13 Jamaah Ziezie Travel Terlantar Selama 5 hari di Makkah

0
333
Ziezie travel beralasan faktor tiket full menjadi penyebab jamaah tak bisa dipulangkan. (foto:ist)
Ziezie travel beralasan faktor tiket full menjadi penyebab jamaah tak bisa dipulangkan. (foto:ist)

HAJIUMRAHNEWS-Kasus penelantaran jamaah umrah di tanah suci lagi-lagi terjadi. Kali ini sebanyak 13 jamaah umrah asal Palembang dari Ziezie travel diketahui terlantar selama 5 hari di Makkah karena  tidak mendapatkan tiket pulang.

Pemimpin perjalanan rombongan jemaah tersebut Mursydah Muhlis Marwah mengatakan, bahwa dari awal pemberangkatan Ziezie travel yang mereka gunakan telah menampakkan gelagat kurang baik. Mulai dari penundaan agenda pemberangkatan hingga penambahan biaya diluar kesepakatan.

“Kita berangkat seharusnya terjadal pada 28 Maret, dan ternyata beberapa kali ada penundaaan. Penundaan itu katanya karena urusan visa, katanya juga kekurangan biaya. Akhirnya kita dikenakan biaya tambahan. Visa kemudian keluar di akhir Ramadhan, kemudian kita berangkat dengan uang tambahan tersebut 2 hari sebelum lebaran”, Ujar Mursydah kepada petugas KUH KJRI di Jeddah.

Mursydah menerangkan rombongan jemaah yang sebagian besar berusia lanjut tersebut diberangkatkan dari Palembang menuju ke Jeddah dengan rute 2 kali transit, di Jakarta dan di Kualalumpur. Setelah tiba di Jeddah, perjalanan berlanjut ke Madinah dan tinggal di kota nabi tersebut selama 2 hari. Setelah solat Id dan lebaran di Madinah agenda dilanjutkan ke Makkah dan rencananya tinggal selama 5 hari atau sampai tanggal 20 Juni.

Namun permasalahan muncul setelah batas seharusnya mereka tinggal Makkah telah berakhir. Pihak travel menyatakan tidak dapat menyediakan tiket pulang karena lagi “Full”, kemudian menawarkan tiket untuk 6 orang saja.

”Sampai pada batas kami tinggal di Makkah kemudian pihak travel menyatakan belum ada tiket untuk pulang. Katanya tiket full, kemudian kita dikasi tiket untuk tanggal 25 Juni. Itu pun hanya disediakan untuk 6 orang saja. Sedangkan jumlah jumlah jemaah ada 13 orang. Kemudian saya bilang tidak mau, kita tidak mau dipisah-pisah, karena jemaah kebanyakan sudah lanjut usia. Jadi saya maunya gabung saja, karena kasihan mereka belum ada pengalaman perjalanan luar negeri”, kata Mursydah.

Untuk biaya hidup jemaah selama di Makkah, Mursyda mengaku menggunakan biaya dari kantong pribadi. Ia bahkan juga menalangi beberapa biaya ekstra yang dikenakan oleh pihak travel sejak awal keberangkatan.

“Untuk biaya pemberangkatan umroh ini kita dikenakan biaya paket 19j uta dari travel Ziezie per paket, dan kemudian ada tambahan. Itu hanya paket umroh saja. Selama 4 hari setelah tanggal 20 Juni itu saya yang nanggung. Di Madinah saya sudah menyerahkan 20 juta kepada pihak travel karena minta tambahan katanya untuk tiket pulang. Travel minta tambahan 10 juta per jemaah, Tapi rata-rata mereka (jemaah) gak ngasi 10 juta, mereka ada yang ngasi 7 juta, ada yang 5 juta”, tutur Mursyda.

Saat ini ke-13 jamaah tengah Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah dievakuasi ke wisma KUH KJRI Jeddah di wilayah Makkah.

 

LEAVE A REPLY