakai, maka dapat Anda isi dengan makanan ringan atau jaket.

Sebaiknya, jangan terlalu banyak membawa pakaian. Begitu pula dengan barang lain seperti sabun atau peralatan lainnya. Sebab, beberapa kebutuhan bisa dibeli di Tanah Suci. Hal yang terlarang secara umum adalah membawa cairan diatas 100 ml, benda tajam dan berbahan logam. Namun jika Anda ingin membawa pisau atau gunting, Anda diperkenankan untuk memasukkannya dalam koper.

Obat-obatan dan masker

Tak dipungkiri, sebagian besar jamaah haji yang diberangkatkan menuju Tanah Suci kondisi kesehatannya berkategori Risti (Resiko Tinggi). Maka kebutuhan akan obat menjadi sangat penting. Memang, di setiap kloter (kelompok terbang) akan didampingi seorang dokter dan dua petugas medis. Namun, hendaknya Anda tetap mempersiapkan obat-obatan terutama yang bersifat pribadi. Membawa obat-obatan bukanlah larangan, namun jika ditanya oleh petugas bandara dan anda kesulitan menjawabnya, Anda hanya perlu menunjukkan resep dari dokter.

Perlu diketahui, cuaca musim haji tahun ini (2018M/1439H) masih cukup panas, diperkirakan suhu berkisar 40 hingga 45 derajat celcius. Maka jaga kondisi fisik, perbanyak mengkonsumsi sayur, buah dan susu. Obat-obatan multivitamin dan penambah darah bisa juga Anda persiapkan. Terlebih dengan adanya virus sindrom pernafasan Timur Tengah atau Middle East Respiratory Syndrome (MERS), yang akhir-akhir ini banyak beredar di Arab Saudi. Meski kondisi fisik Anda sehat, tak ada salahnya mencegah dengan mengenakan masker.

Biasanya, dengan kondisi suhu udara yang cukup panas, beberapa orang mengalami mimisan dan mengeluarkan darah dari hidung. Jika mengalami hal tersebut, Anda hanya perlu mengguyurkan air ke kepala. Insya Allah, dengan cara itu pembuluh darah akan cepat menghentikan darah yang keluar. Selain mimisan, kelembapan udara juga sering mengakibatkan kulit mudah pecah, bahkan hingga mengeluarkan darah. Untuk itu, siapkan lotion, lipgloss atau bisa juga menggunakan minyak zaitun di tas Anda.

Makanan kering dan lauk

Sekalipun jamaah haji regular dapat memasak sendiri selama di Mekkah dan disediakan makanan selama Armina (Arafah, Muzdalifah, Mina) dan di Madinah. Pun dengan jamaah haji khusus yang disediakan makanan sepanjang perjalanan, tentu makanan kering dan lauk tetaplah dibutuhkan. Biasanya, makanan yang tersedia kurang bersahabat dengan lidah kita. Maka, lauk yang dibawa akan sangat membantu.

Adapun lauk yang tahan lama yang sering menjadi pilihan misalnya abon, dendeng, oreg tempe kering, dan bawang goreng. Sedangkan kue kering kemasan juga kerap dibawa jamaah haji untuk camilan. Bagi penyuka mie instan, Anda tak perlu kuatir, sebab hampir di setiap toko produk itu dapat ditemukan.

Uang tunai

Meski mendapat living cost sebesar 1500 Saudi Riyal (SR) per jamaah haji reguler, tentu ada sebagian jamaah yang membutuhkan sejumlah uang sebagai bekal tambahan. Untuk keperluan ini, Anda dapat mulai menukarkan uang sejak dari Indonesia, atau membawa dalam bentuk dollar Amerika (US$).

Nah, enaknya penukaran di Tanah Suci lebih nyaman dan harganya lebih murah. Dan di Arab Saudi kita bisa dengan mudah menemukan money changer di sepanjang jalan kawasan Masjidil Haram Mekkah, Jeddah maupun Madinah. Tak perlu takut, selain prosedurnya mudah, para penjaganya menguasai bahasa Indonesia. Bagi yang kartu ATM atau kartu kredit, pastikan terlebih dahulu bahwa kartu Anda telah memiliki jaringan internasional baik dengan visa atau mastercard.

Identitas diri dan alat komunikasi

Kejadian jamaah tersesat hingga kini masih menjadi kendala, karena itu pemerintah mensiagakan petugas yang khusus untuk menangani jamaah tersesat. Nah, tentu Anda dapat meminimalisir dengan membuat kartu identitas. Tuliskan dalam kartu itu nama yang jelas, nomer kloter dan embarkasi, alamat rumah dan maktab.

Usahakan dalam kartu itu tertulis nomer telepon pembimbing yang dapat berbahasa Arab dan Inggris. Sehingga begitu tersesat anda cukup menunjukkan identitas tersebut kepada siapapun, baik penjaga toko atau polisi. Insya Allah, mereka dengan senang hati akan menelepon nomor yang tertera dalam kartu identitas tersebut.

Hanya saja, Anda musti waspada. Jangan mudah percaya dengan orang yang mengaku petugas haji Indonesia. Anda dapat mengikuti dia, namun jangan pernah menyerahkan barang Anda baik tas atau lainnya. Kejahatan dengan modus seperti ini semakin marak terjadi. Ini sebagai antisipasi untuk terhindar dari kejahatan yang kerap menimpa jamaah. Adapun alat komunikasi, selain menggunakan operator seluler dari Tanah Air, Anda juga bisa memakai operator lokal di Arab Saudi.

Jadwal dan rencana kegiatan

Rencanakan sebaik mungkin agenda kegiatan Anda selama di Tanah Suci. Jangan biarkan perjalanan ibadah Anda terasa hampa tanpa ada kegiatan berarti. Biasanya, banyak jamaah kebingungan mengisi waktu di Tanah Suci. Memang, pembimbing akan membuatkan jadwal kegiatan, namun ada baiknya susun jadwal harian pribadi. Semisal, menentukan kapan Anda harus berangkat ke masjid, kapan harus memasak, mencuci, berdoa, membaca Al-Quran. Catatlah apa saja yang anda kehendaki untuk didoakan di tempat-tempat mustajab. Begitu pula dengan titipan doa dari keluarga atau kerabat.

Taqwa

Jika penjelasan sebelumnya berkaitan dengan persiapan yang bersifat jasmaniah, maka yang musti disiapkan terlebih dulu. Perbekalan ini jangan sampai terlupakan, sebab inilah bekal yang paling baik. Rasulullah manakala datang jamaah haji dari Yaman ketika tiba di Makkah justru meminta-minta. Maka Rasulullah seketika itu juga membacakan sebuah ayat “dan berbekal-lah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa”.

Ya, untuk dapat bertaqwa, Anda bisa memulai dengan memperhatikan tingkat ketaatan pada Allah. Mengerjakan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. Selain taat, Anda juga perlu mengingat akan kebesaran-Nya sehingga dengan demikian Anda mengetahui siapa yang harus ditakuti. Yang musti Anda persiapkan untuk dapat bertaqwa adalah menjauhi dosa.

Insya Allah, setelah ketiga hal itu Anda raih, maka orang di sekeliling Anda akan mengucapkan “zawwadakumullahut taqwa, waghafara dzanbakum, wa yassara lakumul khaira, haitsuma kuntum.” Artinya; semoga Allah menambahkan taqwa bagi Anda sekalian, mengampuni dosa Anda sekalian, dan memudahkan segala kebaikan di manapun Anda sekalian berada. Semoga menjadi haji yang mabrur. Aamiin. (hai)

LEAVE A REPLY