Kemenag akan Beri Sanksi PPIU dan Provider Visa yang Fasilitasi Travel tak Berizin

0
219
Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Muhammad Arfi Hatim. (foto:ist)
Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Muhammad Arfi Hatim. (foto:ist)
Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Muhammad Arfi Hatim. (foto:ist)

HAJIUMRAHNEWS-Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus M. Arfi Harim menyatakan bahwa Ziezie travel, biro perjalanan umrah yang menelantarakan 13 jamaah umrah di tanah suci selama lima hari tidak memiliki izin PPIU dari Kementerian Agama.

“Ziezie travel belum terdaftar di Kementerin Agama,” tegas Arfi Hatim di Jakarta,  Rabu (27/06).

Arfi mengatakan saat ini dirinya bersama Kementerian Agama tengah menelusuri pihak provider visa yang memfasilitasi Ziezie travel dalam mendapatkan visa masuk ke Arab Saudi. Ia pun memastikan bahwa Kementerian Agama akan memberi sanksi tegas kepada provider visa tersebut.

“Sebagai PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah), jika terbukti memfasilitasi travel tidak berizin, maka pasti akan terkena sanksi,” tegasnya.

Menurut Arfi,  berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) No 8 tahun 2018, provider yang menfasilitasi visa travel tidak berizin,  tidak akan diberikan pengesahan. “Artinya, tahun depan tidak bisa lagi menjadi provider visa,” tandasnya.

“Adapun untuk PPIU yang meminjamkan legalitas perizinannya pada travel tidak berizin, maka dia akan dicabut izinnya,” lanjutnya.

Arfi mengaku sudah menerima data dan laporan ke-13 jemaah umrah yang saat ini masih di Makkah. Dia bersama timnya sedang mempelajari sekaligus menentukan kemungkinan sanksi yang akan diberikan.

Staf Teknis I KUH KJRI Jeddah Ahmad Dumyathi Basori menyampaikan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan muassasah yang menjadi bagian dari proses pemberangkatan perjalanan umroh tersebut. Menurut Dumyathi,  tim KUH sedang mengupayakan bantuan muassasah agar ketigabelas jemaah ini bisa segera pulang ke Tanah Air.